YouTube Facebook Twitter RSS
29 Jan 2020, 0

Hukum

KPK Panggil Staf Keuangan PT. Waskita Karya Tbk

Thursday, 17 October 2019 | View : 200
Tags : Kpk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan memeriksa staf Keuangan Divisi II PT. Waskita Karya Tbk., Wagimin, Kamis (17/10/2019). Wagimin bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pekerjaan fiktif dalam 14 proyek yang digarap PT. Waskita Karya Tbk.

Pemeriksaan Wagimin dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR (Kadiv II PT Waskita Karya, Fathor Rachman)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (17/10/2019).

Wagimin telah berulang kali diperiksa penyidik. Wagimin sudah bolak-balik dipanggil penyidik KPK untuk dimintai keterangannya dalam kasus ini.

Diduga, Wagimin banyak mengetahui ihwal konstruksi serta aliran uang korupsi dalam kasus ini. Wagimin tahu banyak ihwal korupsi yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp 186 miliar.

Tak hanya Wagimin, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa tiga pegawai PT. Waskita Karya, yakni Benny Panjaitan, Marsudi, dan Mintadi. Ketiganya juga diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Fathor Rachman.

"Ketiganya diperiksa untuk tersangka FR," kata Febri Diansyah.

Belakangan, KPK memang sedang fokus mengusut kasus ini. Pengusutan tersebut ditandai dengan intensnya pemeriksaan sejumlah saksi. Sejumlah saksi dari PT. Waskita Karya diperiksa KPK untuk ditelusuri soal konstruksi kasus ini.

Dalam kasus ini, Fathor dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT. Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya.

Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua. Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT. Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT. Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik telah menyita sejumlah dokumen penting. Dokumen-dokumen terkait proyek yang digarap PT. Waskita Karya itu disita tim penyidik saat menggeledah sejumlah lokasi beberapa waktu lalu, salah satunya rumah Direktur Utama (Dirut) PT. Jasa Marga, Desi Arryani.

Diketahui, sebelum menjabat sebagai Dirut Jasa Marga, Desi merupakan Direktur Operasi I PT. Waskita Karya. Meski rumahnya telah digeledah dan sejumlah dokumen penting telah disita, Desi belum diperiksa tim penyidik KPK.

Sebelumnya, KPK sendiri telah mencegah lima orang untuk bepergian ke luar negeri terkait kasus ini. Kelima orang tersebut yakni, Dirut PT Waskita Beton, Jarot Subana; Kadiv II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; General Manager (GM) Keuangan dan Resiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuli Ariandi Siregar.

Kemudian‎, Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman; serta Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PU, Pitoyo Subandrio. Kelimanya dicegah keluar negeri sejak 3 Mei 2019 terhitung hingga enam bulan ke depan.

Namun demikian, KPK baru menetapkan mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka.

Kedua pejabat PT. Waskita Karya tersebut diduga telah memperkaya diri sendiri, orang lain, ataupun korporasi, terkait proyek fiktif pada BUMN. Sedikitnya, ada 14 proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi oleh pejabat PT. Waskita Karya Tbk.

Atas tindak pidana ini, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp 186 miliar. Perhitungan tersebut merupakan jumlah pembayaran dari PT. Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor pekerjaan fiktif tersebut.

Atas perbuatannya, dua pejabat PT. Waskita Karya Tbk. itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

See Also

Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Tiga Staf DPP PDIP
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Benny Tjokrosaputro Ditahan Kejagung
Polda Metro Jaya Akan Periksa Siwi Pramugari Terkait Kasus Gundik
KPK Dalami Peran Direktur PT. Milades Indah Mandiri
KPK Sita Dokumen Di Sidoarjo
MenKoPolhukam Akan Panggil Menteri BUMN Dan MenKeu
Komisioner KPU Pengganti Wahyu Setiawan
Wahyu Setiawan Resmi Mundur Dari KPU
KPK Geledah 3 Lokasi Di Sidoarjo
KPK Geledah Kantor Dinas PU Sidoarjo
Bupati Sidoarjo Diperiksa KPK Sebagai Tersangka
Polda Sumatera Utara Ungkap Pembunuh Hakim PN Medan
Polda Sumatera Utara Tangkap Pembunuh Hakim PN Medan
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Densus 88 Antiteror Bekuk Terduga Teroris Di Yogyakarta
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Polri Ringkus Terduga Teroris Di Papua
Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Kabareskrim
Polsek Senen Selidiki Penemuan Jenazah Pria Di Underpass Senen
Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi Di Polrestabes Medan
Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Panggil Direktur PT. Kani Jaya Sentosa
KPK Panggil Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero)
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.145.808 Since: 07.04.14 | 0.8288 sec