YouTube Facebook Twitter RSS
29 Jan 2020, 0

Hukum

KPK Panggil Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero)

Monday, 11 November 2019 | View : 432
Tags : Kpk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim penyidik lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero) Lies Permana Lestari, Senin (11/11/2019). Petinggi perusahaan BUMN itu bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) yang melibatkan dua perusahaan BUMN yakni PT. Angkasa Pura II (Persero) dan PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau disingkat INTI.

Pemeriksaan terhadap Lies Permana Lestari dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Dirut PT. INTI, Darman Mappangara.

"Yang bersangkutan (Lies Permana Lestari) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DMP (Darman Mappangara)," kata Plh. Kepala Biro Humas KPK Chrystelina GS saat dikonfirmasi, Senin (11/11/2019).

Tak hanya Lies Permana Lestari, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa seorang wiraswasta bernama Sujono. Seperti hal nya Lies Permana, Sujono juga diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Darman Mappangara.

Diketahui, KPK menetapkan Darman Mappangara sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek BHS di PT. Angkasa Pura Propertindo, anak usaha PT. Angkasa Pura II (Persero) atau PT. AP II. Penetapan tersangka terhadap Darman ini merupakan pengembangan dari kasus yang sama yang telah menjerat Direktur Keuangan PT. AP II (Persero) Andra Y. Agussalam dan staf PT. INTI (Persero) Taswin Nur. Darman bersama-sama Taswin diduga menyuap Andra sebesar US$ 71.000 dan SGD 96.700 untuk 'mengawal' agar proyek BHS dikerjakan oleh PT. INTI (Persero).

Tak hanya proyek BHS, pada 2019, PT. INTI (Persero) mengerjakan sejumlah proyek di PT. Angkasa Pura II (Persero) lainnya, seperti proyek Visual Docking Guidance System (VGDS) dengan nilai proyek Rp 106,48 miliar, proyek Bird Strike senilai Rp 22,85 miliar serta proyek pengembangan bandara senilai Rp 86,44 miliar. PT. INTI (Persero) juga memiliki daftar prospek proyek tambahan di PT. Angkasa Pura II (Persero) dan PT. Angkasa Pura Propertindo, yakni proyek X-Ray 6 bandara senilai Rp 100 miliar Baggage Handling System di enam bandara senilai Rp 125 miliar dan proyek VDGS senilai Rp 75 miliar serta proyek radar burung senilai Rp 60 miliar. PT. INTI (Persero) diduga mendapatkan sejumlah proyek tersebut berkat bantuan Andra. (sp)

See Also

Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Tiga Staf DPP PDIP
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Benny Tjokrosaputro Ditahan Kejagung
Polda Metro Jaya Akan Periksa Siwi Pramugari Terkait Kasus Gundik
KPK Dalami Peran Direktur PT. Milades Indah Mandiri
KPK Sita Dokumen Di Sidoarjo
MenKoPolhukam Akan Panggil Menteri BUMN Dan MenKeu
Komisioner KPU Pengganti Wahyu Setiawan
Wahyu Setiawan Resmi Mundur Dari KPU
KPK Geledah 3 Lokasi Di Sidoarjo
KPK Geledah Kantor Dinas PU Sidoarjo
Bupati Sidoarjo Diperiksa KPK Sebagai Tersangka
Polda Sumatera Utara Ungkap Pembunuh Hakim PN Medan
Polda Sumatera Utara Tangkap Pembunuh Hakim PN Medan
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Densus 88 Antiteror Bekuk Terduga Teroris Di Yogyakarta
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Polri Ringkus Terduga Teroris Di Papua
Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Kabareskrim
Polsek Senen Selidiki Penemuan Jenazah Pria Di Underpass Senen
Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi Di Polrestabes Medan
Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Panggil Direktur PT. Kani Jaya Sentosa
KPK Akan Periksa Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Hari Ini
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.145.652 Since: 07.04.14 | 0.6982 sec