YouTube Facebook Twitter RSS
14 Dec 2019, 0

Hukum

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Vonis Jefri Nichol 7 Bulan

Monday, 11 November 2019 | View : 163

siarjustisia.com-JAKARTA.

Model dan aktor Jefri Nichol menjalani sidang putusan terkait kasus narkoba, Senin (11/11/2019) hari ini. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jl. Ampera Raya No.133, RT05/RW10, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Cilandak, Jakarta Selatan.

"Senin 11 November, agenda pembacaan putusan," seperti dikutip Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel, Senin (11/11/2019).

Sidang dijadwalkan pukul 14.00 WIB.

Aktor Jefri Nichol divonis 7 bulan pidana rehabilitasi terkait kasus kepemilikan ganja. Meski begitu, Hakim memerintahkan agar Jefri Nichol menjalani sisa hukumannya dengan rehabilitasi.

"Mengadili satu, menyatakan bahwa terdakwa Jefri Nichol terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyalagunaan narkotika jenis golongan I bagi diri sendiri," kata Ketua Majelis Hakim Krisnugroho, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jl. Ampera Raya No.133, RT05/RW10, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Ia dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Jefri Nichol divonis 7 bulan dengan perintah menjalani sisa masa tahanannya dengan rehabilitasi di RSKO Jakarta, Jl. Lapangan Tembak No.75, Cibubur, Jakarta Timur.

"Dua menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jefri Nichol dengan pidana selama 7 bulan. Menetapkan lamanya masa penangkapan, penahanan, dan masa rehabilitasi yang telah dijalani terdakwa dikurangkan sepenuhnya pidana yang dijatuhkan. Memerintahkan terdakwa menjalani sisa pidana di balai rehabilitasi RSKO," tutur Krisnugroho.

Merespon putusan Hakim, pengacara Jefri Nichol menyatakan menerima putusan itu dan tidak banding. Sementara pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jefri Hardi menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.

Sebelumnya, Jefri Nichol dituntut 10 bulan pidana penjara dengan ketentuan tidak harus menjalani pidananya, melainkan direhabilitasi. Vonis tersebut sedikit lebih ringan daripada tuntutan Jaksa.

Jefri Nichol diancam pidana Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dua, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Jefri Nichol selama 10 bulan dikurangi selama terdakwa ditangkap dan penahanan sementara yang telah dijalani terdakwa dengan ketentuan terdakwa tidak perlu menjalani pidana yang dijatuhkan namun terdakwa menjalani rehabilitasi di RSKO Jakarta di Cibubur, Jakarta Timur, yang diperhitungkan sebagai sisa masa menjalani pidana serta dikurangi masa rehabilitasi sementara yang telah dijalani terdakwa," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jefri Hardi, Senin (21/10/2019).

Aktor Jefri Nichol sejatinya akan menghadapi sidang tuntutan pada Senin (14/10/2019). Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap menyusun tuntutan sehingga persidangan ditunda.

"Belum siap (tuntutan). Tunda satu minggu Yang Mulia," kata JPU Jefri, Jefri Hardi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya No.133, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019).

Ketua Majelis Hakim Krisnugroho pun sepakat menunda sidang. Sidang ditunda dan akan kembali digelar pada Senin (21/10/2019) pekan depan.

Jaksa Jefri Hardi menyebut alasannya meminta penundaan sidang karena berkas tuntutan masih belum selesai. Ia menyebut masih akan melengkapi berkas tuntutan.

"Jadi biar disempurnakan, maklum kita kerjaan bukan tangani Jefri Nichol doang, tapi kan banyak. Biar lebih sempurna takutnya kan kalau amburadul nggak enak," kata Jaksa Jefri Hardi.

Saksi dari pihak kepolisian, Pipin Haryono, menceritakan proses penangkapan aktor Jefri Nichol. Jefri Nichol ditangkap karena diduga memiliki ganja yang disimpan di dalam kulkas di kamar kosnya di daerah Kemang, Jakarta Selatan.

"Menyimpan 1 bungkus narkotika jenis ganja. Itu disimpan di lemari es, disimpan di amplop," kata Pipin saat bersaksi untuk Jefri Nichol di PN Jaksel, Jl. Ampera Raya No.133, Ragunan, Pasar Minggu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019).

Menurut Pipin, Jefri mengaku baru dua kali mengonsumsi ganja, yaitu pada 17 dan 19 Juli 2019. Pipin menyebut ganja tersebut didapatkan Jefri dari temannya, Triawan (DPO) yang saat ini masih diburu polisi karena sulit tidur.

"Dikasih dari temannya, sebelumnya dipakai dua kali," ujarnya.

Pipin mengatakan awalnya Jefri bukanlah target awal kepolisian. Awalnya polisi menerima informasi di rumah kos tersebut diduga sering terjadi penyalahgunaan narkotika.

Kemudian, pada tanggal 23 Juli 2019, saat polisi mendatangi rumah kos tersebut, Jefri datang dan akhirnya digeledah. "Tahu info itu karena kosannya ramai. Karena yang bersangkutan langsung datang, yang diperiksa terdakwa," bebernya.

Setelah ditangkap, Jefri langsung dites urine di kantor MaPolres Metro Jaksel, Jl. Wijaya II No.42, RT02/RW01, Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut Pipin, berdasarkan hasil pemeriksaan, berat neto ganja tersebut 1,001 gram.

"(Seberat) 1,001 gram berat neto, bukan total," ungkapnya.

Sebelumnya, Jefri Nichol ditangkap di kosnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Saat ditangkap polisi menemukan ganja seberat 6,01 gram (bruto/ berat kotor). Jefri Nichol didakwa memiliki ganja seberat 6,01 gram (bruto).

Namun, setelah diperiksa, bahwa berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik dan Badan Reserse Kriminal Polri Pusat Laboratorium Forensik No LAB:3170/NNF/2019 pada tanggal 02 Agustus 2019, menyimpulkan bahwa 1 (satu) buah amplop warna putih berisikan daun-daun kering dengan berat netto 1.2425 gram, diberi nomor barang bukti 1670/2019/NF. (Sisa hasil berat netto 1,1609 gram) yang disita dan diakui milik terdakwa tersebut adalah narkotika jenis ganja.

Dalam dakwaan, terungkap bahwa Jefri memakai ganja sebelum tidur karena mengeluh sulit tidur kepada temannya.

Jaksa memaparkan terdakwa Jefri Nichol bertemu dengan temannya di restoran cepat saji di Kemang pada 5 Juli 2019.

Kepada temannya, Jefri mengaku mengalami kesulitan tidur dalam beberapa hari terakhir. Mendengar cerita tersebut, terdakwa ditawari salah satu temannya, Triawan (DPO), untuk menggunakan narkotika jenis ganja secara gratis agar terdakwa bisa tidur. (det/jos)

See Also

Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Polri Ringkus Terduga Teroris Di Papua
Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Kabareskrim
Polsek Senen Selidiki Penemuan Jenazah Pria Di Underpass Senen
Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi Di Polrestabes Medan
Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Panggil Direktur PT. Kani Jaya Sentosa
KPK Panggil Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero)
KPK Akan Periksa Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Hari Ini
KPK Akan Periksa Istri Wali Kota Medan Hari Ini
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
KPK Cecar GM PT. Waskita Beton Precast Tbk. Terkait Kasus Korupsi Jembatan Waterfront City
KPK Tahan Mantan Ketua DPRD Tulungagung
Polresta Palembang Tangkap Ibu Bunuh Bayi Dalam Mesin Cuci
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Komjen Pol Idham Azis Jadi Kapolri?
Komjen Pol Ari Dono Sukmanto Ditunjuk Menjadi Plt Kapolri
Kasus Penyidikan Fuad Amin Imron Dihentikan
KPK Panggil Staf Keuangan PT. Waskita Karya Tbk
KPK Tetapkan 2 Mantan Kalapas Sukamiskin Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap
Polda Metro Jaya Amankan Artis Vicky Nitinegoro Diduga Terkait Narkotika
KPK Tahan Wali Kota Medan
22 Teroris Dibekuk Di 8 Provinsi Pasca Penusukan MenkoPolhukam
KPK Periksa Anggota BPK Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya Gerebek Kasino Tersembunyi
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.903.045 Since: 07.04.14 | 0.6567 sec