YouTube Facebook Twitter RSS
14 Dec 2019, 0

Hukum

Pengadilan Negeri Brebes Vonis Nurul Qomar 17 Bulan Penjara

Monday, 11 November 2019 | View : 158

siarjustisia.com-BREBES.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Brebes, Jateng, menjatuhkan hukuman 1 tahun 5 bulan penjara kepada terdakwa Nurul Qomar. Pelawak senior ini divonis bersalah dalam kasus pidana penggunaan Surat Keterangan Lulus (SKL) palsu.

Sidang putusan ini di gelar di ruang Cendana Pengadilan Negeri Brebes, Jl. Ahmad Yani No.89, Sangkalputung, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Sri Sulastuti dengan dua hakim anggota Dian Anggraini Meksowati dan Nani Pratiwi.

Majelis Hakim memutuskan, pelawak Nurul Qomar dijatuhi vonis 1 tahun 5 bulan dalam kasus dugaan Surat Keterangan Palsu (SKL). Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umun (JPU), yakni selama 3 tahun penjara.

Hakim menyatakan, terdakwa Nurul Qomar dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 263 ayat (2) tentang pemalsuan surat atau dokumen. Majelis Hakim juga mewajibkan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000.

"Kalau (terdakwa) menerima akan segera dilakukan eksekusi. Tapi jika mengajukan banding maka menunggu sampai inkrah," kata Hakim Ketua, Sri Sulastuti usai menjatuhkan vonis, Senin (11/11/2019).

Nurul Qomar menjadi terdakwa kasus penggunaan Surat Keterangan Lulus (SKL) palsu ketika mendaftar sebagai rektor di Universitas Muhadi Setyabudi (UMUS) Brebes tahun 2017.

Nurul Qomar dijatuhi hukuman 1 tahun 5 bulan oleh Pengadilan Negeri Brebes dalam kasus penggunaan Surat Keterangan Lulus (SKL) palsu saat melamar sebagai rektor di Universitas Muhadi Setyabudi (UMUS) Brebes tahun 2017.

Pihak UMUS menilai hukuman itu terlalu ringan.

Ketua Yayasan Umus, Muhadi Setiabudi, mengaku tidak puas dengan putusan tersebut. Menurut Muhadi, putusan 1 tahun 5 bulan itu terlalu ringan dibanding tuntutan yang diajukan Jaksa, yakni 3 tahun.

"Ini terlalu ringan. Saya tidak terima. Padahal tuntutan jaksa itu 3 tahun," kata Muhadi kepada wartawan, Senin (11/11/2019).

Apa yang dilakukan terdakwa, tambah Muhadi, sudah mencoreng dunia pendidikan. Selain itu, pihaknya selaku pemilik Yayasan UMUS telah dirugikan karena nama baik yayasan telah dirusak.

"Sangat merugikan kami sebagai pemilik yayasan. Kami susah payah membangun UMUS untuk mencerdaskan bangsa tapi dirusak oleh saudara Qomar dengan SKL palsunya itu," imbuhnya.

Sidang putusan dengan terdakwa Nurul Qomar ini, selain dihadiri keluargannya sejumlah pelawak kondang juga ikut hadir menyaksikan, seperti Ginanjar, Farli, Eman, Memet dan anggota Persatuan Artis Seniman Komedi Indonesia (Parsi).

Nurul Qomar menjadi terdakwa kasus penggunaan Surat Keterangan Lulus (SKL) palsu ketika mendaftar sebagai rektor di Universitas Muhadi Setyabudi (UMUS) Brebes tahun 2017.

Jaksa Penuntut Umum, Bahtiar Ihsan Agung Nugroho, menuntut Nurul Qomar hukuman 3 tahun penjara karena melanggar Pasal 263 ayat (2) KUHP. 

Menurut Jaksa, tindakan terdakwa dinilai telah merusak tatanan dunia pendidikan.

Sebelumnya, pelawak kondang yang juga politisi, Nurul Qomar, ditahan di MaPolres Brebes, Jl. Jenderal Sudirman No.189, Pengembon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Dia ditangkap polisi terkait dugaan pemalsuan ijazah S-2 dan S-3 yang digunakannya untuk mencalonkan diri sebagai rektor Universitas Muhadi Setiabudhi (Umus) Brebes.

Nurul Qomar ditangkap pada Senin (24/6/2019) malam dan langsung dijebloskan ke tahanan Polres Brebes. Tersangka dijemput paksa karena sebelumnya telah beberapa kali dipanggil namun tidak mau datang.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Triagung Suryomicho, saat dikonfirmasi membenarkan penahanan terhadap Nurul Qomar sejak Senin malam. Tersangka dijemput paksa dari rumahnya di Cirebon karena beberapa kali dipanggil tidak bersedia datang.

"Yang bersangkutan kita tangkap di rumahnya karena tidak koperatif. Beberapa kali tidak hadir (saat pemanggilan), jadi kita tangkap," ujar AKP Triagung.

Nurul Qomar merupakan tersangka kasus pemalsuan ijazah S2 dan S3. Eks anggota DPR RI tersebut disangka memalsukan ijazah dari sebuah universitas di Jakarta sebagai syarat mencalonkan Rektor Umus (Universitas Muhadi Setiabudhi) Brebes.

"Tersangka dilaporkan oleh Muhadi Setiabudhi terkait dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 saat mencalonkan diri sebagai rektor," ungkap AKP Triagung.

Dedengkot grup lawak Empat Sekawan yang juga politisi ini dinilai melanggar Pasal 263 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Menurut polisi Qomar menuliskan dirinya lulus S2 dan S3 di CV saat melamar rektor tapi pada akhirnya tak bisa menunjukkan ijazahnya. CV tersebut digunakan Qomar saat melamar menjadi Rektor Umus, Brebes. Dia dilantik menjadi rektor pada 9 Februari 2017.

Kemudian saat kampus Umus akan menggelar wisuda mahasiswanya pada November 2017 diketahui Qomar tak bisa menunjukkan ijazahnya.

"Qomar tidak bisa menunjukkan ijazah untuk kepentingan wisuda. Selanjutnya, Umus mengirimkan surat kepada perguruan tinggi yang mengeluarkan surat keterangan lulus tersebut. Diperoleh jawaban, bahwa Qomar belum memperoleh gelar S-2 dan S-3," urai AKP Triagung.

Pada bulan November 2017, Qomar mengundurkan diri dari kampus tersebut. Hingga akhirnya polisi mengungkap bahwa kampus Umus, Brebes melaporkan kasus pemalsuan ijazah oleh Nurul Qomar. (det/jos)

See Also

Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Polri Ringkus Terduga Teroris Di Papua
Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Kabareskrim
Polsek Senen Selidiki Penemuan Jenazah Pria Di Underpass Senen
Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi Di Polrestabes Medan
Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Panggil Direktur PT. Kani Jaya Sentosa
KPK Panggil Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero)
KPK Akan Periksa Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Hari Ini
KPK Akan Periksa Istri Wali Kota Medan Hari Ini
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
KPK Cecar GM PT. Waskita Beton Precast Tbk. Terkait Kasus Korupsi Jembatan Waterfront City
KPK Tahan Mantan Ketua DPRD Tulungagung
Polresta Palembang Tangkap Ibu Bunuh Bayi Dalam Mesin Cuci
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Komjen Pol Idham Azis Jadi Kapolri?
Komjen Pol Ari Dono Sukmanto Ditunjuk Menjadi Plt Kapolri
Kasus Penyidikan Fuad Amin Imron Dihentikan
KPK Panggil Staf Keuangan PT. Waskita Karya Tbk
KPK Tetapkan 2 Mantan Kalapas Sukamiskin Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap
Polda Metro Jaya Amankan Artis Vicky Nitinegoro Diduga Terkait Narkotika
KPK Tahan Wali Kota Medan
22 Teroris Dibekuk Di 8 Provinsi Pasca Penusukan MenkoPolhukam
KPK Periksa Anggota BPK Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya Gerebek Kasino Tersembunyi
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.903.092 Since: 07.04.14 | 0.6717 sec