YouTube Facebook Twitter RSS
29 Jan 2020, 0

Internasional

Turki Pulangkan Militan ISIS Asing Ke Negara Asalnya

Monday, 11 November 2019 | View : 208
Tags : Turki

siarjustisia.com-ANKARA.

Otoritas Turki akan memulangkan para militan asing ke negara asal masing-masing. Turki menyatakan pemulangan ini akan dimulai pekan depan.

"Sekarang kami memberitahu Anda bahwa kami akan memulangkan mereka kepada Anda semua. ucap Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, dalam pidatonya di Ankara, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/11/2019). Pernyataan ini merujuk pada militan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

"Kami akan memulainya pada Senin (11/11) nanti," tegas Soylu.

Awal pekan ini, Soylu menyebutkan, Turki saat ini menahan sekitar 1.200 anggota kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS). Disebutkan juga oleh Soylu bahwa Turki menangkap 287 anggota kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) lainnya dalam operasi militer terbaru di wilayah Suriah bagian Utara.

"Kami akan memulangkan tiga, lima, 10 orang," sebut Soylu dalam pidatonya yang dimuat oleh media-media lokal.

"Tidak perlu berusaha kabur dari tanggung jawab, kami akan memulangkan mereka (anggota ISIS-red) kepada Anda. Urusi mereka sebagaimana Anda inginkan," imbuhnya.

Turki sebelumnya mengkritik negara-negara Barat yang menolak untuk menerima kembali warga negaranya yang bergabung kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Suriah dan Irak. Beberapa negara malah melucuti status kewarganegaraan mereka.

 

Tidak diketahui pasti apakah Turki akan bisa memulangkan para militan asing yang telah kehilangan kewarganegaraannya.

Meskipun di bawah Konvensi New York tahun 1961, merupakan tindakan ilegal untuk membiarkan seseorang tidak memiliki kewarganegaraan. Beberapa negara termasuk Inggris dan Prancis diketahui tidak meratifikasi konvensi tersebut.

Sejauh ini diketahui bahwa Inggris telah mencopot status kewarganegaraan dari 100 warganya yang diduga kuat bergabung kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) atau kelompok militan lainnya di luar negeri.

Kasus-kasus seperti remaja bernama Shamima Begum dan pemuda Jack Letts yang merupakan perekrut militan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) memicu proses hukum dan menjadi perdebatan politik sengit di Inggris. (afp)

 

 

See Also

Iran Tangkap Sejumlah Orang Terkait Penembakan Pesawat Ukraina
Pernyataan Militer Iran Soal Penembakan Pesawat Sipil Ukraina
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Presiden Ukraina Pastikan Penyebab Jatuhnya Pesawat Akan Terungkap
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
PM Kanada Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Terkena Rudal Iran
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
PM Kanada Sebut Rudal Iran Jatuhkan Pesawat Ukraina
Aktor Chris Hemsworth Galang Dana Untuk Kebakaran Lahan Australia
Presiden AS Didemo Terkait Serangan Udara Tewaskan Jenderal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
Ratusan Ribu Warga Prancis Demo Reformasi Pensiun
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Raja Arab Saudi Kecam Pelaku Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Pejabat AS Sebut Pelaku Penembakan Di Pangkalan AL Florida Anggota AU Arab Saudi
Penembakan Brutal Di Pangkalan AL Florida Tewaskan 4 Orang
Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Amerika Serikat Selidiki Motif Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Amerika Serikat Tuduh Iran Bunuh Lebih Dari 1.000 Demonstran BBM
Petugas Pabean Swasta Australia Ditangkap Fasilitasi Penyelundupan Narkoba 1,6 Ton
Turki Mulai Pulangkan Militan ISIS Asing
Presiden Bolivia Mengundurkan Diri
Jerman Peringati 30 Tahun Jatuhnya Tembok Berlin
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.145.616 Since: 07.04.14 | 0.7088 sec