YouTube Facebook Twitter RSS
14 Dec 2019, 0

Internasional

Turki Pulangkan Militan ISIS Asing Ke Negara Asalnya

Monday, 11 November 2019 | View : 178
Tags : Turki

siarjustisia.com-ANKARA.

Otoritas Turki akan memulangkan para militan asing ke negara asal masing-masing. Turki menyatakan pemulangan ini akan dimulai pekan depan.

"Sekarang kami memberitahu Anda bahwa kami akan memulangkan mereka kepada Anda semua. ucap Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, dalam pidatonya di Ankara, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/11/2019). Pernyataan ini merujuk pada militan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

"Kami akan memulainya pada Senin (11/11) nanti," tegas Soylu.

Awal pekan ini, Soylu menyebutkan, Turki saat ini menahan sekitar 1.200 anggota kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS). Disebutkan juga oleh Soylu bahwa Turki menangkap 287 anggota kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) lainnya dalam operasi militer terbaru di wilayah Suriah bagian Utara.

"Kami akan memulangkan tiga, lima, 10 orang," sebut Soylu dalam pidatonya yang dimuat oleh media-media lokal.

"Tidak perlu berusaha kabur dari tanggung jawab, kami akan memulangkan mereka (anggota ISIS-red) kepada Anda. Urusi mereka sebagaimana Anda inginkan," imbuhnya.

Turki sebelumnya mengkritik negara-negara Barat yang menolak untuk menerima kembali warga negaranya yang bergabung kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Suriah dan Irak. Beberapa negara malah melucuti status kewarganegaraan mereka.

 

Tidak diketahui pasti apakah Turki akan bisa memulangkan para militan asing yang telah kehilangan kewarganegaraannya.

Meskipun di bawah Konvensi New York tahun 1961, merupakan tindakan ilegal untuk membiarkan seseorang tidak memiliki kewarganegaraan. Beberapa negara termasuk Inggris dan Prancis diketahui tidak meratifikasi konvensi tersebut.

Sejauh ini diketahui bahwa Inggris telah mencopot status kewarganegaraan dari 100 warganya yang diduga kuat bergabung kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) atau kelompok militan lainnya di luar negeri.

Kasus-kasus seperti remaja bernama Shamima Begum dan pemuda Jack Letts yang merupakan perekrut militan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) memicu proses hukum dan menjadi perdebatan politik sengit di Inggris. (afp)

 

 

See Also

PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Raja Arab Saudi Kecam Pelaku Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Pejabat AS Sebut Pelaku Penembakan Di Pangkalan AL Florida Anggota AU Arab Saudi
Penembakan Brutal Di Pangkalan AL Florida Tewaskan 4 Orang
Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Amerika Serikat Selidiki Motif Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Amerika Serikat Tuduh Iran Bunuh Lebih Dari 1.000 Demonstran BBM
Petugas Pabean Swasta Australia Ditangkap Fasilitasi Penyelundupan Narkoba 1,6 Ton
Turki Mulai Pulangkan Militan ISIS Asing
Presiden Bolivia Mengundurkan Diri
Jerman Peringati 30 Tahun Jatuhnya Tembok Berlin
Kartel Narkoba Meksiko Bunuh 9 Orang
Negara Bagian Texas Suntik Mati Mantan Bos Geng Supremasi Kulit Putih
Presiden Turki Sebut Istri Abu Bakr Al-Baghdadi Tertangkap
Donald Trump Serukan Perang Lawan Kartel Narkoba
Amerika Serikat Mulai Mundur Secara Resmi Dari Perjanjian Iklim Paris
Negara Bagian South Dakota Suntik Mati Napi Kasus Pembunuhan
Otoritas Turki Umumkan Penangkapan Saudara Perempuan Abu Bakr Al-Baghdadi
39 Jenazah Ditemukan Dalam Truk Dekat London
Pemerintah China Akan Copot Pemimpin Hong Kong Carrie Lam
Gempuran Turki Mengakibatkan 2.300 Orang Mengungsi Dari Suriah Ke Irak
Pria Kurdi Bakar Diri Di Depan Markas Utama Badan Pengungsi PBB
5 Perampok Indonesia Dibekuk Usai Beraksi Di Malaysia
Turki Dan Rusia Sepakati Penarikan Mundur Milisi Kurdi YPG
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.902.729 Since: 07.04.14 | 0.6923 sec