YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2020, 0

Hukum

Mantan Direktur PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. Dihukum 1,5 Tahun Penjara

Monday, 11 November 2019 | View : 194

siarjustisia.com-JAKARTA.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 1 tahun dan 6 bulan pidana penjara serta denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan terhadap mantan Direktur Produksi dan Teknologi PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk., Wisnu Kuncoro.

Majelis Hakim menyatakan Wisnu terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap dengan total Rp 101,7 juta dan SGD 4.000 bersama-sama dengan Alexander Karunia Muskita. Suap tersebut diterima Wisnu dari ‎Direktur Utama PT. Grand Kertech, Kenneth Sutardja dan Direktur PT. Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro terkait pengadaan di PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Wisnu Kuncoro terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Hastopo saat membacakan amar putusan terhadap Wisnu Kuncoro di PN Tipikor Jakarta, Senin (11/11/2019).

Putusan terhadap Wisnu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Dalam tuntutannya Jaksa KPK menuntut Wisnu dengan hukuman 2 tahun pidana penjara serta denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dalam pertimbangannya, untuk hal yang memberatkan terdakwa Wisnu Kuncoro tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. Sementara untuk hal yang meringankan, Majelis Hakim menilai Wisnu telah berterus terang dalam proses persidangan dan belum pernah menjalani proses hukum.

Majelis Hakim menyatakan, Wisnu bersama seseorang bernama Alexander Karunia Muskitta menerima uang dengan total nilai sekitar Rp 101,7 juta dan 4.000 dollar Singapura dari Direktur Utama PT. Grand Kartech Kenneth Sutardja dan Direktur Utama PT. Tjokro Bersaudara Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro. Alexander sendiri merupakan orang yang membantu menawarkan produk-produk perusahaan Yudi dan Kenneth ke PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Suap dari Kenneth bertujuan agar Wisnu menyetujui pengadaan dua unit boiler berkapasitas 35 ton dengan nilai proyek Rp 24 miliar di PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Sementara itu, pemberian uang dari Yudi Tjokro dimaksudkan agar Wisnu menyetujui pengadaan pembuatan dan pemasangan dua Spare Bucket Wheel Stacker dan Harbors Stockyard senilai Rp 13 miliar. (sp)

See Also

Benny Tjokro Ditahan Kejagung
Polda Metro Jaya Akan Periksa Siwi Pramugari Terkait Kasus Gundik
KPK Dalami Peran Direktur PT. Milades Indah Mandiri
KPK Sita Dokumen Di Sidoarjo
MenKoPolhukam Akan Panggil Menteri BUMN Dan MenKeu
Komisioner KPU Pengganti Wahyu Setiawan
Wahyu Setiawan Resmi Mundur Dari KPU
KPK Geledah 3 Lokasi Di Sidoarjo
KPK Geledah Kantor Dinas PU Sidoarjo
Bupati Sidoarjo Diperiksa KPK Sebagai Tersangka
Polda Sumatera Utara Ungkap Pembunuh Hakim PN Medan
Polda Sumatera Utara Tangkap Pembunuh Hakim PN Medan
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Densus 88 Antiteror Bekuk Terduga Teroris Di Yogyakarta
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Polri Ringkus Terduga Teroris Di Papua
Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Kabareskrim
Polsek Senen Selidiki Penemuan Jenazah Pria Di Underpass Senen
Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi Di Polrestabes Medan
Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Panggil Direktur PT. Kani Jaya Sentosa
KPK Panggil Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero)
KPK Akan Periksa Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Hari Ini
KPK Akan Periksa Istri Wali Kota Medan Hari Ini
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
KPK Cecar GM PT. Waskita Beton Precast Tbk. Terkait Kasus Korupsi Jembatan Waterfront City
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.090.264 Since: 07.04.14 | 0.6983 sec