YouTube Facebook Twitter RSS
26 May 2019, 0

Hukum

JPU Tuntut Hafitd Hukuman Pidana Seumur Hidup

siarjustisia.com-JAKARTA.

Salah satu terdakwa kasus pembunuhan sadis mahasiswi fakultas psikologi Universitas Bunda Mulia (UBM), bernama Ade Sara Angelina Suroto, Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz, 19 tahun, dituntut hukuman pidana penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (4/11/2014).

Hal itu dikatakan pihak JPU di persidangan pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

"Kami Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan hukuman pidana kepada saudara Ahmad Imam Al Hafitd bin Sulaiman Ownie (19) dengan pidana selama seumur hidup," ucap Toton Rasyid selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan pembacaan tuntutan, ruang sidang, Lantai III Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan tuntutan kepada pembunuh Ade Sara Angelina Suroto, Ahmad Imam Al-Hafitd hukuman seumur hidup. Tuntutan tersebut berdasarkan pertimbangan hal memberatkan dan tidak adanya hal yang meringankan bagi terdakwa.

Menurut Jaksa, terdapat enam hal yang memberatkan terdakwa. Dua di antaranya adalah perbuatan yang menyebabkan kematian dan mengakibatkan putusnya garis keturunan orangtua Ade Sara Angelina Suroto yang merupakan anak tunggal.

“Tidak ada hal yang meringankan. Terdakwa dituntut bersalah atas pembunuhan bersama-sama,” kata JPU Aji Susanto di PN Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

Dalam persidangan kali ini, Jaksa menganggap semua unsur primer dan subsider pada pasal yang digunakan untuk menuntut terdakwa sudah terpenuhi.

Maka kesimpulannya, terdakwa terbukti bersalah telah melakukan pembunuhan. Selain hukuman seumur hidup, jaksa juga menuntut agar terdakwa menyerahkan semua barang bukti dan membayar bea perkara.

Setelah dibacakan tuntutan, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Absoro menawarkan terdakwa untuk berkonsultasi pada penasihat hukumnya, apakah akan mengajukan nota pembelaan terhadap tuntutan Jaksa.

Pihak penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd menyatakan akan mengajukan nota pembelaan yang akan dibacakan pada sidang Minggu depan, dengan agenda pembacaan pledoi.

Ahmad Imam Al-Hafitd (19) menjadi terdakwa karena telah melakukan pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina Suroto bersama kekasihnya, Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa. Ade Sara Angelina Suroto dianiaya dengan cara disetrum, dicekik, serta disumpal mulutnya menggunakan kertas dan tisu.

Korban pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto sempat menasihati pembunuhnya, Ahmad Imam Al-Hafitd, sesaat sebelum disetrum. Ade Sara menasihati Hafitd setelah dia tahu terdakwa lain, Assyifa Ramadhani Anggraini, sedang bertengkar.

Ketika mobil KIA Visto yang dibawa Hafitd tiba di tempat les Ade Sara, yaitu Goethe-Institute, Ade Sara pun keluar mobil karena ada presentasi yang harus dia lakukan. Namun, Assyifa Ramadhani Anggraini mengejar Ade Sara dengan wajah sedih.

Melihat itu, Ade Sara pun bertanya kepada Assyifa tentang alasan kesedihannya. Assyifa jawab, dia baru saja bertengkar dengan Hafitd. Setelah itu, Ade Sara pun menawarkan diri untuk berbicara dengan Hafitd.

"Sara mengajak aku keluar. Dia mau temani aku bertemu Hafitd," jelas Assyifa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2014).

Setelah Ade Sara dan Assyifa keluar dari tempat les dan masuk ke dalam mobil Hafitd, Assyifa pun langsung menasihati Hafitd. "Fitd, kalau ngomong sama cewek jangan kasar-kasar, dong," ujar Assyifa yang menirukan ucapan Ade Sara.

"Diem lu, De, jangan banyak omong," kata Assyifa, yang menirukan jawaban Hafitd. Setelah itu, Hafitd langsung menyetrum Ade Sara.

Hafitd menyetrum Ade Sara sebanyak tiga kali. Assyifa kemudian menjambak rambut Ade Sara, yang sudah lemas. Ia kemudian menurunkan tubuh Ade Sara ke bawah. Ketika Hafitd menyetrum Ade Sara, Assyifa mengaku sudah melarang Hafitd agar menghentikan perbuatannya.

Hal itu dia katakan dalam sidang keterangan terdakwa. Saat itu, Hafitd menunggu di luar ruang sidang.

Saat mendapat giliran memberi keterangan, Hafitd menceritakan kronologi yang sama dengan Assyifa.

Saat sidang keterangan terdakwa, Hafitd mengaku bahwa dia lah yang menyetrum Ade Sara Angelina Suroto dan membuang jasad Ade Sara Angelina Suroto di Jalan Tol Bintara Kilometer 49, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Bedanya, Hafitd mengaku bahwa sudah ada kesepakatan antara dia dan Assyifa untuk menyetrum ketika Ade Sara sudah kembali memasuki mobil. "Sudah disepakati berdua Assyifa," beber Hafitd.

Kedua sejoli yakni Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz, 19 tahun bersama kekasih, Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) didakwa dengan tiga pasal berlapis. Pada dakwaan primer ini kedua terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Selain itu, pasal tersebut dikenakan berdasarkan hasil otopsi. Diketahui, hasil otopsi menunjukkan terdapat gumpalan dalam rongga mulut Ade Sara Angelina Suroto.

Tak hanya itu, adanya gangguan proses pernafasan. Lalu, penyebab kematian lantaran akibat sumbatan rongga mulut yang menimbulkan korban mati lemas.

Pasal tersebut subsider dengan Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Dalam pasal ini, kedua terdakwa terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pasal lebih subsider lagi adalah Pasal 353 ayat (3) KUHPidana tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (jos)

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.851.708 Since: 07.04.14 | 0.5883 sec