YouTube Facebook Twitter RSS
16 Feb 2019, 0

Hukum

JPU Tuntut Hafitd Hukuman Pidana Seumur Hidup

siarjustisia.com-JAKARTA.

Salah satu terdakwa kasus pembunuhan sadis mahasiswi fakultas psikologi Universitas Bunda Mulia (UBM), bernama Ade Sara Angelina Suroto, Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz, 19 tahun, dituntut hukuman pidana penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (4/11/2014).

Hal itu dikatakan pihak JPU di persidangan pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

"Kami Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan hukuman pidana kepada saudara Ahmad Imam Al Hafitd bin Sulaiman Ownie (19) dengan pidana selama seumur hidup," ucap Toton Rasyid selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan pembacaan tuntutan, ruang sidang, Lantai III Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan tuntutan kepada pembunuh Ade Sara Angelina Suroto, Ahmad Imam Al-Hafitd hukuman seumur hidup. Tuntutan tersebut berdasarkan pertimbangan hal memberatkan dan tidak adanya hal yang meringankan bagi terdakwa.

Menurut Jaksa, terdapat enam hal yang memberatkan terdakwa. Dua di antaranya adalah perbuatan yang menyebabkan kematian dan mengakibatkan putusnya garis keturunan orangtua Ade Sara Angelina Suroto yang merupakan anak tunggal.

“Tidak ada hal yang meringankan. Terdakwa dituntut bersalah atas pembunuhan bersama-sama,” kata JPU Aji Susanto di PN Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

Dalam persidangan kali ini, Jaksa menganggap semua unsur primer dan subsider pada pasal yang digunakan untuk menuntut terdakwa sudah terpenuhi.

Maka kesimpulannya, terdakwa terbukti bersalah telah melakukan pembunuhan. Selain hukuman seumur hidup, jaksa juga menuntut agar terdakwa menyerahkan semua barang bukti dan membayar bea perkara.

Setelah dibacakan tuntutan, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Absoro menawarkan terdakwa untuk berkonsultasi pada penasihat hukumnya, apakah akan mengajukan nota pembelaan terhadap tuntutan Jaksa.

Pihak penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd menyatakan akan mengajukan nota pembelaan yang akan dibacakan pada sidang Minggu depan, dengan agenda pembacaan pledoi.

Ahmad Imam Al-Hafitd (19) menjadi terdakwa karena telah melakukan pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina Suroto bersama kekasihnya, Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa. Ade Sara Angelina Suroto dianiaya dengan cara disetrum, dicekik, serta disumpal mulutnya menggunakan kertas dan tisu.

Korban pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto sempat menasihati pembunuhnya, Ahmad Imam Al-Hafitd, sesaat sebelum disetrum. Ade Sara menasihati Hafitd setelah dia tahu terdakwa lain, Assyifa Ramadhani Anggraini, sedang bertengkar.

Ketika mobil KIA Visto yang dibawa Hafitd tiba di tempat les Ade Sara, yaitu Goethe-Institute, Ade Sara pun keluar mobil karena ada presentasi yang harus dia lakukan. Namun, Assyifa Ramadhani Anggraini mengejar Ade Sara dengan wajah sedih.

Melihat itu, Ade Sara pun bertanya kepada Assyifa tentang alasan kesedihannya. Assyifa jawab, dia baru saja bertengkar dengan Hafitd. Setelah itu, Ade Sara pun menawarkan diri untuk berbicara dengan Hafitd.

"Sara mengajak aku keluar. Dia mau temani aku bertemu Hafitd," jelas Assyifa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2014).

Setelah Ade Sara dan Assyifa keluar dari tempat les dan masuk ke dalam mobil Hafitd, Assyifa pun langsung menasihati Hafitd. "Fitd, kalau ngomong sama cewek jangan kasar-kasar, dong," ujar Assyifa yang menirukan ucapan Ade Sara.

"Diem lu, De, jangan banyak omong," kata Assyifa, yang menirukan jawaban Hafitd. Setelah itu, Hafitd langsung menyetrum Ade Sara.

Hafitd menyetrum Ade Sara sebanyak tiga kali. Assyifa kemudian menjambak rambut Ade Sara, yang sudah lemas. Ia kemudian menurunkan tubuh Ade Sara ke bawah. Ketika Hafitd menyetrum Ade Sara, Assyifa mengaku sudah melarang Hafitd agar menghentikan perbuatannya.

Hal itu dia katakan dalam sidang keterangan terdakwa. Saat itu, Hafitd menunggu di luar ruang sidang.

Saat mendapat giliran memberi keterangan, Hafitd menceritakan kronologi yang sama dengan Assyifa.

Saat sidang keterangan terdakwa, Hafitd mengaku bahwa dia lah yang menyetrum Ade Sara Angelina Suroto dan membuang jasad Ade Sara Angelina Suroto di Jalan Tol Bintara Kilometer 49, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Bedanya, Hafitd mengaku bahwa sudah ada kesepakatan antara dia dan Assyifa untuk menyetrum ketika Ade Sara sudah kembali memasuki mobil. "Sudah disepakati berdua Assyifa," beber Hafitd.

Kedua sejoli yakni Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz, 19 tahun bersama kekasih, Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) didakwa dengan tiga pasal berlapis. Pada dakwaan primer ini kedua terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Selain itu, pasal tersebut dikenakan berdasarkan hasil otopsi. Diketahui, hasil otopsi menunjukkan terdapat gumpalan dalam rongga mulut Ade Sara Angelina Suroto.

Tak hanya itu, adanya gangguan proses pernafasan. Lalu, penyebab kematian lantaran akibat sumbatan rongga mulut yang menimbulkan korban mati lemas.

Pasal tersebut subsider dengan Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Dalam pasal ini, kedua terdakwa terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pasal lebih subsider lagi adalah Pasal 353 ayat (3) KUHPidana tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (jos)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.397.095 Since: 07.04.14 | 0.6158 sec