YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Hukum

Assyifa Dituntut Pidana Seumur Hidup

siarjustisia.com-JAKARTA.

Terdakwa kasus pembunuhan sadis mahasiswi fakultas psikologi Universitas Bunda Mulia (UBM), korban bernama Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun), Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) juga dituntut hukuman seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

Dalam pembacaan tuntutan, Jaksa Toton Rasyid mengatakan, terdakwa Assyifa Ramadhani Anggraini terbukti dan secara sah melakukan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana tentang Keterlibatan dalam Perbuatan Pidana.

Tak hanya itu, Jaksa Toton Rasyid juga menyebut terdakwa juga melanggar Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana dan Pasal 353 ayat 3 KUH Pidana tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. "Karena terbukti secara sah terdakwa dihukuman seumur hidup," kata Jaksa Toton Rasyid saat membacakan dakwaannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

JPU Toton Rasyid menjelaskan, selama menjalani persidangan, banyak hal-hal yang memberatkan Assyifa Ramadhani Anggraini. Pertama adalah perbuatan Assyifa Ramadhani  Anggraini yang menyebabkan Ade Sara Angelina Suroto meninggal dunia.

Selain itu, Jaksa Toton Rasyid juga menilai perbuatan Assyifa Ramadhani Anggraini yang menyebabkan putusnya garis keturunan dari pasangan Suroto dan Elizabeth Diana Dewayani, karena almarhumah Ade Sara Angelina Suroto merupakan anak semata wayang dari pasangan tersebut. "Perbuatan terdakwa juga dilakukan secara keji dan tidak berperikemanusiaan," ucap Jaksa Toton Rasyid.

Selain itu, lanjut Jaksa Toton Rasyid, selama persidangan terdakwa sering mangkir dan memberikan keterangan yang berbelit-belit, sehingga menyulitkan jalannya persidangan. "Untuk hal yang meringankan tidak ada," ujar Jaksa Toton Rasyid.

Pada kasus ini, Ahmad Imam Al-Hafitd (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini didakwa dengan tiga pasal berlapis. Pada dakwaan primer ini kedua terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Pasal ini dikenakan berdasarkan hasil otopsi yang menunjukan terdapat gumpalan dalam rongga mulut Ade Sara Angelina Suroto serta adanya gangguan proses pernafasan. Penyebab kematian, akibat sumbatan rongga mulut yang menimbulkan mati lemas.

Pasal tersebut subsider dengan Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Pasal lebih subsider lagi adalah Pasal 353 ayat (3) KUHPidana tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara Majelis Hakim yang memimpin jalannya sidang Hakim Hapsoro mengatakan, pihak terdakwa bisa melakukan pembelaan pada sidang selanjutnya yang diagendakan pada Selasa (11/11/2014). "Pekan depan sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan nota pembelaan atas tuntutan Jaksa," kata Hakim Hapsoro.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, Assyifa Ramadhani Anggraini langsung menangis histeris. Ia tidak percaya bakal dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa.
Dia terus menangis dan tak kuasa beranjak dari kursi pesakitan di ruang sidang PN Jakarta Pusat. Sang ibu yang mengenakan busana hitam dan cadar, serta jilbab berwarna hitam terlihat berupaya menenangkan Assyifa Ramadhani Anggraini.

Sebelumnya, Assyifa Ramadhani Anggraini terlihat shock, ketika tuntutan untuk Hafitd selesai dibacakan. Pembacaan tuntutan JPU untuk Hafitd membuat Assyifa Ramadhani Anggraini shock.

Sontak, terdakwa lainnya, Assyifa Ramadhani Anggraini, terkulai lemas di bangku tamu persidangan. Oleh ibunya yang mengenakan cadar hitam, Assyifa Ramadhani Anggraini langsung dipeluk. Assyifa  Ramadhani Anggraini menangis di samping ibunya. Assyifa Ramadhani Anggraini pun menyandarkan kepala di pundak kanan ibunya. Sang ibu bersama kerabat Assyifa Ramadhani Anggraini mencoba menenangkannya, namun tak berhasil.

Saat Syifa berjalan ke bangku terdakwa di depan hakim, kekasih Hafitd ini hampir jatuh ditengah persidangan.

Sempat terdengar teriakan yang keluar dari mulut Assyifa Ramadhani Anggraini, saat JPU menuntunkan menuju kursi persidangan.

"Aaaahh.." suara tangisan singkat Assyifa Ramadhani Anggraini.

Assyifa Ramadhani Anggraini pun langsung lemas dan hampir terjatuh di ruang sidang. JPU langsung menuntunnya agar tak terjatuh dan langsung mengarahkan Assyifa Ramadhani Anggraini ke tempat duduk.

Syifa tidak berhenti menangis sampai namanya dipanggil untuk melakukan persidangan.

Wanita berjilbab itu tak berhenti menangis dan seakan tak siap mendengarkan pembacaan tuntutan hukuman dari JPU.

Sebelum dilakukan pembacaan tuntutan hukuman untuk terdakwa, JPU membacakan ulang ringkasan keterangan saksi. Diketahui keterangan terkait yang telah dilakukan pada sidang-sidang yang lalu. (jos)

See Also

KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.069.774 Since: 07.04.14 | 0.619 sec