YouTube Facebook Twitter RSS
17 Feb 2019, 0

Hukum

Assyifa Dituntut Pidana Seumur Hidup

siarjustisia.com-JAKARTA.

Terdakwa kasus pembunuhan sadis mahasiswi fakultas psikologi Universitas Bunda Mulia (UBM), korban bernama Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun), Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) juga dituntut hukuman seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

Dalam pembacaan tuntutan, Jaksa Toton Rasyid mengatakan, terdakwa Assyifa Ramadhani Anggraini terbukti dan secara sah melakukan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana tentang Keterlibatan dalam Perbuatan Pidana.

Tak hanya itu, Jaksa Toton Rasyid juga menyebut terdakwa juga melanggar Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana dan Pasal 353 ayat 3 KUH Pidana tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. "Karena terbukti secara sah terdakwa dihukuman seumur hidup," kata Jaksa Toton Rasyid saat membacakan dakwaannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

JPU Toton Rasyid menjelaskan, selama menjalani persidangan, banyak hal-hal yang memberatkan Assyifa Ramadhani Anggraini. Pertama adalah perbuatan Assyifa Ramadhani  Anggraini yang menyebabkan Ade Sara Angelina Suroto meninggal dunia.

Selain itu, Jaksa Toton Rasyid juga menilai perbuatan Assyifa Ramadhani Anggraini yang menyebabkan putusnya garis keturunan dari pasangan Suroto dan Elizabeth Diana Dewayani, karena almarhumah Ade Sara Angelina Suroto merupakan anak semata wayang dari pasangan tersebut. "Perbuatan terdakwa juga dilakukan secara keji dan tidak berperikemanusiaan," ucap Jaksa Toton Rasyid.

Selain itu, lanjut Jaksa Toton Rasyid, selama persidangan terdakwa sering mangkir dan memberikan keterangan yang berbelit-belit, sehingga menyulitkan jalannya persidangan. "Untuk hal yang meringankan tidak ada," ujar Jaksa Toton Rasyid.

Pada kasus ini, Ahmad Imam Al-Hafitd (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini didakwa dengan tiga pasal berlapis. Pada dakwaan primer ini kedua terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Pasal ini dikenakan berdasarkan hasil otopsi yang menunjukan terdapat gumpalan dalam rongga mulut Ade Sara Angelina Suroto serta adanya gangguan proses pernafasan. Penyebab kematian, akibat sumbatan rongga mulut yang menimbulkan mati lemas.

Pasal tersebut subsider dengan Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Pasal lebih subsider lagi adalah Pasal 353 ayat (3) KUHPidana tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara Majelis Hakim yang memimpin jalannya sidang Hakim Hapsoro mengatakan, pihak terdakwa bisa melakukan pembelaan pada sidang selanjutnya yang diagendakan pada Selasa (11/11/2014). "Pekan depan sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan nota pembelaan atas tuntutan Jaksa," kata Hakim Hapsoro.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, Assyifa Ramadhani Anggraini langsung menangis histeris. Ia tidak percaya bakal dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa.
Dia terus menangis dan tak kuasa beranjak dari kursi pesakitan di ruang sidang PN Jakarta Pusat. Sang ibu yang mengenakan busana hitam dan cadar, serta jilbab berwarna hitam terlihat berupaya menenangkan Assyifa Ramadhani Anggraini.

Sebelumnya, Assyifa Ramadhani Anggraini terlihat shock, ketika tuntutan untuk Hafitd selesai dibacakan. Pembacaan tuntutan JPU untuk Hafitd membuat Assyifa Ramadhani Anggraini shock.

Sontak, terdakwa lainnya, Assyifa Ramadhani Anggraini, terkulai lemas di bangku tamu persidangan. Oleh ibunya yang mengenakan cadar hitam, Assyifa Ramadhani Anggraini langsung dipeluk. Assyifa  Ramadhani Anggraini menangis di samping ibunya. Assyifa Ramadhani Anggraini pun menyandarkan kepala di pundak kanan ibunya. Sang ibu bersama kerabat Assyifa Ramadhani Anggraini mencoba menenangkannya, namun tak berhasil.

Saat Syifa berjalan ke bangku terdakwa di depan hakim, kekasih Hafitd ini hampir jatuh ditengah persidangan.

Sempat terdengar teriakan yang keluar dari mulut Assyifa Ramadhani Anggraini, saat JPU menuntunkan menuju kursi persidangan.

"Aaaahh.." suara tangisan singkat Assyifa Ramadhani Anggraini.

Assyifa Ramadhani Anggraini pun langsung lemas dan hampir terjatuh di ruang sidang. JPU langsung menuntunnya agar tak terjatuh dan langsung mengarahkan Assyifa Ramadhani Anggraini ke tempat duduk.

Syifa tidak berhenti menangis sampai namanya dipanggil untuk melakukan persidangan.

Wanita berjilbab itu tak berhenti menangis dan seakan tak siap mendengarkan pembacaan tuntutan hukuman dari JPU.

Sebelum dilakukan pembacaan tuntutan hukuman untuk terdakwa, JPU membacakan ulang ringkasan keterangan saksi. Diketahui keterangan terkait yang telah dilakukan pada sidang-sidang yang lalu. (jos)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.404.337 Since: 07.04.14 | 0.5831 sec