YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Hukum

Assyifa Dituntut Pidana Seumur Hidup

siarjustisia.com-JAKARTA.

Terdakwa kasus pembunuhan sadis mahasiswi fakultas psikologi Universitas Bunda Mulia (UBM), korban bernama Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun), Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) juga dituntut hukuman seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

Dalam pembacaan tuntutan, Jaksa Toton Rasyid mengatakan, terdakwa Assyifa Ramadhani Anggraini terbukti dan secara sah melakukan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana tentang Keterlibatan dalam Perbuatan Pidana.

Tak hanya itu, Jaksa Toton Rasyid juga menyebut terdakwa juga melanggar Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana dan Pasal 353 ayat 3 KUH Pidana tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. "Karena terbukti secara sah terdakwa dihukuman seumur hidup," kata Jaksa Toton Rasyid saat membacakan dakwaannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

JPU Toton Rasyid menjelaskan, selama menjalani persidangan, banyak hal-hal yang memberatkan Assyifa Ramadhani Anggraini. Pertama adalah perbuatan Assyifa Ramadhani  Anggraini yang menyebabkan Ade Sara Angelina Suroto meninggal dunia.

Selain itu, Jaksa Toton Rasyid juga menilai perbuatan Assyifa Ramadhani Anggraini yang menyebabkan putusnya garis keturunan dari pasangan Suroto dan Elizabeth Diana Dewayani, karena almarhumah Ade Sara Angelina Suroto merupakan anak semata wayang dari pasangan tersebut. "Perbuatan terdakwa juga dilakukan secara keji dan tidak berperikemanusiaan," ucap Jaksa Toton Rasyid.

Selain itu, lanjut Jaksa Toton Rasyid, selama persidangan terdakwa sering mangkir dan memberikan keterangan yang berbelit-belit, sehingga menyulitkan jalannya persidangan. "Untuk hal yang meringankan tidak ada," ujar Jaksa Toton Rasyid.

Pada kasus ini, Ahmad Imam Al-Hafitd (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini didakwa dengan tiga pasal berlapis. Pada dakwaan primer ini kedua terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Pasal ini dikenakan berdasarkan hasil otopsi yang menunjukan terdapat gumpalan dalam rongga mulut Ade Sara Angelina Suroto serta adanya gangguan proses pernafasan. Penyebab kematian, akibat sumbatan rongga mulut yang menimbulkan mati lemas.

Pasal tersebut subsider dengan Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Pasal lebih subsider lagi adalah Pasal 353 ayat (3) KUHPidana tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara Majelis Hakim yang memimpin jalannya sidang Hakim Hapsoro mengatakan, pihak terdakwa bisa melakukan pembelaan pada sidang selanjutnya yang diagendakan pada Selasa (11/11/2014). "Pekan depan sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan nota pembelaan atas tuntutan Jaksa," kata Hakim Hapsoro.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, Assyifa Ramadhani Anggraini langsung menangis histeris. Ia tidak percaya bakal dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa.
Dia terus menangis dan tak kuasa beranjak dari kursi pesakitan di ruang sidang PN Jakarta Pusat. Sang ibu yang mengenakan busana hitam dan cadar, serta jilbab berwarna hitam terlihat berupaya menenangkan Assyifa Ramadhani Anggraini.

Sebelumnya, Assyifa Ramadhani Anggraini terlihat shock, ketika tuntutan untuk Hafitd selesai dibacakan. Pembacaan tuntutan JPU untuk Hafitd membuat Assyifa Ramadhani Anggraini shock.

Sontak, terdakwa lainnya, Assyifa Ramadhani Anggraini, terkulai lemas di bangku tamu persidangan. Oleh ibunya yang mengenakan cadar hitam, Assyifa Ramadhani Anggraini langsung dipeluk. Assyifa  Ramadhani Anggraini menangis di samping ibunya. Assyifa Ramadhani Anggraini pun menyandarkan kepala di pundak kanan ibunya. Sang ibu bersama kerabat Assyifa Ramadhani Anggraini mencoba menenangkannya, namun tak berhasil.

Saat Syifa berjalan ke bangku terdakwa di depan hakim, kekasih Hafitd ini hampir jatuh ditengah persidangan.

Sempat terdengar teriakan yang keluar dari mulut Assyifa Ramadhani Anggraini, saat JPU menuntunkan menuju kursi persidangan.

"Aaaahh.." suara tangisan singkat Assyifa Ramadhani Anggraini.

Assyifa Ramadhani Anggraini pun langsung lemas dan hampir terjatuh di ruang sidang. JPU langsung menuntunnya agar tak terjatuh dan langsung mengarahkan Assyifa Ramadhani Anggraini ke tempat duduk.

Syifa tidak berhenti menangis sampai namanya dipanggil untuk melakukan persidangan.

Wanita berjilbab itu tak berhenti menangis dan seakan tak siap mendengarkan pembacaan tuntutan hukuman dari JPU.

Sebelum dilakukan pembacaan tuntutan hukuman untuk terdakwa, JPU membacakan ulang ringkasan keterangan saksi. Diketahui keterangan terkait yang telah dilakukan pada sidang-sidang yang lalu. (jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.025 Since: 07.04.14 | 0.5462 sec