YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2020, 0

Nusantara

Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat

Tuesday, 14 January 2020 | View : 19

siarjustisia.com-SEMARANG.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kabupaten (PemKab) Purworejo, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk mengusut dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait menyusul munculnya “kerajaan” di daerah tersebut.

Terkait klaim Raja Keraton Agung Sejagat tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan jajarannya untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Komunikasi penting untuk menjawab beragam pertanyaan tentang kemunculan Keraton Agung Sejagat yang kini viral dan menjadi perbincangan masyarakat.

Sebelumnya, muncul pernyataan dari seseorang bernama Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya Dyah Gitarja, yang menjadi pemimpin Kerajaan Keraton Agung Sejagat, yang berlokasi di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Kerajaan itu mengklaim memiliki 425 orang pengikut. Oleh pengikutnya, Totok dipanggil dengan sebutan Sinuhun, sedangkan sang istri dipanggil Kanjeng Ratu.

‘’Saya minta Pemkab Purworejo dan Dinas Pendidikan Kebudayaan di sana untuk mengusut, berkomunikasi, dan mencari data. Syukur-syukur ada perguruan tinggi untuk mencari dan meneliti keabsahan klaim itu secara akademik,’’ ujar Ganjar, kepada pers di Semarang, Senin (13/1/2020).

Menurut Ganjar, pendekatan komunikasi perlu dilakukan agar tidak timbul pertanyaan-pertanyaan di masyarakat terkait munculnya klaim tersebut. “Perlu ada komunikasi dan diskusi untuk mencari klarifikasi, agar pertanyaan-pertanyaan masyarakat dapat ditemukan jawabannya,’’ ujar Ganjar.

Munculnya “kerajaan” itu terungkap saat Totok secara khusus menggelar jumpa pers, Minggu (12/1/2020) sore, di markas mereka yang disebut keraton.

"Keberadaan kami adalah menunaikan janji 500 tahun dari runtuhnya Kerajaan Majapahit tahun 1518. Wilujengan Keraton Agung Sejagat ini adalah untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Jawa," kata Totok yang bergelar sangat panjang namun hanya disingkat Rangkai Mataram Agung.

Dia mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia dengan dalih bahwa tatanan di dunia ini terbesar adalah kekaisaran dan terkecil berbentuk republik.

"Keraton Agung Sejagat memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa, memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN). Keraton Agung Sejagat memiliki International Court of Justice dan Defense Council. Pentagon adalah Dewan Keamanan KAS, bukan milik Amerika," paparnya panjang lebar.

Dia mengaku memiliki pengikut sebanyak 425 orang yang sangat taat dan mempercayainya. Lebih jauh, Totok bahkan mengklaim “memiliki tugas mengubah semua sistem negara di dunia, baik keuangan, politik, pemerintahan dan lain-lain.”

Namun klaim Totok itu mendapat penolakan dari warga setempat. Jumeri yang rumahnya bersebelahan dengan markas kelompok tersebut mengaku baru tahu jika kelompok itu mengaku sebagai kerajaan. Menurut Jumeri, sejak dulu tidak pernah ada sejarah yang menyebut di Pogung terdapat kerajaan.

"Kami merasa sangat terganggu, karena kegiatan mereka itu tengah malam nyanyi-nyanyi sambil tepuk tangan jadi suaranya membuat warga terganggu,” ungkap Jumeri.

Namun begitu, dia mengaku ada dua orang warga desa yang menjadi pengikut kerajaan tersebut.

Lantas, siapa Totok Santosa Hadiningrat? Dari sejumlah sumber diketahui, Totok pernah melakukan modus serupa. Pada tahun 2016-2017, dia membentuk organisasi bernama Jogja Development Committee (Jogja DEC) yang menjanjikan kepada anggotanya akan mendapatkan uang US$ 100-200 per bulan. Belakangan, banyak anggota Jogja DEC keluar, karena hanya mendapatkan janji kosong.

Di Kerajaan Keraton Agung Sejagat, Totok juga mewajibkan anggotanya membayar uang seragam Rp 3 juta. Selain itu, setiap ada kegiatan kerajaan, tiap anggota juga ditarik iuran, dengan iming-iming kelak akan mendapat gantinya, jika dana dari bank dunia cair. Disinyalir, pengikut kerajaan Totok berasal dari sebagian anggota Jogja DEC yang masih setia.

Aktivitas Totok dan kerajaannya itu, rupanya belum tersentuh aparat hukum. Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani mengatakan, hingga saat ini belum ada pengaduan dan laporan masyarakat.

“Kami menindaklanjuti sesuatu berdasar laporan, namun jika ada keresahan, maka kami bertindak, kamtibmas harus diutamakan," tegas Kompol Andis Arfan Tofani.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab agar seluruh pejabat Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) bisa duduk bersama menghadirkan sejarawan, untuk meneliti tentang klaim kerajaan tersebut. (sp/tri/jos)

See Also

Alasan Pemkab Purworejo Akan Tutup Keraton Agung Sejagat
Keraton Agung Sejagat Akan Ditutup
Polda Jateng Tugaskan Tim Khusus Ke Keraton Agung Sejagat
Polda Jateng Dalami Motif Klaim Berdirinya Keraton Agung Sejagat
Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
TNI Tambah 4 KRI Jaga Natuna
Gempa 6,4 SR Guncang Sinabang
TNI AU Kirim 4 Jet Tempur F-16 Ke Natuna
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Kebakaran Di Mal Lokasari
Ruko Di Jalan Gajah Mada Terbakar
Gedung Hailai Ancol Terbakar
Pesan Presiden Joko Widodo Kepada Menteri-Menteri Barunya
Mahfud MD Mengaku Sudah Dua Kali Menggantikan Wiranto
Komposisi Kabinet Indonesia Maju
Susunan Lengkap Kabinet Indonesia Maju
PT. PLN (Persero) Akan Siapkan 22 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
24 Ribu TNI-Polri Siap Amankan Pelantikan Anggota DPR RI
Lalu Lintas Menuju Gedung DPR MPR RI Lancar
711 Anggota DPR RI Dan DPD RI Terpilih Akan Dilantik Besok
70 Pesantren Dari Jateng & DIY Studi Banding Ke Mawaddah Kudus
KPU Sebut Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden Terpilih Tetap 20 Oktober
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.090.205 Since: 07.04.14 | 0.6939 sec