YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2020, 0

Hot News

Benny Susetyo Sesalkan Pelarangan Ornamen China Di Bangka Belitung

Tuesday, 14 January 2020 | View : 79

siarjustisia.com-JAKARTA.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo angkat bicara soal pelarangan ornamen dan simbol China oleh politisi lokal di Bangka Belitung. Pernyataan politisi di media online lokal menjadi viral serta pro kontra netizen.

”Pelarang (ornamen China) mencerminkan tidak peka terhadap kekayaan tradisi dan tidak paham kebudayan,” ungkap Rm. Antonius Benny Susetyo, Pr. di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Benny Susetyo yang juga budayawan itu mengatakan,  puncak kebudayaan nusantara  merupakan asmiliasasi atau pertemuan budaya kosmopolitan.

”Negara berdasarkan Pancasila yang mengarus utamakan bhinike tungal ika dan praktik persaudaran sejati sudah tertanam. Pelarang seperti ini tidak boleh di negara berdasarkan Pancasila,” cetusnya.

Negara Pancasila menjaga kemajemukan dan setiap warga negara mendapatkan hak nya untuk mengekspresikan nilai tradisi. Nilai tradisi sudah menyatuh dengan budaya lokal.

Menurut Benny Susetyo, tradisi China di Bangka Belitung sudah ada lama dan menyatu dengan budaya se­tempat. Kekhawatiran pe­jabat publik tersebut tidak me­mahami konstitusi dan tidak paham bagaimana merawat keragaman. ”Budaya China itu sudah masuk dan ada di Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan, perayaan Imlek dijadikan hari libur nasional,” katanya.

Ditambahkannya, selain tidak memahami konstitusi, pejabat publik tersebut tidak paham bagaimana merawat keanekaragaman budaya di Indonesia. ”Di Indonesia yang majemuk ini, sudah tidak za­mannya melarang. Apalagi simbol dan ornamen itu diletakkan di tempat wisata yang dapat menarik wisatawan un­tuk memahami budaya China,” ujarnya.

Dijelaskannya, semakin banyak budaya yang ada, me­nambah keragaman dan ke­binekaan di Indonesia. Jadi, tidak perlu khawatir apalagi cemas kalau budaya China akan mencaplok budaya lo­kal. ”Karena memang budaya di Indonesia itu banyak dan beragam,” paparnya. (idps)

See Also

MenkoPolhukam Hadiri Perpisahan Di Kantornya
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Dapil I DKI Jakarta Dikuasai Petahana
Raih Suara Terbanyak Dapil III DKI Jakarta, Grace Natalie Tetap Gagal Ke Senayan
Dirtipidkor Bareskrim Brigjen Pol Erwanto Kurniadi Wafat
KPU Ingatkan Debat Capres Bukan Reality Show
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
Artis Senior Titi Qadarsih Meninggal
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Pendiri Matahari Group Ditemukan Meninggal Di Sungai Ciliwung
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.090.182 Since: 07.04.14 | 0.6923 sec