YouTube Facebook Twitter RSS
29 Feb 2020, 0

Internasional

Penembakan Pesawat Ukraina, Demonstran Tuntut Para Pemimpin Iran Mundur

Tuesday, 14 January 2020 | View : 30
Tags : Iran, Ukraina

siarjustisia.com-TEHERAN.

Warga Iran masih menggelar unjuk rasa memprotes pemerintah terkait insiden jatuhnya sebuah pesawat maskapai Ukraina karena ditembak rudal Iran. Muncul seruan agar para pemimpin Iran mengundurkan diri usai terungkap ada penyangkalan selama beberapa hari sebelum Iran akhirnya mengakui kesalahannya.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Senin (13/1/2020), unjuk rasa pecah sejak Sabtu (11/1/2020) usai militer Iran mengakui tidak sengaja menembak pesawat Ukraine International Airlines yang membawa 176 penumpang dan awak. Unjuk rasa itu berlanjut hingga Minggu (12/1/2020) waktu setempat.

"Mereka berbohong bahwa musuh kita adalah Amerika, musuh kita ada di sini," teriak sekelompok demonstran Iran yang berkumpul di luar sebuah universitas di Teheran, menurut sebuah video yang diposting ke Twitter.

Postingan media sosial menunjukkan para demonstran Iran juga berkumpul di luar sebuah universitas lainnya dan sekelompok demonstran bergerak ke Alun-alun Azadi. Sejumlah video lainnya juga menunjukkan demonstran menggelar aksi di beberapa kota Iran lainnya.

Beberapa media lokal yang terafiliasi pemerintah Iran melaporkan unjuk rasa itu. Aksi protes pada Sabtu (11/1/2020) waktu setempat diwarnai tembakan gas air mata terhadap ribuan demonstran di Teheran. Banyak demonstran meneriakkan 'Matilah diktator' yang ditujukan bagi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam unjuk rasa pada Minggu (12/1/2020) waktu setempat, sejumlah warga Teheran menuturkan kepada Reuters bahwa polisi kalah jumlah dari demonstran. Sejumlah demonstran di Alun-alun Azadi bahkan menyerukan kepada personel kepolisian untuk bergabung dengan mereka dalam aksi protes.

Para demonstran Iran terus meluapkan kemarahan pada pemerintah, dengan banyak demonstran, seperti dilaporkan media lokal Iran, masih meneriakkan sejumlah slogan antipemerintah yang salah satunya berbunyi 'Jatuhkan diktator' yang masih merujuk pada Khamenei.

Kemarahan publik Iran memuncak usai pemerintah menyangkal, selama beberapa hari, soal kesalahan pihak militer telah secara tak sengaja menembak jatuh pesawat maskapai Ukraina. Iran tetap menyangkal bahkan setelah negara-negara Barat, seperti Kanada dan Amerika Serikat (AS) menyebut rudal Iran menjatuhkan pesawat itu.

"Minta maaf dan mundur," tulis surat kabar moderat Iran, Etemad, dalam headline-nya pada Minggu (12/1/2020) waktu setempat.

Ulasan surat kabar itu menyebut 'tuntutan rakyat' adalah meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kesalahan yang membuat pesawat maskapai Ukraina itu jatuh, mengundurkan diri. Diketahui bahwa sebagian besar korban pesawat jatuh itu merupakan warga Iran dan warga Kanada keturunan Iran.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa penyangkalan dan menutup-nutupi kebenaran selama tiga hari terakhir semakin menambah penderitaan dan rasa sakit keluarga dan saya sebagai warga Iran. Ini membuat saya semakin sedih," ucap Zahra Razeghi yang merupakan warga Teheran, seperti dilansir Associated Press.

Otoritas Iran pada Sabtu (11/1/2020) menyebut ditembak jatuhnya pesawat maskapai Ukraina itu sebagai human error atau kesalahan. "Itu bukan human error. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Khamenei dan rezimnya harus pergi," ucap putra salah satu shah Iran yang lengser, Reza Pahlavi, dalam komentar via Twitter. (channelnewsasia/reuters/ap/etemad)

See Also

2.009 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Polisi Singapura Bekuk Penipu Modus Jualan Masker Via Online
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
1.115 Orang Tewas Akibat Virus Corona
Denda Menyetir Sambil Menggunakan HP Di Australia Barat Naik
174 Orang Di Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Virus Corona
Dua Pejabat Kesehatan Provinsi Hubei Dicopot
Jakrapanth Thomma, Penembak Maut Di Mal Bangkok
Kronologi Penembakan Massal Maut Di Mal Bangkok
Penembakan Massal Brutal Di Mal Bangkok
Warga Singapura Panik Borong Belanja
Pemerintah Singapura Naikkan Status Waspada Wabah Virus Corona
Singapura Siaga Wabah Virus Corona
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
61 Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Virus Corona
Raja Arab Saudi Dan Presiden China Bahas Virus Korona
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.287.353 Since: 07.04.14 | 0.6454 sec