YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2020, 0

Nusantara

Polda Jateng Tugaskan Tim Khusus Ke Keraton Agung Sejagat

Tuesday, 14 January 2020 | View : 20

siarjustisia.com-SEMARANG.

Polda Jawa Tengah mengirimkan tim khusus ke Purworejo untuk mengumpulkan keterangan terkait ramainya pemberitaan soal munculnya "kerajaan" Keraton Agung Sejagat.

"Hari ini tim bergerak ke Purworejo untuk melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi," ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, di MaPolda Jateng, Jl. Pahlawan No.1, Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Selasa (14/1/2020).

Tim khusus dipimpin Direskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto.

Kombes Pol. Budi Haryanto menambahkan, pihaknya akan meneliti apakah ada unsur makar atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diniatkan pendiri dan pengikut keraton tersebut.

"Kalau perbuatan dan kegiatan tersebut bertujuan memisahkan diri dari NKRI kita jerat dengan pasal makar 106 KUHP," ujar Budi.

Sementara itu, pengikut KAS mulai buka suara. Namono, warga Desa Pogungjurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, itu mengaku kenal dengan pemimpin KAS, Totok Santosa sejak bergabung di Jogja DEC.

"Dulu saya memang ikut DEC (Jogja Dec), tapi keluar, mau ngaso, di hati kurang sreg," kata Namono yang diberi pangkat Jendral dalam Keraton Agung Sejagat.

Jarak rumahnya sangat dekat dengan bangunan yang dianggap Keraton Agung Sejagat.

Pria lanjut usia ini mengaku mengikuti Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa karena percaya dia adalah Sang Ratu Adil yang ditakdirkan menjadi pemimpin bumi.

Namun, dia menjawab tidak tahu saat ditanya apakah pemimpin Jogja DEC dan Keraton Agung Sejagat adalah orang yang sama.

Namono juga tidak mengaku ketika ditanya berapa biaya untuk menjadi pengikut kerajaan.

"Saya ini orang tidak punya, dari mana punya uang untuk membayar," katanya.

Namun, istri Namono, Utami mengatakan hal sebaliknya. Menurut Utami, Namono sering meminta uang untuk kepentingan kegiatan Keraton Agung Sejagat.

"Minta saya itu sudah banyak, ya ada sekitar Rp 2 juta. Yang uang dia sendiri saya tidak tahu berapa. Selama tiga tahun gabung, suami saya belum pernah 'digaji', katanya jenderal tapi tidak pernah digaji," kata Utami.

Tak hanya uang, setiap ada acara, para istri anggota Keraton Agung Sejagat juga diharuskan memasak untuk acara. Biasanya mereka patungan seadanya.

Sumarmi, warga desa yang rumahnya berada persis di samping bangunan keraton mengaku memperoleh informasi bahwa setiap anggota yang mendaftar menyetorkan sejumlah uang.

"Saya tanya ke anggota Keraton Agung Sejagat, untuk level pejabat kecamatan bayar Rp 3 juta, level pejabat kabupaten Rp 7 juta dan level gubernur Rp 14 juta," ujarnya.

Seorang pegawai BMT di Purworejo juga mengaku, ada beberapa nasabahnya yang sampai meminjam uang puluhan juta.

"Nasabah saya P, pernah cerita kalau dijanjikan gaji Rp 10 juta per bulan. Kalau memang gajinya besar ya pasti nyicilnya lancar. Orang-orang tersebut (anggota Keraton Agung Sejagat) nyicil saja susah," ujarnya, yang minta namanya dirahasiakan.

Pengikut Keraton Agung Sejagat kebanyakan berasal dari luar Kabupaten Purworejo. Mereka mengaku dari Yogya, Klaten bahkan ada dari Lampung. (sp)

See Also

Alasan Pemkab Purworejo Akan Tutup Keraton Agung Sejagat
Keraton Agung Sejagat Akan Ditutup
Polda Jateng Dalami Motif Klaim Berdirinya Keraton Agung Sejagat
Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
TNI Tambah 4 KRI Jaga Natuna
Gempa 6,4 SR Guncang Sinabang
TNI AU Kirim 4 Jet Tempur F-16 Ke Natuna
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Kebakaran Di Mal Lokasari
Ruko Di Jalan Gajah Mada Terbakar
Gedung Hailai Ancol Terbakar
Pesan Presiden Joko Widodo Kepada Menteri-Menteri Barunya
Mahfud MD Mengaku Sudah Dua Kali Menggantikan Wiranto
Komposisi Kabinet Indonesia Maju
Susunan Lengkap Kabinet Indonesia Maju
PT. PLN (Persero) Akan Siapkan 22 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
24 Ribu TNI-Polri Siap Amankan Pelantikan Anggota DPR RI
Lalu Lintas Menuju Gedung DPR MPR RI Lancar
711 Anggota DPR RI Dan DPD RI Terpilih Akan Dilantik Besok
70 Pesantren Dari Jateng & DIY Studi Banding Ke Mawaddah Kudus
KPU Sebut Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden Terpilih Tetap 20 Oktober
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.090.453 Since: 07.04.14 | 0.707 sec