YouTube Facebook Twitter RSS
29 Feb 2020, 0

Nusantara

Polda Jateng Tugaskan Tim Khusus Ke Keraton Agung Sejagat

Tuesday, 14 January 2020 | View : 49

siarjustisia.com-SEMARANG.

Polda Jawa Tengah mengirimkan tim khusus ke Purworejo untuk mengumpulkan keterangan terkait ramainya pemberitaan soal munculnya "kerajaan" Keraton Agung Sejagat.

"Hari ini tim bergerak ke Purworejo untuk melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi," ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, di MaPolda Jateng, Jl. Pahlawan No.1, Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Selasa (14/1/2020).

Tim khusus dipimpin Direskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto.

Kombes Pol. Budi Haryanto menambahkan, pihaknya akan meneliti apakah ada unsur makar atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diniatkan pendiri dan pengikut keraton tersebut.

"Kalau perbuatan dan kegiatan tersebut bertujuan memisahkan diri dari NKRI kita jerat dengan pasal makar 106 KUHP," ujar Budi.

Sementara itu, pengikut KAS mulai buka suara. Namono, warga Desa Pogungjurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, itu mengaku kenal dengan pemimpin KAS, Totok Santosa sejak bergabung di Jogja DEC.

"Dulu saya memang ikut DEC (Jogja Dec), tapi keluar, mau ngaso, di hati kurang sreg," kata Namono yang diberi pangkat Jendral dalam Keraton Agung Sejagat.

Jarak rumahnya sangat dekat dengan bangunan yang dianggap Keraton Agung Sejagat.

Pria lanjut usia ini mengaku mengikuti Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa karena percaya dia adalah Sang Ratu Adil yang ditakdirkan menjadi pemimpin bumi.

Namun, dia menjawab tidak tahu saat ditanya apakah pemimpin Jogja DEC dan Keraton Agung Sejagat adalah orang yang sama.

Namono juga tidak mengaku ketika ditanya berapa biaya untuk menjadi pengikut kerajaan.

"Saya ini orang tidak punya, dari mana punya uang untuk membayar," katanya.

Namun, istri Namono, Utami mengatakan hal sebaliknya. Menurut Utami, Namono sering meminta uang untuk kepentingan kegiatan Keraton Agung Sejagat.

"Minta saya itu sudah banyak, ya ada sekitar Rp 2 juta. Yang uang dia sendiri saya tidak tahu berapa. Selama tiga tahun gabung, suami saya belum pernah 'digaji', katanya jenderal tapi tidak pernah digaji," kata Utami.

Tak hanya uang, setiap ada acara, para istri anggota Keraton Agung Sejagat juga diharuskan memasak untuk acara. Biasanya mereka patungan seadanya.

Sumarmi, warga desa yang rumahnya berada persis di samping bangunan keraton mengaku memperoleh informasi bahwa setiap anggota yang mendaftar menyetorkan sejumlah uang.

"Saya tanya ke anggota Keraton Agung Sejagat, untuk level pejabat kecamatan bayar Rp 3 juta, level pejabat kabupaten Rp 7 juta dan level gubernur Rp 14 juta," ujarnya.

Seorang pegawai BMT di Purworejo juga mengaku, ada beberapa nasabahnya yang sampai meminjam uang puluhan juta.

"Nasabah saya P, pernah cerita kalau dijanjikan gaji Rp 10 juta per bulan. Kalau memang gajinya besar ya pasti nyicilnya lancar. Orang-orang tersebut (anggota Keraton Agung Sejagat) nyicil saja susah," ujarnya, yang minta namanya dirahasiakan.

Pengikut Keraton Agung Sejagat kebanyakan berasal dari luar Kabupaten Purworejo. Mereka mengaku dari Yogya, Klaten bahkan ada dari Lampung. (sp)

See Also

Presiden Joko Widodo Tegaskan Pemerintah Tak Akan Pulangkan ISIS Eks WNI
Laksdya TNI Aan Kurnia Dilantik Jadi Kabakamla
Menpan RB Sebut Pemerintah Tanpa Pers Tidak Ada Gunanya
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Panglima TNI Tunggu Perintah Menlu Evakuasi WNI Di China
Presiden Joko Widodo Hadiri Perayaan Imlek Nasional
Pengerjaan Proyek Revitalisasi Monas Dihentikan
Presiden Joko Widodo Katakan Pemerintah Belum Bisa Evakuasi WNI Dari China
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Alasan Pemkab Purworejo Akan Tutup Keraton Agung Sejagat
Keraton Agung Sejagat Akan Ditutup
Polda Jateng Dalami Motif Klaim Berdirinya Keraton Agung Sejagat
Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
TNI Tambah 4 KRI Jaga Natuna
Gempa 6,4 SR Guncang Sinabang
TNI AU Kirim 4 Jet Tempur F-16 Ke Natuna
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Kebakaran Di Mal Lokasari
Ruko Di Jalan Gajah Mada Terbakar
Gedung Hailai Ancol Terbakar
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.287.545 Since: 07.04.14 | 0.7092 sec