YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jun 2019, 0

Ekonomi

Franky Sibarani Resmi Jadi Kepala BKPM

Friday, 28 November 2014 | View : 1240

siarjustisia.com-SBN.

Presiden Indonesia ke-7 yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014 terpilih bersama Wakil Presiden Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK dalam Pemilu Presiden (pilpres) 2014, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ telah menunjuk Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Franky Sibarani sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Mahendra Siregar.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Franky Sibarani sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), akan menggantikan Kepala BKPM sebelumnya, Mahendra Siregar yang telah mengundurkan diri per 20 Oktober 2014 lalu. Layaknya Franky Sibarani, saat itu, pemilihan Mahendra Siregar juga ditunjuk langsung oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggantikan posisi Chatib Basri.

Bos Garuda Food tersebut, Franky Sibarani akhirnya resmi dilantik menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini.

Presiden Jokowi dan Franky Sibarani pun menandatangani Berita Acara Pengangkatan Bos Garuda Food tersebut sebagai Kepala BKPM.

Selain pelantikan Franky Sibarani, Presiden Jokowi juga akan melantik bersamaan dengan dua Kepala Lembaga Negara lainnya yakni politikus Partai Golongan Karya (Golkar) Nusron Wahid sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Kemudian Letjen TNI Purn. Sofian Effendi sebagai Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara.

Ketiganya dilantik oleh Presiden Joko Widodo sekitar pukul 16.30 WIB di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengaku akan membuat One Stop Shop dan One Stop Service di Indonesia yang dimana hal itu akan dialokasikan ke BKPM.

Komitmen ini ditujukan dalam rangka mempercepat proses perizinan bagi para pemegang modal untuk melakukan investasi di Indonesia.

Seusai pelantikan yang dihadiri Wakil Presiden Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK, Kamis (27/11/2014) di Istana Negara, Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan akan menyelesaikan kendala perizinan dan mendorong investor agar berinvestasi. "Karena itu, dalam tiga atau enam bulan ke depan perizinan akan dibenahi. Saya melihat juga Kementerian sudah fokus menyederhanakan," katanya.

Menurut Franky Sibarani, layanan perizinan harus lebih cepat, lebih sederhana, transparan, dan terintegrasi. Selain antar-Kementerian, integrasi layanan perizinan juga antara Pusat dan Daerah.

Seusai acara serah terima jabatan Kepala BKPM dari pejabat lama Mahendra Siregar, Franky Sibarani menambahkan penyederhanaan dan pengintegrasian perizinan sebenarnya tidak sulit. Secara teknis, One Stop Service atau layanan satu atap nasional tetap ditangani BKPM.

"Dalam meningkatkan daya saing, salah satu yang perlu dibenahi adalah proses perizinan," papar Franky Sibarani. "Tinggal bagaimana sekarang mewujudkannya," pungkas Franky Sibarani.

Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani, S.E., M.Si. menilai, penunjukan Franky Sibarani sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan latar belakang sebagai pengusaha adalah langkah yang baik. "Ya dia kan pengusaha, mestinya kalau pengusaha dikasih kewenangan untuk itu bisa lebih bagus," kata alumnus S2 Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial (FISIP) Administrasi Niaga Universitas Indonesia Jakarta pada tahun 1995 itu, ditemui di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2014).

Apalagi menurut Ketua Jurusan Manajemen Universitas Paramadina sejak Juni 2002 hingga sekarang ini, Aviliani, Franky Sibarani yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) banyak bersinggungan dengan buruh dan pengusaha. Itu menjadi pertimbangan untuk mengurus investor-investor yang berminat membenamkan investasinya di Indonesia. "Di Apindo banyak berkaitan dengan buruh, berkaitan dengan pengusaha Saya rasa kita tidak lihat itu sebagai sesuatu yang jelek," tukas peneliti Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Namun ekonom INDEF ini mengingatkan tugas Franky Sibarani ke depannya tidaklah mudah karena harus bekerja sama dengan semua Kementerian yang memberi izin meskipun saat ini Pemerintah menetapkan BKPM sebagai Single Window untuk masalah perizinan (One Stop Service). “Cuma problemnya BKPM ini kan men-deliver izin-izin di Kementerian, jadi dia harus bekerja berat untuk mencari berbagai aturan yang ada di daerah, harus konsolidasi," cetus alumnus S1 Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Atmajaya Jakarta pada tahun 1985. (jos)

See Also

Bursa Asia Bervariasi
Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
Bursa Saham AS Turun
12 Pelabuhan & Bandar Udara Deklarasi Zona Integritas
Rabobank Indonesia Resmi Hengkang Dari Indonesia
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.991.874 Since: 07.04.14 | 0.5541 sec