YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

Kalapas Sukamiskin Benarkan Vonis Bebas Terpidana Pembunuh Munir

siarjustisia.com-BANDUNG.

Terpidana kasus pembunuhan aktivis Hak Azasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Prijanto menerima Pembebasan Bersyarat (PB) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Jumat (28/11/2014).

Pembebasan bersyarat itu diterima Pollycarpus Budihari Prijanto setelah dia menjalani 8 tahun dari 14 tahun masa hukumannya.

Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin  Bandung, Marselina Budiningsih membenarkan pembebasan bersyarat Pollycarpus Budihari Prijanto tersebut. "Tapi, malam ini yang bersangkutan (Pollycarpus) masih di dalam LP," ungkap Marselina Budiningsih saat dihubungi melalui telepon, Jumat (28/11/2014) malam.

Menurut Marselina Budiningsih, Pollycarpus Budihari Prijanto memenuhi syarat untuk mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB).

Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin  Bandung, Marselina Budiningsih, mengungkapkan, pemberian Pembebasan Bersyarat (PB) untuk mantan pilot Garuda Indonesia itu karena dia menunjukan perilaku cukup baik selama menjadi narapidana. "Perilakunya baik dan tidak pernah aneh-aneh," terang Marselina Budiningsih saat dihubungi wartawan, Jumat (28/11/2014) malam.

Selain selama ini berkelakuan baik, dia juga sudah menjalani masa pidana selama lebih dari dua pertiga hukuman yang dijatuhkan.

Ditanya soal status PB yang diterima oleh Pollycarpus Budihari Prijanto, Marselina Budiningsih menjelaskan bahwa pengajuan PB tersebut sebenarnya sudah cukup lama. "Harusnya dapat (PB) sudah lama banget," ujarnya.

Namun karena harus melalui proses administrasi dan penilaian perilaku, PB tersebut baru diberikan sekarang. "Ini sebenarnya sudah terlambat," bebernya.

Ditanya berapa lama sebenarnya Pollycarpus Budihari Prijanto sudah menjalani pidana, Marselina Budiningsih tidak menjawab. Demikian pula ketika ditanya total remisi atau pengurangan yang diterima Pollycarpus Budihari Prijanto. "Saya sudah membuat laporan detail ke Ditjen Pemasyarakatan. Nanti dijelaskan Ditjenpas," tukas Marselina Budiningsih. (jos/tri)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.405 Since: 07.04.14 | 0.5968 sec