YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

Kronologi Penangkapan Edi Palembang, Perampok Tewaskan Polisi

siarjustisia.com-PEKANBARU.

Akrardinata alias Riki alias Dina alias Edi Palembang tenar di kampung halamannya, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, provinsi Sumatera Barat, tewas dalam baku tembak dengan polisi dalam penyergapan saat menginap di kontrakan temannya bernama BS alias Bujang di kawasan Srengseng, Kampung Sawah Balong RT06/RW04 3A, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (1/12/2014) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Akrardinata alias Dina alias Edi Palembang (EP), tewas saat ditangkap polisi karena melakukan perlawanan.

Selama menginap di kontrakan BS, sehari-harinya baik Edi Palembang maupun temannya tersebut cenderung tertutup kepada para tetangga dan tidak bergaul dengan warga. Dan mereka juga tidak melapor ke RT setempat.

Naasnya, EP tewas di kloset kamar mandi di bagian belakang kontrakan. Kontrakan itu disewa oleh BS alias Bujang biaya sebesar Rp 700 ribu tersebut sudah termasuk biaya listrik dan air dari pemilik rumah kontrakan bernama Makmun (50 tahun).

BS merupakan teman dari EP. Pada Minggu (30/11/2014) kemarin, BS kehadiran tamu yakni EP dan satu pria lagi tidak diketahui identitasnya.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Riau, Kombes Pol Arif Rahman Hakim membenarkan hal ini dan menyatakan tertangkapnya Edi Palembang, setelah personel menguntitnya, membuntutinya, dan melakukan penyergapan, Senin (1/12/2014) dinihari tadi, sekitar pukul 04.00 WIB.

"Benar, dan pelaku kita kepung, lalu terjadi kontak senjata beberapa menit, EP sempat tertembus peluru, dan tewas di lokasi penyergapan," ungkap Kombes Pol Arif Rahman Hakim.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, penangkapan Edi Palembang dilakukan di Kembangan, Jakarta Barat. Kembangan, Jakarta Barat, akhirnya menjadi lokasi terakhir pelarian buronan Polda Jambi, Akrardinata alias Dina alias Edi Palembang. Setelah kucing-kucingan dengan anggota Polda Jambi, EP sempat berhasil lolos dan kabur kala disergap tim gabungan di Sarolangun Jambi. Namun kali ini, pelaku yang dikenal licin itu tak berkutik, hingga akhirnya tewas usai baku tembak dengan anggota Polda Jambi.

Menurut informasi yang dirangkum wartawan, sebelum ditangkap cincin yang biasa dipakai EP diambil oleh seorang wanita yang merayunya. Setelah wanita itu pergi dengan alasan ke toilet, EP bersama dua temannya meninggalkan lokasi tempat dia makan. “Ada wanita yang membawa cincinnya, sebab beberapa kali saat disergap, EP kerap lolos meski sempat ditembak,” beber salah seorang sumber kepada awak media yang enggan disebutkan namanya, di Polda Riau, Senin (1/12/2014).

Sebelumnya, Edi Palembang, berhasil kabur kala disergap tim gabungan di Sarolangun Jambi. Namun kali ini, pelaku yang dikenal licin itu tak berkutik, hingga akhirnya tewas usai baku tembak.

Edi Palembang sudah 3 kali ditangkap namun lolos meski beberapa kali diberondong peluru. Perampok yang dikenal licin ini, kerap membawa cincin dan keris yang dipercayai bisa membuatnya kebal dan hilang dari pandangan mata petugas.

Setelah cincin EP dibawa oleh wanita tersebut, EP merasa curiga lalu meninggalkan lokasi tempat dia makan. Saat meninggalkan lokasi itulah EP langsung disergap sekitar 16 personel gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru dengan berkoordinasi bersama Polda Metro Jaya.

Menurut informasi yang dirangkum wartawan, sebelum ditangkap EP bersama dua temannya meninggalkan lokasi tempat dia makan. Saat akan pergi, polisi menghadang, lalu melumpuhkan tubuhnya dengan peluru.

EP yang pernah menembak mati seorang anggota Buser Polsek Senapelan Aipda Anumerta (Bripka) Hariyanto Bahari ini pun, tewas bersimbah darah tertembak di bagian dada.

“Saat akan disergap, Edi melepaskan tembakan ke arah anggota, lalu anggota membalas tembakan hingga akhirnya dia terjatuh akibat terkena tembakan, dan akhirnya meninggal dunia," urai Direktur Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Arif Rahman Hakim, kepada wartawan.

Terkait cincin yang dipakainya sehingga kerap lolos meski 3 kali disergap dan ditembaki tapi tidak kena, polisi tidak bisa membuktikannya secara hukum. “Ya, itu tidak bisa kita buktikan secara hukum, memang beberapa kali saat akan ditangkap, EP kerap lolos,” jelas mantan Dir Res Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Arif Rahman Hakim.

Kabid Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Guntur Aryo Tejo, SIK kepada awak media membenarkan hal itu.

Menurutnya, selain EP, petugas Gabungan Jatanras Polda Riau bersama Satreskrim Polresta Pekanbaru saat itu juga menangkap 2 temannya, yakni inisial BS alias Bujang warga Padang, FW warga Lampung. "Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru mengendus pelarian EP sejak dari kawasan Solok Sumbar, Lubuk Linggau kota Palembang, serta Sarolangun kota Jambi. Bersama dua rekannya BS dan FW, ia pun melanjutkan pelariannya ke Jakarta Barat," urai AKBP Guntur Aryo Tejo, SIK.

Dengan dibantu jajaran Polda Metro Jaya, Edi Palembang (EP) dikepung saat berada di kawasan Srengseng Sawah Balong Kelurahan Srengseng Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. Saat akan ditangkap, pelaku mencoba mengambil senpi miliknya, dan melepas tembakan. Perampok berjuluk raja tega ini akhirnya takluk dalam kepungan 25 personel polisi. “Belajar dari pengalaman sebelumnya, saat pelaku mencoba mengambil senjata api, polisi segera melumpuhkannya, hingga pelaku akhirnya tewas di TKP,” terang AKBP Guntur Aryo Tejo, SIK.

Pascaperistiwa itu, jenazah EP dibawa oleh anggota Polda Jambi termasuk pula BS dan seorang rekan EP serta beberapa barang bukti turut diangkut pihak berwajib.

Saat penggerebekan, di dalam kontrakan ada tiga orang yakni  BS, EP, dan satu pria lagi tidak diketahui identitasnya. Di kontrakan itu, BS tinggal sendiri dan beberapa kali istrinya datang untuk menengok.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 1 pucuk Senjata Api (Senpi) rakitan jenis Revolver berisi 6 butir peluru, 5 unit Hand Phone (HP), serta dompet. “Senjata itu yang digunakan pelaku untuk melakukan perlawanan ketika akan ditangkap, lalu ditembak dan tewas,” papar AKBP Guntur Aryo Tejo, SIK. (tri/jos/mer)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.970.416 Since: 07.04.14 | 0.6006 sec