YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Nusantara

Tim Presidium Penyelamat Partai Golkar Tolak Sanksi Pemecatan

siarjustisia.com-NUSA DUA.

Salah satu elite yang dipecat sebagai kader Partai Golongan Karya (Golkar) adalah Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip., M.Si.

Dikonfirmasi mengenai pemecatannya berdasar keputusan Musyawarah nasional (Munas) ke-IX Bali, Agun Gunandjar Sudarsa menilai itu belum pasti. "Saya tertawa seandainya dipecat sekalipun, karena pemecatan itu tidak sah," cetus Agun Gunandjar Sudarsa, Selasa (2/12/2014).

Menganggap pemecatan oleh Musyawarah nasional (Munas) ke-IX Partai Golkar di Nusa Dua, provinsi Bali tak sah, salah satu anggota Presidium Penyelamat Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menegaskan pihaknya tidak mengakui serta tak menerima keputusan itu.

Mantan Ketua Komisi II DPR RI itu menambahkan, sekali pun pemecatan itu benar tetap tidak memenuhi persyaratan yang diatur dalam AD/ART Partai. Apalagi dilakukan di Munas yang inkonstitusional. "Karena sejak awal kami menyatakan bahwa Munas ke-IX di Bali itu Munas yang tidak sah, Munas yang melanggar AD/ART," tukas Agun Gunandjar Sudarsa dalam keterangannya yang diterima di Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12/2014).

"Dari aspek legal konstitusional, pemecatan tersebut tidak terpenuhi," tegas Agun Gunandjar Sudarsa.

Kata Agun Gunandjar Sudarsa, pemecatan yang dilakukan itu semakin menguatkan tekad dan semangat untuk melaksanakan penyelamatan Partai. Yakni dari oligarki, tindakan kesewenang-wenang yang membuat Partai dalam situasi mencekam. "Dan membuat semakin tidak menarik. Ini akan membuat Partai karam di 2019," pungkasnya.

Karenanya, Agun Gunandjar Sudarsa menyatakan Munas konstitusional sesuai AD/ART yang direncanakan Presidensial akan terus dilakukan dalam rangka penyelamatan dan kejayaan Partai Golkar.

Mantan Ketua DPD Golkar Jawa Timur Zainuddin Amali, S.E. yang dipecat Partai Golkar lewat Musyawarah Nasional (Munas) ke-IX di Nusa Dua, provinsi Bali, pun tertawa menyikapi pemecatannya itu.

"Hehehe...kita lihat saja nanti, permainan baru dimulai," kata mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Zainuddin Amali dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (3/12/2014).

Anggota DPR RI yang mewakili Provinsi Jawa Timur periode 2009-2014 yang juga mantan Ketua Bidang Badan Pemenangan Pemilu Jawa III DPP Partai Golkar, Zainuddin Amali dipecat lewat Munas yang dipimpin Nurdin Halid, tadi siang. Alasannya karena Zainuddin Amali ikut bergabung dengan Agung Laksono Cs yang juga sudah dipecat lantaran mendirikan Tim Presidium Penyelamat Golkar (TPPG).

Ditanya permainan apa yang dimaksud Zainuddin Amali atas pemecatannya tersebut, pihaknya belum mau membeberkan secara detail.

"Ikuti aja babak lanjutan dari episode ini, yang pasti kami di TPPG akan jalan terus dengan program pelaksanaan Munas paling lambat Januari 2015," tegas mantan anggota DPR RI yang mewakili provinsi Gorontalo periode 2004-2009.

Sementara itu, mantan kader Partai Golkar, Dr. Poempida Hidayatulloh, B.Eng.(Hon.), Ph.D., DIC yang bernama lengkap Poempida Hidayatullah Djatiutomo berharap ada rekonsiliasi di Partai berlambang pohon beringin tersebut. Jika tidak ada rekonsiliasi, Partai Golkar akan semakin terpuruk. Di sisi lain, Partai pesaing akan senang dan tepuk tangan kalau terjadi perpecahan. "Saya hanya berharap ada rekonsiliasi. Partai lain akan tersenyum kalau adanya dualisme," tandas Poempida Hidayatulloh di Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Mantan anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang membidangi masalah kependudukan, kesehatan, tenaga kerja, dan transmigrasi, Poempida Hidayatulloh menjelaskan akan terjadi masalah yang sangat panjang kalau terjadi dualisme. Antara dua kubu yang bertikai akan saling gugat dan saling klaim. "Situasi ini akan membahayakan Golkar karena tidak ada lagi soliditas. Yang terjadi malah saling pecat-memecat," tutur mantan anggota DPR RI ini.

Mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) menggantikan Jeffrie Geovanie yang pindah ke Partai Nasional Demokrat (NasDem), Poempida Hidayatulloh memprediksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) adalah Partai yang paling diuntungkan. Pasalnya massa atau pemilih dua partai itu hampir sama dengan massa Golkar. "Partai lainnya juga mengambil manfaat kalau pecah, tetapi PDIP dan NasDem mungkin yang paling diuntungkan," tegas alumnus University of London, Poempida Hidayatulloh. (jos)

See Also

Lombok Diguncang Gempa Lagi 6,2 Skala Richter
Peduli Gempa Lombok, Siswa MA NU TBS Gelar Istighasah
TNI-Polri Kirim Bantuan Ke Daerah Gempa Di Lombok
Gempa Susulan Kembali Terjadi Di Lombok
PT. PLN (Persero) Upayakan Listrik Menyala Di Kepulauan Gili Lombok
Dandim 0716/Demak Tutup TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018
Bhabinkamtibmas Dan Babinsa 03/Wonosalam Bersinergi Amankan Apitan
Terasa Kompak, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Mijen Ramaikan Lomba 17-An
Dialog Interaktif Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Menyambut HUT RI Ke-73
Babinsa 06/Wedung Rela Bagikan Air Bersih Dari Rumah Ke Rumah
Mahasiswa UMK Ikuti Agri-Relationship ASEAN Universities Network
Partai Hanura Ajukan Sengketa Pendaftaran Bacaleg Ke Bawaslu
Guna Matangkan Penutupan TMMD Kodim 0716/Demak Gelar Rakor
Jelang HUT RI Ke-73, Babinsa Latih Paskibraka
Acungan Tangan Mungil Rizki Ajukan Pertanyaan Bagaimana Cara Menjadi TNI Pak Babinsa?
Babinsa Kodim 0716/Demak Bersama Bhabinkamtibmas Turut Serta Pelatihan Ketrampilan
Untuk Pecahkan Rekor MURI, Kodim 0716/Demak Latihan Senam Gemu Famire
UMK Didorong Buka Korean Corner
Al-Jalsah Ula Ma Had Aly TBS
Peran Aktif Babinsa 06/Wedung Terhadap Generasi Penerus
Dandim 0716/Demak Hadiri Pembukaan Manasik Haji II Dan Pelepasan Calon Jemaah Haji Demak
30 Peserta Diklat Pim IV Dapat Materi Wasbang
Kunjungan Tim Wasev Sterad Bidang Komsos Ke Kodim 0716/Demak
Sosok Anak Pedagang Gorengan Yang Ingin Jadi Jenderal
Babinsa Koramil 09/Karangtengah Seleksi Calon Paskibra
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.240 Since: 07.04.14 | 0.6377 sec