YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Nusantara

Tim Presidium Penyelamat Partai Golkar Tolak Sanksi Pemecatan

siarjustisia.com-NUSA DUA.

Salah satu elite yang dipecat sebagai kader Partai Golongan Karya (Golkar) adalah Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip., M.Si.

Dikonfirmasi mengenai pemecatannya berdasar keputusan Musyawarah nasional (Munas) ke-IX Bali, Agun Gunandjar Sudarsa menilai itu belum pasti. "Saya tertawa seandainya dipecat sekalipun, karena pemecatan itu tidak sah," cetus Agun Gunandjar Sudarsa, Selasa (2/12/2014).

Menganggap pemecatan oleh Musyawarah nasional (Munas) ke-IX Partai Golkar di Nusa Dua, provinsi Bali tak sah, salah satu anggota Presidium Penyelamat Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menegaskan pihaknya tidak mengakui serta tak menerima keputusan itu.

Mantan Ketua Komisi II DPR RI itu menambahkan, sekali pun pemecatan itu benar tetap tidak memenuhi persyaratan yang diatur dalam AD/ART Partai. Apalagi dilakukan di Munas yang inkonstitusional. "Karena sejak awal kami menyatakan bahwa Munas ke-IX di Bali itu Munas yang tidak sah, Munas yang melanggar AD/ART," tukas Agun Gunandjar Sudarsa dalam keterangannya yang diterima di Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12/2014).

"Dari aspek legal konstitusional, pemecatan tersebut tidak terpenuhi," tegas Agun Gunandjar Sudarsa.

Kata Agun Gunandjar Sudarsa, pemecatan yang dilakukan itu semakin menguatkan tekad dan semangat untuk melaksanakan penyelamatan Partai. Yakni dari oligarki, tindakan kesewenang-wenang yang membuat Partai dalam situasi mencekam. "Dan membuat semakin tidak menarik. Ini akan membuat Partai karam di 2019," pungkasnya.

Karenanya, Agun Gunandjar Sudarsa menyatakan Munas konstitusional sesuai AD/ART yang direncanakan Presidensial akan terus dilakukan dalam rangka penyelamatan dan kejayaan Partai Golkar.

Mantan Ketua DPD Golkar Jawa Timur Zainuddin Amali, S.E. yang dipecat Partai Golkar lewat Musyawarah Nasional (Munas) ke-IX di Nusa Dua, provinsi Bali, pun tertawa menyikapi pemecatannya itu.

"Hehehe...kita lihat saja nanti, permainan baru dimulai," kata mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Zainuddin Amali dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (3/12/2014).

Anggota DPR RI yang mewakili Provinsi Jawa Timur periode 2009-2014 yang juga mantan Ketua Bidang Badan Pemenangan Pemilu Jawa III DPP Partai Golkar, Zainuddin Amali dipecat lewat Munas yang dipimpin Nurdin Halid, tadi siang. Alasannya karena Zainuddin Amali ikut bergabung dengan Agung Laksono Cs yang juga sudah dipecat lantaran mendirikan Tim Presidium Penyelamat Golkar (TPPG).

Ditanya permainan apa yang dimaksud Zainuddin Amali atas pemecatannya tersebut, pihaknya belum mau membeberkan secara detail.

"Ikuti aja babak lanjutan dari episode ini, yang pasti kami di TPPG akan jalan terus dengan program pelaksanaan Munas paling lambat Januari 2015," tegas mantan anggota DPR RI yang mewakili provinsi Gorontalo periode 2004-2009.

Sementara itu, mantan kader Partai Golkar, Dr. Poempida Hidayatulloh, B.Eng.(Hon.), Ph.D., DIC yang bernama lengkap Poempida Hidayatullah Djatiutomo berharap ada rekonsiliasi di Partai berlambang pohon beringin tersebut. Jika tidak ada rekonsiliasi, Partai Golkar akan semakin terpuruk. Di sisi lain, Partai pesaing akan senang dan tepuk tangan kalau terjadi perpecahan. "Saya hanya berharap ada rekonsiliasi. Partai lain akan tersenyum kalau adanya dualisme," tandas Poempida Hidayatulloh di Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Mantan anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang membidangi masalah kependudukan, kesehatan, tenaga kerja, dan transmigrasi, Poempida Hidayatulloh menjelaskan akan terjadi masalah yang sangat panjang kalau terjadi dualisme. Antara dua kubu yang bertikai akan saling gugat dan saling klaim. "Situasi ini akan membahayakan Golkar karena tidak ada lagi soliditas. Yang terjadi malah saling pecat-memecat," tutur mantan anggota DPR RI ini.

Mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) menggantikan Jeffrie Geovanie yang pindah ke Partai Nasional Demokrat (NasDem), Poempida Hidayatulloh memprediksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) adalah Partai yang paling diuntungkan. Pasalnya massa atau pemilih dua partai itu hampir sama dengan massa Golkar. "Partai lainnya juga mengambil manfaat kalau pecah, tetapi PDIP dan NasDem mungkin yang paling diuntungkan," tegas alumnus University of London, Poempida Hidayatulloh. (jos)

See Also

Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.126 Since: 07.04.14 | 0.5964 sec