YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Nusantara

Haji Lulung Tegaskan Saya Orang Pertama Bilang Tak Ada Boleh Larang Ahok Jadi Gubernur

siarjustisia.com-JAKARTA.

Rapat paripurna DPRD DKI telah resmi mengesahkan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Namun, pemandangan yang menarik tergambarkan dan terjadi sesaat sebelum sidang paripurna pengesahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dimulai.

Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. tampak mesra bersama tiga pimpinan DPRD DKI yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Mereka adalah Wakil Ketua DPRD DKI, Muhammad Taufik dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Abraham Lunggana atau Lulung dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Ir. Triwisaksana, M.Sc. atau Sani dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Keakraban mereka terlihat dalam sebuah ruangan VIP di Gedung DPRD DKI.

Di sana, Basuki Tjahaja Purnama terlihat duduk di samping Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Sofa yang berada di sisi kanan Basuki Tjahaja Purnama ditempati oleh Muhammad Taufik dan Haji Lulung. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlihat mengobrol akrab dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

Sementara Sani yang datang terlambat duduk di dekat tempat duduk Prasetyo Edi Marsudi.

Sambil meminum segelas es cendol, Basuki Tjahaja Purnama tampak mengobrol akrab dengan Haji Lulung dan Muhammad Taufik yang berada di sampingnya. Sesekali ia tertawa dan ditepuk pundaknya oleh Haji Lulung. Tidak diketahui topik pembicaraan apa yang dibicarakan oleh eksekutif dan legislatif itu.

Pemandangan itu sangat menarik karena sebelumnya tiga pimpinan ini menolak pelantikan Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ir. Triwisaksana, M.Sc. dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Mayjen. TNI (Purn.) H. Ferrial Sofyan dari Partai Demokrat (PD), serta Lulung Abraham Lunggana atau Haji Lulung dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga berencana bakal mengajukan hak interpelasi kepada Basuki Tjahaja Purnama.

Selama lebih kurang 15 menit berada di dalam ruang VIP, mereka berlima keluar bersama. Muhammad Taufik keluar terlebih dahulu bersama Prasetyo Edi Marsudi dan Haji Lulung. Basuki Tjahaja Purnama dan Sani mengikuti berjalan di belakangnya. Hanya H. Ferrial Sofyan, pimpinan DPRD DKI, yang tidak menghadiri sidang paripurna.

Saat masuk ke dalam ruang sidang paripurna, Basuki Tjahaja Purnama langsung disambut oleh anggota Fraksi Partai Gerindra, Mohammad Sanusi. Mohammad Sanusi langsung merangkul dan cipika-cipiki dengan pria yang akrab disapa Ahok itu. Basuki Tjahaja Purnama pun langsung membalas rangkulan dan menyalami Mohammad Sanusi.

Pemandangan keakraban antara Basuki Tjahaja Purnama dan pimpinan DPRD DKI yang berasal dari KMP berlanjut hingga di meja pimpinan. Haji Lulung yang duduk paling dekat dengan Basuki Tjahaja Purnama tampak terus mengajak mengobrol Basuki Tjahaja Purnama. Pemandangan menarik itu pun mendapat perhatian para anggota DPRD DKI Jakarta yang menghadiri sidang paripurna. "Cie... cie...," seru anggota DPRD DKI Jakarta lainnya menggoda.

Wakil Ketua DPRD DKI Lulung Abraham ‘Lulung’ Lunggana atau Haji Lulung dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku tidak memiliki masalah pribadi apapun dengan Gubernur DKI Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama. Maka itu, keduanya terlihat akrab bercakap-cakap menjelang rapat paripurna pengumuman struktur kelengkapan di Gedung DPRD DKI, Senin (8/12/2014).

Haji Lulung yang ditemui sesuai mengikuti paripurna, membeberkan isi pembicaraannya dengan Basuki Tjahaja Purnama. Dalam pembicaraannya itu, ternyata dia meminta kepada Basuki Tjahaja Purnama untuk tidak menganggapnya sebagai musuh.

“Kita selama ini enggak ada apa-apa. Tadi saya cuma ngomong ke Pak Ahok, saya bilang ke Pak Ahok 'tolong jangan saya dianggap musuh'. Saya tidak pernah bermusuhan. Kapan kita bermusuhan? Kalau Anda omongannya kurang baik, saya wajib meluruskan, saya ingetin dong, kan dia mitra saya, masak saya kagak ngingetin," tutur Haji Lulung usai acara tersebut di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (8/12/2014).

Dia pun menceritakan pula tanggapan Basuki Tjahaja Purnama terkait permintaannya itu. "Oh iya, positif aja," kata Haji Lulung.

Haji Lulung pun meluruskan tentang pemberitaan yang beredar bahwa dia selalu mengkritik langkah Basuki Tjahaja Purnama semenjak ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI. "Sebagai mitra saya bukan kritik, saya hanya beri masukan," tegasnya.

Haji Lulung kemudian menilai bahwa selama ini ia tidak pernah mengkritisi Basuki Tjahaja Purnama terkait kinerja. "Saya tidak mengkritisi soal prestasi kok, soal perilaku aja. Ahok ngomongnya jangan sembarangan. Saya pernah hajar Ahok soal itu (kinerja). Kalau dia (Ahok) ngomongnya agak belok, ya kan saya wajib lurusin," tukas politisi PPP itu.

Lulung Abraham Lunggana atau Haji Lulung lalu mengingatkan kembali pernyataannya usai acara Lebaran Betawi di Lapangan Monas beberapa bulan lalu. Saat itu, Haji Lulung menyatakan tidak boleh ada pihak yang menghambat naiknya Basuki Tjahaja Purnama, yang ketika itu masih menjabat Wakil Gubernur, sebagai Gubernur.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pula menegaskan, dia adalah orang pertama yang mendukung langkah Basuki Tjahaja Purnama untuk menduduki posisi Gubernur DKI Jakarta setelah ditinggal Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa 'Jokowi' yang terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2014 lalu.

"Inget lho, kawan-kawan, jangan lupa! Saya adalah orang yang pertama mengatakan tidak ada yang boleh melarang Ahok jadi Gubernur kalau Jokowi jadi Presiden karena itu konstitusi," cetusnya. "Saya adalah orang pertama yang tidak melarang Ahok untuk jadi Gubernur DKI setelah Jokowi mundur. Karena itu sesuai dengan konstitusi," pungkasnya.

Sidang paripurna dihadiri oleh 81 anggota dan hingga pukul 14.30 WIB, Sekretaris Dewan (Sekwan) Mangara Pardede masih membacakan satu per satu anggota komisi DPRD DKI. (jos)

See Also

Alasan Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil
Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil Sebagai Cagub Jabar 2018
Isi SK Pencabutan Dukungan DPP Partai Golkar Untuk Ridwan Kamil
UMK Timba Ilmu Tata Kelola Administrasi Akademik Di UMS
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Sempatkan Salat Dzuhur Di Masjid Agung Demak Bersama Dandim
Mahasiswa UMK Dimotivasi Cari Pengalaman Global
Pengasuh Ponpes Giri Kusumo Mengapresiasi Kunjungan Dandim 0716/Demak
Dandim 0716/Demak Buka Apel Danramil-Babinsa Kodim 0716/Demak
Babinsa 10/Guntur Melepas Warganya Yang Dipasung
Babinsa 03/Wonosalam Bantu Warga Buat Tanggul
Dandim 0716/Demak Yang Baru Hadiri Acara Lepas Sambut Kapolres Demak
Dandim 0716/Demak Kulonuwun Bersama Tokoh Ulama Demak
Mapala Arga Dahana Tanam Mangrove Di Pulau Panjang
Tes Urine Dilaksanakan Secara Mendadak Oleh Staf Intel Kodim 0716/Demak Dan Sub Denpom IV/3-2 Pati
Dandim 0716/Demak Sebut Tradisi Ini Merupakan Perjalanan Awal
Dandim 0716/Demak Memberikan Motivasi Lewat Jam Komandan
Sertijab Panglima TNI Berlangsung Di Mabes TNI Cilangkap
Akademisi Dari Berbagai PT Kolaborasi Tulis Paper Untuk MECnIT 2017
Pernyataan Lengkap Presiden Joko Widodo Kecam Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Indonesia Kecam Langkah Donald Trump Soal Jerusalem
Banjir Dan Longsor Di Pacitan
Survei Capres Indo Barometer
Survei Cawapres Indo Barometer
Banjir Rendam Pacitan Mulai Surut
Banjir Landa Kota Tebing Tinggi Surut
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.007.953 Since: 07.04.14 | 0.665 sec