YouTube Facebook Twitter RSS
24 Oct 2018, 0

Nusantara

Haji Lulung Tegaskan Saya Orang Pertama Bilang Tak Ada Boleh Larang Ahok Jadi Gubernur

siarjustisia.com-JAKARTA.

Rapat paripurna DPRD DKI telah resmi mengesahkan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Namun, pemandangan yang menarik tergambarkan dan terjadi sesaat sebelum sidang paripurna pengesahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dimulai.

Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. tampak mesra bersama tiga pimpinan DPRD DKI yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Mereka adalah Wakil Ketua DPRD DKI, Muhammad Taufik dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Abraham Lunggana atau Lulung dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Ir. Triwisaksana, M.Sc. atau Sani dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Keakraban mereka terlihat dalam sebuah ruangan VIP di Gedung DPRD DKI.

Di sana, Basuki Tjahaja Purnama terlihat duduk di samping Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Sofa yang berada di sisi kanan Basuki Tjahaja Purnama ditempati oleh Muhammad Taufik dan Haji Lulung. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlihat mengobrol akrab dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

Sementara Sani yang datang terlambat duduk di dekat tempat duduk Prasetyo Edi Marsudi.

Sambil meminum segelas es cendol, Basuki Tjahaja Purnama tampak mengobrol akrab dengan Haji Lulung dan Muhammad Taufik yang berada di sampingnya. Sesekali ia tertawa dan ditepuk pundaknya oleh Haji Lulung. Tidak diketahui topik pembicaraan apa yang dibicarakan oleh eksekutif dan legislatif itu.

Pemandangan itu sangat menarik karena sebelumnya tiga pimpinan ini menolak pelantikan Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ir. Triwisaksana, M.Sc. dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Mayjen. TNI (Purn.) H. Ferrial Sofyan dari Partai Demokrat (PD), serta Lulung Abraham Lunggana atau Haji Lulung dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga berencana bakal mengajukan hak interpelasi kepada Basuki Tjahaja Purnama.

Selama lebih kurang 15 menit berada di dalam ruang VIP, mereka berlima keluar bersama. Muhammad Taufik keluar terlebih dahulu bersama Prasetyo Edi Marsudi dan Haji Lulung. Basuki Tjahaja Purnama dan Sani mengikuti berjalan di belakangnya. Hanya H. Ferrial Sofyan, pimpinan DPRD DKI, yang tidak menghadiri sidang paripurna.

Saat masuk ke dalam ruang sidang paripurna, Basuki Tjahaja Purnama langsung disambut oleh anggota Fraksi Partai Gerindra, Mohammad Sanusi. Mohammad Sanusi langsung merangkul dan cipika-cipiki dengan pria yang akrab disapa Ahok itu. Basuki Tjahaja Purnama pun langsung membalas rangkulan dan menyalami Mohammad Sanusi.

Pemandangan keakraban antara Basuki Tjahaja Purnama dan pimpinan DPRD DKI yang berasal dari KMP berlanjut hingga di meja pimpinan. Haji Lulung yang duduk paling dekat dengan Basuki Tjahaja Purnama tampak terus mengajak mengobrol Basuki Tjahaja Purnama. Pemandangan menarik itu pun mendapat perhatian para anggota DPRD DKI Jakarta yang menghadiri sidang paripurna. "Cie... cie...," seru anggota DPRD DKI Jakarta lainnya menggoda.

Wakil Ketua DPRD DKI Lulung Abraham ‘Lulung’ Lunggana atau Haji Lulung dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku tidak memiliki masalah pribadi apapun dengan Gubernur DKI Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama. Maka itu, keduanya terlihat akrab bercakap-cakap menjelang rapat paripurna pengumuman struktur kelengkapan di Gedung DPRD DKI, Senin (8/12/2014).

Haji Lulung yang ditemui sesuai mengikuti paripurna, membeberkan isi pembicaraannya dengan Basuki Tjahaja Purnama. Dalam pembicaraannya itu, ternyata dia meminta kepada Basuki Tjahaja Purnama untuk tidak menganggapnya sebagai musuh.

“Kita selama ini enggak ada apa-apa. Tadi saya cuma ngomong ke Pak Ahok, saya bilang ke Pak Ahok 'tolong jangan saya dianggap musuh'. Saya tidak pernah bermusuhan. Kapan kita bermusuhan? Kalau Anda omongannya kurang baik, saya wajib meluruskan, saya ingetin dong, kan dia mitra saya, masak saya kagak ngingetin," tutur Haji Lulung usai acara tersebut di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (8/12/2014).

Dia pun menceritakan pula tanggapan Basuki Tjahaja Purnama terkait permintaannya itu. "Oh iya, positif aja," kata Haji Lulung.

Haji Lulung pun meluruskan tentang pemberitaan yang beredar bahwa dia selalu mengkritik langkah Basuki Tjahaja Purnama semenjak ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI. "Sebagai mitra saya bukan kritik, saya hanya beri masukan," tegasnya.

Haji Lulung kemudian menilai bahwa selama ini ia tidak pernah mengkritisi Basuki Tjahaja Purnama terkait kinerja. "Saya tidak mengkritisi soal prestasi kok, soal perilaku aja. Ahok ngomongnya jangan sembarangan. Saya pernah hajar Ahok soal itu (kinerja). Kalau dia (Ahok) ngomongnya agak belok, ya kan saya wajib lurusin," tukas politisi PPP itu.

Lulung Abraham Lunggana atau Haji Lulung lalu mengingatkan kembali pernyataannya usai acara Lebaran Betawi di Lapangan Monas beberapa bulan lalu. Saat itu, Haji Lulung menyatakan tidak boleh ada pihak yang menghambat naiknya Basuki Tjahaja Purnama, yang ketika itu masih menjabat Wakil Gubernur, sebagai Gubernur.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pula menegaskan, dia adalah orang pertama yang mendukung langkah Basuki Tjahaja Purnama untuk menduduki posisi Gubernur DKI Jakarta setelah ditinggal Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa 'Jokowi' yang terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2014 lalu.

"Inget lho, kawan-kawan, jangan lupa! Saya adalah orang yang pertama mengatakan tidak ada yang boleh melarang Ahok jadi Gubernur kalau Jokowi jadi Presiden karena itu konstitusi," cetusnya. "Saya adalah orang pertama yang tidak melarang Ahok untuk jadi Gubernur DKI setelah Jokowi mundur. Karena itu sesuai dengan konstitusi," pungkasnya.

Sidang paripurna dihadiri oleh 81 anggota dan hingga pukul 14.30 WIB, Sekretaris Dewan (Sekwan) Mangara Pardede masih membacakan satu per satu anggota komisi DPRD DKI. (jos)

See Also

Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
MA. TBS Salurkan Donasi Melalui LAZISNU Dan BPDB
MA AL Ahrom Dapat Wasbang Dari Danramil 09/Karangtengah
Dandim 0716/Demak Hadiri Apel Kehormatan Dan Malam Renungan Suci Di TMP Cahaya Ratna Bintarum
Babinsa Jungpasir Bersama Warga Binaannya Lakukan Doa Bersama Menjelang HUT RI Ke-73
Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-73 Di Demak
Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-73 Di Alun-Alun Simpang Enam Demak
Dandim 0716/Demak Berikan Penghargaan Kepada 4 Babinsa Teladan
Kodim 0716/Demak Cek Kesediaan Pangan Di Wilayah Binaan
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Bantu Pembuatan Gapura
Peringatan HUT Pramuka Ke-57
Pengukuhan Paskibraka Demak
Kodim 0716/Demak Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-73 Dengan Berbagai Lomba Tradisional
Kodim 0716/Demak Dan Polres Kirim Bantuan Ke Lombok
Batuud Koramil 10/Guntur Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan
Tingkatkan Kemampuan Menembak, Kodim 0716/Demak Lakukan Perbaikan Lapangan Tembak
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.814.982 Since: 07.04.14 | 0.6061 sec