YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Internasional

Pekerjaan Baru Mantan Presiden SBY Berkantor Pusat Di Korea Selatan

Tuesday, 09 December 2014 | View : 1494

siarjustisia.com-SEOUL.

Hampir dua bulan setelah melepas jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2014 lalu, Susilo Bambang Yudhoyono atau yang biasa disapa dengan SBY kini diketahui sudah memiliki pekerjaan baru. Bahkan, kantor pusat tempat SBY bekerja terletak di Seoul, Korea Selatan.

SBY kini diketahui bekerja sebagai salah satu Chairman untuk sebuah organisasi internasional bernama The Global Green Growth Institute (GGGI). Sebuah organisasi yang didirikan oleh berbagai macam pemimpin dari banyak negara yang fokus terhadap isu ekonomi dan lingkungan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, pekerjaan baru mantan Presiden SBY setelah pensiun di GGGI, yakni sebuah organisasi pelestarian lingkungan berkedudukan di Seoul, Republik Korea Selatan. "Tentu ini akhir dari masa bakti saya di jajaran pemerintahan dan di jajaran lembaga negara. Saya akan melanjutkan pengabdian di tempat yang lain," demikian SBY katakan saat memimpin rapat kabinet paripurna diperluas, di Gedung Setneg, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

"Disatu sisi saya kira akan tetap berguna untuk saudara-saudara kita rakyat Indonesia . Tentu juga barangkali komunitas internasional. Tapi sekaligus bisa membantu pemerintahan yang akan datang di dalam menjalankan tugas pokoknya," ujar SBY.

Pekerjaan mantan Presiden SBY pasca tidak menjadi Presiden terjawab saat Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menjawab pertanyaan wartawan. Julian Aldrin Pasha mengungkapkan SBY akan mengemban tugas sebagai presiden The Global Green Growth Institute (GGGI).

"Beliau (SBY) telah menerima satu posisi sebagai Presiden The Global Green Growth Institute (GGGI), yang bermarkas di Korea  selatan. Itu salah satu bidang yang akan dilakukan dan tekuni," ungkap Julian Aldrin Pasha, di kantor Presiden, Kamis (16/10/2014).

Praktisnya, tambah Julian Aldrin Pasha, jabatan baru SBY itu akan dijabat per November tahun ini. Dijelaskan pula, jabatan baru ini akan dijabat SBY selama dua tahun kedepan.

Untuk diketahui, GGGI dibentuk pada 16 Juni 2010.

Keberadaan GGGI bertujuan untuk meningkatkan semangat pertumbuhan hijau, sebuah paradigma yang ditandai oleh keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, khususnya di negara-negara berkembang.

GGGI merupakan organisasi global pertama berbasis agenda yang diajukan oleh Korea Selatan dan diluncurkan tanpa bantuan PBB.

Mendukung program pertumbuhan hijau setiap negara berdasarkan 2 tujuan utama: menyebarluaskan pertumbuhan hijau sebagai sebuah model pertumbuhan baru, dan mendukung strategi pertumbuhan hijau negara-negara berkembang.

GGGI yang mengupayakan tujuan ganda, yakni perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.

Cara kerja melalui kolaborasi dengan pemerintah. Memiliki 22 anggota (negara/pemerintah) dan penandatangan perjanjian (ratifikasi).

Posisi Indonesia sendiri di GGGI sebagai founding member dan masih dalam proses ratifikasi keanggotaan GGGI. Selama ini Bappenas sebagai vocal point.

Kerja sama awal antara GGGI dan Indonesia yakni proses perencanaan hijau, REDD+ untuk pembangunan berkelanjutan dan Kerja sama dengan daerah untuk mengimplementasikan pembangunan hijau. Pilot project di Kalteng dan Kaltim.

SBY menggantikan Lars Lokke Rasmussen (mantan PM Denmark) dan Bharrat Jagdeo sekaligus, yang saat ini menjabat Ketua Dewan dan Presiden Majelis GGGI. SBY akan memulai mengemban dua jabatan ini pada 18 November 2014. Pada saat itu, SBY sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden Indonesia. Organisasi ini berpusat di Seoul, Ibu Kota Korea Selatan.

Meskipun lembaga itu bermarkas di Korea selatan, imbuhnya, SBY tetap akan lebih banyak berdomisili di Indonesia. "Waktu beliau akan lebih banyak di tanah air. Jadi sekitar 70 persen waktu beliau di tanah air," tuturnya.

Lebih lanjut Julian Aldrin Pasha jelaskan, posisi Indonesia dalam upaya pelestarian lingkungan sudah diakui dunia internasional. Indonesia sudah dinilai sebagai bagian dari solusi. Pengakuan dan kepercayaan internasional terhadap Indonesia semakin tinggi dengan SBY dipercaya menjadi Presiden Majelis sekaligus Ketua Dewan Global Green Growth Institute (GGGI).

Seperti diberitakan, SBY resmi menerima tawaran untuk menjadi Presiden Majelis sekaligus Ketua Dewan Global GGGI. SBY berkomitmen GGGI akan memainkan peran kunci dalam pertumbuhan hijau, pertumbuhan ekonomi yang berwawasan lingkungan.

"Saya yakin GGGI dapat memainkan peran kunci dalam mengarusutamakan pertumbuhan hijau, pertumbuhan berwawasan lingkungan. GGGI harus menjadi yang terdepan dari pembahasan mengenai isu-isu global," kata mantan Presiden SBY dalam pidato penerimaannya sebagai pemimpin GGGI.

GGGI memiliki dua badan, yakni Majelis dan Dewan. Majelis merupakan organ tertinggi, sedangkan Dewan bertindak sebagai eksekutif. Organisasi ini memiliki kantor operasi di lima benua dan memiliki 20 negara anggota. Lembaga ini bertujuan membantu memberikan asistensi pada negara-negara berkembang dalam merumuskan pembangunan yang ramah lingkungan. GGGI juga memberikan asistensi bagi program kerja sama pemerintah dan swasta.

Presiden Korsel Park Geun-hye yang hadir dalam resepsi penerimaan SBY sebagai pemimpin GGGI, menjelaskan alasannya meminta SBY memimpin organisasi yang diinisiasi Korea Selatan itu. Indonesia, beber Park Geun-hye, kini telah menjadi bagian dari solusi, sehingga dunia menempatkan pelestarian hutan sebagai bagian inti dari permasalahn lingkungan. "Ini berkat upaya keras Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden SBY," kata Park Geun-hye.

Pada November 2014 lalu, SBY sendiri diketahui datang ke kantor pusat Global Green Growth Institute di Seoul, Korea Selatan untuk mendapatkan pengarahan dari Direktur Jenderal Yvo de Boer. Nantinya, SBY akan berkeliling ke sejumlah negara berkembang di dunia untuk memaparkan dan menerapkan program-program kerja mereka.

Dan belum lama ini, pada Senin (8/12/2014) kemarin, SBY kembali ke Jakarta dan menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Tentu saja, kunjungan SBY tersebut untuk membahas program-program dan kapasitasnya sebagai Chairman Global Green Growth Institute.

SBY resmi terpilih sebagai Chairman Global Green Growth Institute pada awal November lalu di sebuah pertemuan para pemimpin di kantor pusat mereka di Korea Selatan. Dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung Se mengatakan bahwa SBY adalah orang yang paling cocok untuk memimpin organisasi tersebut.

“Selama masa kepemimpinan SBY yang sukses sebagai Presiden, Indonesia telah berubah menjadi negara yang sangat demokratis, ekonomi yang bagus, dan stabilitas sosial yang terjaga. Dibawah kepemimpinan SBY juga, Indonesia berhasil mengatasi berbagai macam tantangan dan resiko dari perubahan iklim. Dengan segala pencapaiannya tersebut, kami percaya SBY mampu membawa GGGI untuk mencapai progres yang cepat dan dapat menuntaskan misi-misinya,” papar Menlu Korsel Yun Byung Se.

Selain aktif sebagai Chairman dari GGGI, SBY diketahui juga masih sering hadir sebagai pembicara di berbagai macam forum internasional. Tak hanya itu, ia juga sering mendapatkan kehormatan sebagai dosen kuliah umum di sejumlah perguruan tinggi ternama di dunia. (jos)

See Also

Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.070.333 Since: 07.04.14 | 0.8007 sec