YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Hukum

Ahmad Imam Al Hafitd Pembunuh Ade Sara Juga Dipidana 20 Tahun Penjara

siarjustisia.com-JAKARTA.

Sidang kasus pembunuhan sadis mahasiswi fakultas psikologi Universitas Bunda Mulia (UBM), korban bernama Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun) kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014). Agenda sidang lanjutan kali ini adalah mendengarkan putusan vonis hukuman dari Majelis Hakim.

Untuk Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19), dirinya telah menyelesaikan seluruh proses sidang pada dua pekan lalu. Kini, Hafitd hanya menjalani sidang vonis yang akan digelar saat proses sidang Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) telah selesai.

Menanggapi vonis yang akan dilaksanakan hari ini, Selasa (9/12/2014) penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafidt, Hendrayanto, mengatakan kliennya telah siap menghadapi putusan. "Siap tidak siap harus siap. Apapun keputusan Hakim, kami akan pikirkan dulu untung ruginya," tukasnya ketika dihubungi wartawan, Selasa (9/12/2014).

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis hukuman pidana penjara 20 tahun kepada terdakwa Ahmad Imam Al-Hafitd (19). Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Absoro, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014) sore. "Terdakwa telah terbukti sah dan melakukan pembunuhan berencana dilakukan bersama-sama. Menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun," tutur Hakim Absoro dalam persidangan di Ruang Sidang Lantai II, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).

Dalam pertimbangan, Hakim Absoro menyebut perbuatan dilakukan dengan sengaja dilakukan Hafitd kepada Ade Sara Angelina Suroto. Adanya pengetahuan kesadaran dan kehendak sebagai suatu kesengajaan.

Kemudian, perbuatan terbukti dan terpenuhi sebelumnya sesuai dakwaan premier Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sementara, tidak ada alasan pemaaf dan pembenar.

Dalam persidangan disebut hal memberatkan, perbuatan terpidana bersifat kejam, tindak pidana penganiayaan karena permasalahan sepele yaitu putus cinta, dan akibat perbuatan menimbulkan duka mendalam karena korban anak tunggal.

Setelah putusan dibacakan majelis hakim, Hafitd terlihat tegar. Dia segera menghampiri ibunya, Sulastri kemudian mereka berpelukan.

Sebelumnya, Assyifa Ramadhani Anggraini (18) divonis hukuman pidana penjara selama 20 tahun.

Pada kasus ini, Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifa Ramadhani Anggraini didakwa dengan tiga pasal berlapis. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan mendakwa tiga pasal berlapis kepada Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa didakwa tiga pasal berlapis.

Dalam dakwaan primer ini, kedua terdakwa, Hafitd dan Syifa didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Pasal tersebut dikenakan berdasarkan hasil otopsi yang menunjukan terdapat adanya gumpalan dalam rongga mulut Ade Sara Angelina Suroto, serta adanya gangguan proses pernafasan pada korban.

Penyebab tewasnya Ade Sara Angelina Suroto juga akibat sumbatan rongga mulut yang menimbulkan mati lemas. Sumbatan pada rongga mulut menyebabkan Ade Sara Angelina Suroto meninggal dalam kondisi lemas.

Lalu pada dakwaan subsider, mereka berdua juga dikenakan Pasal tersebut subsider dengan Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Dalam Pasal ini, kedua terdakwa terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kemudian di dakwaan subsider kedua, 2 terdakwa didakwa dengan Pasal lebih subsider lagi lainnya yaitu Pasal 353 ayat (3) KUHPidana tentang Penganiayaan yang Menyebabkan orang lain meninggal dunia/Kematian Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mengacu pada dakwaan tersebut, kedua pembunuh sadis terhadap Ade Sara Angelina Suroto itu terancam hukuman maksimal pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, subsider maksimal pidana 15 tahun penjara, subsider maksimal pidana 10 tahun penjara. Meskipun dalam sidang beragenda pembelaan, kedua terdakwa berupaya menghindar dari hukuman berat. (jos)

See Also

KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.069.784 Since: 07.04.14 | 0.589 sec