YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Hukum

Pembunuh Ade Sara Ajukan Banding

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman pidana penjara 20 tahun terhadap Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18), terdakwa kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun).

Vonis sejoli terdakwa pembunuh Ade Sara Angelina Suroto ini ditentukan dalam persidangan terpisah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014) siang. Majelis Hakim terdiri dari Ketua Hakim Absoro, Hakim Diah Siti Basariah sebagai anggota, dan Suko Priyo Widodo sebagai anggota.

Hukuman itu lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum Toton Rasyid dan Aji Susanto yang menuntut  kedua sejoli hukuman seumur hidup.

"Upaya banding dipersilahkan," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Absoro, yang memimpin persidangan kasus pembunuhan Ade Sara, Selasa (9/12/2014). Menurutnya, baik terdakwa dan penuntut umum berhak mengajukan banding.

Setelah dijatuhi vonis 20 tahun penjara, pelaku pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina Suroto (198, Ahmad Imam Al-Hafitd akan mengajukan banding. Penasihat hukum keduanya memastikan kliennya banding.

Penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd, Bertanatalia mengatakan, hukuman yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dinilai berat. Sehingga pihaknya akan berkomunikasi dengan keluarga pelaku untuk mengajukan banding. "Berat, kita pikir untuk upaya banding, tunggu tujuh hari, kita bicara dulu dengan orang tuanya," ucapnya.

Menurutnya, upaya banding terhadap putusan yang dinilai berat itu dikarenakan Ahmad Imam Al-Hafitd masih berusia muda.

"Berat dengan dia karena 18 tahun, supaya bisa lebih memperbaiki diri, makanya (ajukan) pembelaan," imbuhnya.

Senada dengan penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd, pengacara Assyifa Ramadhani Anggraini, Fitri Tri Hartini juga akan melakukan banding. "Kita akan banding," tegasnya.

Fitri Tri Hartini, pengacara Assyifa Ramadhani Anggraini, mengisyaratkan akan mengajukan banding atas vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan Hakim kepada kliennya.

Pengacara Fitri Tri Hartini, mengaku akan segera mendiskusikan upaya banding dengan Assyifa Ramadhani Anggraini sebelum memutuskan melakukan banding. Namun, kemungkinan besar upaya itu dilakukan, karena menurutnya, vonis 20 tahun pidana penjara itu memberatkan terdakwa.

"Kami akan pertimbangkan. Sekarang, kami akan mematuhi persidangan dulu. Kami mengatakan (perkara pembunuhan) ini tidak sengaja karena Assyifa sendiri merasa kaget kenapa dia (Ade Sara) meninggal," cetus advokat Fitri Tri Hartini di muka persidangan.

Advokat Fitri Tri Hartini beralasan, hukuman buat Assyifa Ramadhani Anggraini seharusnya lebih ringan dibanding vonis Ahmad Imam Al-Hafitd. “Dia hanya ikut-ikutan. Hafitdlah yang merancang semuanya," jelas pengacara Fitri Tri Hartini seusai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).

Pengajuan banding juga disampaikan Hendrayanto, penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd. Advokat Hendrayanto mengatakan vonis 20 tahun yang dijatuhkan pada kliennya juga terlalu berat. Namun, ia masih belum memutuskan berapa lama waktu penahanan yang akan diajukan.

"Kami pikir-pikir dulu, masih punya waktu. Ini mau ngomong dulu sama Hafitd," tutur pengacara Hendrayanto.

Namun, dalam perkembangannya berubah pikiran, ternyata terdakwa pembunuh Ade Sara Angelina Suroto, Ahmad Imam Al-Hafitd harus menerima kenyataan divonis Hakim dengan hukuman 20 tahun penjara. Meski hukuman ini dianggap berat, penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd, Hendrayanto menyatakan pihaknya tidak melanjutkan ke proses hukum selanjutnya, yakni banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. "Kami memutuskan untuk menerima keputusan dan tidak banding," tegas penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd, Hendrayanto, Selasa (9/12/2014).

Advokat Hendrayanto menjelaskan, timnya bersama keluarga Ahmad Imam Al-Hafitd sudah berdiskusi terkait hukuman 20 tahun akibat melanggar Pasal 340 KUHP yang dijatuhkan kepada Ahmad Imam Al-Hafitd. Dia beralasan, banding hanya akan memberatkan hukuman. "Menurut pertimbangan kami, ke depan akan semakin berat hukumannya. Jadi kami memutuskan untuk tidak banding," papar pengacara Hendrayanto.

Karena itu, tim penasihat hukum dan keluarga memutuskan untuk menerima dengan lapang dada putusan dari Majelis Hakim yang dipimpin Absoro itu. "Kami sudah bulat tidak akan mengajukan banding," tutup advokat Hendrayanto. (jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.027 Since: 07.04.14 | 0.5493 sec