YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Hukum

Pembunuh Ade Sara Ajukan Banding

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman pidana penjara 20 tahun terhadap Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18), terdakwa kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun).

Vonis sejoli terdakwa pembunuh Ade Sara Angelina Suroto ini ditentukan dalam persidangan terpisah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014) siang. Majelis Hakim terdiri dari Ketua Hakim Absoro, Hakim Diah Siti Basariah sebagai anggota, dan Suko Priyo Widodo sebagai anggota.

Hukuman itu lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum Toton Rasyid dan Aji Susanto yang menuntut  kedua sejoli hukuman seumur hidup.

"Upaya banding dipersilahkan," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Absoro, yang memimpin persidangan kasus pembunuhan Ade Sara, Selasa (9/12/2014). Menurutnya, baik terdakwa dan penuntut umum berhak mengajukan banding.

Setelah dijatuhi vonis 20 tahun penjara, pelaku pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina Suroto (198, Ahmad Imam Al-Hafitd akan mengajukan banding. Penasihat hukum keduanya memastikan kliennya banding.

Penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd, Bertanatalia mengatakan, hukuman yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dinilai berat. Sehingga pihaknya akan berkomunikasi dengan keluarga pelaku untuk mengajukan banding. "Berat, kita pikir untuk upaya banding, tunggu tujuh hari, kita bicara dulu dengan orang tuanya," ucapnya.

Menurutnya, upaya banding terhadap putusan yang dinilai berat itu dikarenakan Ahmad Imam Al-Hafitd masih berusia muda.

"Berat dengan dia karena 18 tahun, supaya bisa lebih memperbaiki diri, makanya (ajukan) pembelaan," imbuhnya.

Senada dengan penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd, pengacara Assyifa Ramadhani Anggraini, Fitri Tri Hartini juga akan melakukan banding. "Kita akan banding," tegasnya.

Fitri Tri Hartini, pengacara Assyifa Ramadhani Anggraini, mengisyaratkan akan mengajukan banding atas vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan Hakim kepada kliennya.

Pengacara Fitri Tri Hartini, mengaku akan segera mendiskusikan upaya banding dengan Assyifa Ramadhani Anggraini sebelum memutuskan melakukan banding. Namun, kemungkinan besar upaya itu dilakukan, karena menurutnya, vonis 20 tahun pidana penjara itu memberatkan terdakwa.

"Kami akan pertimbangkan. Sekarang, kami akan mematuhi persidangan dulu. Kami mengatakan (perkara pembunuhan) ini tidak sengaja karena Assyifa sendiri merasa kaget kenapa dia (Ade Sara) meninggal," cetus advokat Fitri Tri Hartini di muka persidangan.

Advokat Fitri Tri Hartini beralasan, hukuman buat Assyifa Ramadhani Anggraini seharusnya lebih ringan dibanding vonis Ahmad Imam Al-Hafitd. “Dia hanya ikut-ikutan. Hafitdlah yang merancang semuanya," jelas pengacara Fitri Tri Hartini seusai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).

Pengajuan banding juga disampaikan Hendrayanto, penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd. Advokat Hendrayanto mengatakan vonis 20 tahun yang dijatuhkan pada kliennya juga terlalu berat. Namun, ia masih belum memutuskan berapa lama waktu penahanan yang akan diajukan.

"Kami pikir-pikir dulu, masih punya waktu. Ini mau ngomong dulu sama Hafitd," tutur pengacara Hendrayanto.

Namun, dalam perkembangannya berubah pikiran, ternyata terdakwa pembunuh Ade Sara Angelina Suroto, Ahmad Imam Al-Hafitd harus menerima kenyataan divonis Hakim dengan hukuman 20 tahun penjara. Meski hukuman ini dianggap berat, penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd, Hendrayanto menyatakan pihaknya tidak melanjutkan ke proses hukum selanjutnya, yakni banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. "Kami memutuskan untuk menerima keputusan dan tidak banding," tegas penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd, Hendrayanto, Selasa (9/12/2014).

Advokat Hendrayanto menjelaskan, timnya bersama keluarga Ahmad Imam Al-Hafitd sudah berdiskusi terkait hukuman 20 tahun akibat melanggar Pasal 340 KUHP yang dijatuhkan kepada Ahmad Imam Al-Hafitd. Dia beralasan, banding hanya akan memberatkan hukuman. "Menurut pertimbangan kami, ke depan akan semakin berat hukumannya. Jadi kami memutuskan untuk tidak banding," papar pengacara Hendrayanto.

Karena itu, tim penasihat hukum dan keluarga memutuskan untuk menerima dengan lapang dada putusan dari Majelis Hakim yang dipimpin Absoro itu. "Kami sudah bulat tidak akan mengajukan banding," tutup advokat Hendrayanto. (jos)

See Also

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.215 Since: 07.04.14 | 0.5838 sec