YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Hukum

Pembunuh Ade Sara Tak Terima Disebut Pembunuhan Berencana

siarjustisia.com-JAKARTA.
Sidang dakwaan yang menjadi sidang perdana dalam kasus pembunuhan secara sadis terhadap Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun) yang dilakukan oleh dua sejoli yakni Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) ini digelar pada Agustus 2014 silam.

Tidak tanggung-tanggung, Jaksa Penuntut Umum Aji Susanto memberikan dakwaan dengan tiga pasal berlapis. Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifa Ramadhani Anggraini juga didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana sebagai dakwaan primer.

Jenis pembunuhan yang dikategorikan sebagai pembunuhan berencana ini mendapat sanggahan keras dari kedua tim penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifa Ramadhani Anggraini. Pengacara Assyifa Ramadhani Anggraini, Syafri Noer, beranggapan pasal yang dikenakan dalam dakwaan primer, yaitu Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, tidak tepat.

Menurut advokat Syafri Noer, pasal yang seharusnya menjadi dakwaan primer adalah Pasal 353 KUHP. "Seharusnya yang dijadikan primer adalah Pasal 353. Bukan malah jadi lebih subsider," tegas pengacara Syafri Noer di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).

Pasal 353 KUHP tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian seperti yang dimaksud advokat Syafri Noer juga masuk dalam isi dakwaan kedua terdakwa. Namun, bukan sebagai dakwaan primer atau subsider, melainkan menjadi dakwaan lebih subsider.

Begitu pun pengacara Ahmad Imam Al-Hafitd yang juga menganggap penggunaan Pasal 340 dalam dakwaan primer tidak tepat. Penasihat hukum Ahmad Imam Al-Hafidt mengajukan eksepsi atas hal itu. Hal itu pulalah yang terus-terusan diperjuangkan oleh tim pengacara Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifa Ramadhani Anggraini, membebaskan kliennya dari hukuman seumur hidup.

Beragam upaya seperti eksepsi dan pleidoi telah pengacara-pengacara tersebut lakukan untuk membela masing-masing terdakwa.

Namun, segala bentuk perbuatan harus dipertanggungjawabkan. Sidang kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto pun sudah digelar lebih kurang empat bulan.

Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifa Ramadhani Anggraini telah mendengar vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim pada sidang putusan hari ini, Selasa (9/12/2014). Vonis sejoli terdakwa pembunuh Ade Sara Angelina Suroto ini ditentukan dalam persidangan terpisah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014) siang. Majelis Hakim terdiri dari Ketua Hakim Absoro, Hakim Diah Siti Basariah sebagai anggota, dan Suko Priyo Widodo sebagai anggota.

Majelis Hakim menjatuhkan hukuman selama 20 tahun bagi sejoli pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto ini. "Menyatakan terdakwa Assyifa Ramadhani telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan berencana dan menjatuhkan pidana selama 20 tahun," kata Ketua Majelis Hakim Absoro di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).

Hukuman itu lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum Toton Rasyid dan Aji Susanto yang menuntut  kedua sejoli hukuman seumur hidup. (jos)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.782.562 Since: 07.04.14 | 0.5876 sec