YouTube Facebook Twitter RSS
16 Feb 2019, 0

Hukum

Divonis 20 Tahun Penjara, Ibu Menjerit Dan Assyifah Pembunuh Ade Sara Pingsan

siarjustisia.com-JAKARTA.

Sejoli terdakwa kasus pembunuhan sadis mahasiswi fakultas psikologi Universitas Bunda Mulia (UBM), korban bernama Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun) tersebut akan menghadapi sidang penentu nasib, Selasa (9/12/2014) siang ini. Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) dituntut hukuman penjara seumur hidup dalam dakwaan primer. Keduanya didakwa melakukan pembunuhan berencana kepada mantan mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM), Ade Sara.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 20 tahun penjara terhadap Assyifa Ramadhani Anggraini (19), terdakwa kasus pembunuhan Ade Sara. “Terdakwa Assyifah telah terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Dengan itu kami menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 20 tahun dan membayar denda biaya perkara Rp 5000," kata Ketua Majelis Hakim Absoro dalam persidangan di Ruang Sidang Lantai II, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).

Menurut Hakim, Assyifa Ramadhani Anggraini dinyatakan bersalah karena telah bersekongkol  melakukan perencanaan pembunuhan bersama Ahmad Imam Al-Hafitd terhadap Ade Sara

Motifnya adalah permasalahan percintaan. Assyifa Ramadhani Anggrainicemburu lantaran Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) masih berkirim pesan mesra kepada Ade Sara Angelina Suroto, mantan pacar Ahmad Imam Al-Hafidt

Dari pantuan, sudah sejak pertama masuk ruang persidangan Assyifah Ramadhani Anggraini terlihat menangis. Sejumlah kerabat terlihat mencoba menenangkannya.

Saat vonis dibacakan, Assyifah Ramadhani Anggraini menangis histeris. Dia juga sempat pingsan saat dibawa keluar oleh petugas setelah sidang digelar. Assyifah Ramadhani Anggraini yang didampingi sang ibu yang mengenakan cadar tidak henti menangis saat vonis selesai dibacakan.

Usai mendengarkan putusan Hakim, Assyifah Ramadhani Anggraini yang menggunakan cadar berwarna hitam menangis histeris.

Mendengar vonis tersebut, ibu Syifa tiba-tiba menjerit dan menimbulkan kegaduhan di ruang sidang. Berdasarkan pantauan, Selasa (9/12/2014), ibu Syifa yang duduk di belakang kursi terdakwa langsung menjerit tak lama setelah majelis mengetuk palu. Dia berdiri dan menghampiri putrinya yang sedang termenung mendengar hukuman berat, dan memeluknya.

Mimik wajah Assyifa tampak menerawang. Pandangannya tidak jelas. Matanya merah, tetapi tanpa air mata, seakan sedang merasakan kesedihan yang mendalam.

Setelahnya, Assyifa Ramadhani Anggraini tidak mampu meninggalkan kursi terdakwa seusai mendengar pembacaan vonis. Dia bergeming di kursi tersebut hingga sejumlah petugas harus menghampirinya.

Assyifa Ramadhani Anggraini berjalan sambil dirangkul sang ibu. Ibunya membawa Syifa keluar ruangan.

Sejumlah wartawan pun langsung mendekati mereka.

Baru sekitar satu meter meninggalkan ruang sidang, tiba-tiba Assyifa Ramadhani Anggraini berteriak histeris. Situasi tersebut membuat sang ibunda semakin keras menangis. Tak lama, tubuh Assyifa Ramadhani Anggraini lunglai dalam pelukan sang ibu.

Di tengah kerumunan, tiba-tiba putrinya pingsan dan semakin membuatnya panik.

Wajah panik muncul dari ibu Assyifa Ramadhani Anggraini dan petugas pengadilan yang ikut mendampingi Assyifa keluar ruang sidang. Dibantu petugas, sang ibu langsung membawa tubuh putrinya menuju sebuah ruangan untuk menenangkan diri.

Assyifa Ramadhani Anggraini pun harus diungsikan ke ruang khusus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (jos)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.398.394 Since: 07.04.14 | 0.5968 sec