YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2018, 0

Hukum

Divonis 20 Tahun Penjara, Ibu Menjerit Dan Assyifah Pembunuh Ade Sara Pingsan

siarjustisia.com-JAKARTA.

Sejoli terdakwa kasus pembunuhan sadis mahasiswi fakultas psikologi Universitas Bunda Mulia (UBM), korban bernama Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun) tersebut akan menghadapi sidang penentu nasib, Selasa (9/12/2014) siang ini. Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) dituntut hukuman penjara seumur hidup dalam dakwaan primer. Keduanya didakwa melakukan pembunuhan berencana kepada mantan mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM), Ade Sara.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 20 tahun penjara terhadap Assyifa Ramadhani Anggraini (19), terdakwa kasus pembunuhan Ade Sara. “Terdakwa Assyifah telah terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Dengan itu kami menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 20 tahun dan membayar denda biaya perkara Rp 5000," kata Ketua Majelis Hakim Absoro dalam persidangan di Ruang Sidang Lantai II, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).

Menurut Hakim, Assyifa Ramadhani Anggraini dinyatakan bersalah karena telah bersekongkol  melakukan perencanaan pembunuhan bersama Ahmad Imam Al-Hafitd terhadap Ade Sara

Motifnya adalah permasalahan percintaan. Assyifa Ramadhani Anggrainicemburu lantaran Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) masih berkirim pesan mesra kepada Ade Sara Angelina Suroto, mantan pacar Ahmad Imam Al-Hafidt

Dari pantuan, sudah sejak pertama masuk ruang persidangan Assyifah Ramadhani Anggraini terlihat menangis. Sejumlah kerabat terlihat mencoba menenangkannya.

Saat vonis dibacakan, Assyifah Ramadhani Anggraini menangis histeris. Dia juga sempat pingsan saat dibawa keluar oleh petugas setelah sidang digelar. Assyifah Ramadhani Anggraini yang didampingi sang ibu yang mengenakan cadar tidak henti menangis saat vonis selesai dibacakan.

Usai mendengarkan putusan Hakim, Assyifah Ramadhani Anggraini yang menggunakan cadar berwarna hitam menangis histeris.

Mendengar vonis tersebut, ibu Syifa tiba-tiba menjerit dan menimbulkan kegaduhan di ruang sidang. Berdasarkan pantauan, Selasa (9/12/2014), ibu Syifa yang duduk di belakang kursi terdakwa langsung menjerit tak lama setelah majelis mengetuk palu. Dia berdiri dan menghampiri putrinya yang sedang termenung mendengar hukuman berat, dan memeluknya.

Mimik wajah Assyifa tampak menerawang. Pandangannya tidak jelas. Matanya merah, tetapi tanpa air mata, seakan sedang merasakan kesedihan yang mendalam.

Setelahnya, Assyifa Ramadhani Anggraini tidak mampu meninggalkan kursi terdakwa seusai mendengar pembacaan vonis. Dia bergeming di kursi tersebut hingga sejumlah petugas harus menghampirinya.

Assyifa Ramadhani Anggraini berjalan sambil dirangkul sang ibu. Ibunya membawa Syifa keluar ruangan.

Sejumlah wartawan pun langsung mendekati mereka.

Baru sekitar satu meter meninggalkan ruang sidang, tiba-tiba Assyifa Ramadhani Anggraini berteriak histeris. Situasi tersebut membuat sang ibunda semakin keras menangis. Tak lama, tubuh Assyifa Ramadhani Anggraini lunglai dalam pelukan sang ibu.

Di tengah kerumunan, tiba-tiba putrinya pingsan dan semakin membuatnya panik.

Wajah panik muncul dari ibu Assyifa Ramadhani Anggraini dan petugas pengadilan yang ikut mendampingi Assyifa keluar ruang sidang. Dibantu petugas, sang ibu langsung membawa tubuh putrinya menuju sebuah ruangan untuk menenangkan diri.

Assyifa Ramadhani Anggraini pun harus diungsikan ke ruang khusus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (jos)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.115.144 Since: 07.04.14 | 0.5885 sec