YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Internasional

Presiden Jokowi Tegaskan Tolak Grasi 64 Terpidana Mati Narkoba

Friday, 12 December 2014 | View : 392

siarjustisia.com-BUSAN.

Presiden Indonesia ke-7 yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014 terpilih bersama Wakil Presiden Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK dalam Pemilu Presiden (pilpres) 2014, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ menegaskan, ditolaknya grasi 64 terpidana mati kasus narkoba merupakan upaya penegakan hukum untuk memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Presiden Joko Widodo menolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba. Menurut “Jokowi” sapaan Presiden Joko Widodo saat ini sebagian dari permohonan grasi terpidana narkoba itu sudah ada di mejanya. Tetapi tidak akan diproses lebih lanjut.

Meski diwarnai pro dan kontra, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menandasan, eksekusi hukuman mati akan segera dilaksanakan. Menurut mantan Wali Kota Surakarta ini, setiap hari setidaknya 40 orang meninggal dunia karena penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.  “Sekarang 64 orang yang sudah diputuskan mati, sudah bertahun-tahun diambangkan," cetus Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan masyarakat Indonesia di Universitas Kyungsung, Busan, Korea Selatan, Kamis (11/12/2014) malam.

Presiden RI ke-7 tersebut, Joko Widodo menambahkan, dari 64 orang itu sesuai putusan pengadilan, hukuman yang dijalani adalah hukuman mati dan grasi yang diajukan sudah ditolak. Oleh karena itu, proses eksekusinya harus dijalankan sesuai proses hukum yang berlaku.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan Indonesia sudah sampai ke tahap darurat narkoba. Menurut Presiden Jokowi, kesalahan para terpidana kasus narkoba sulit untuk dimaafkan karena umumnya adalah para bandar besar yang demi keuntungan pribadi dan kelompoknya telah merusak masa depan generasi penerus bangsa. "Memang ada tekanan dari sana sini. Tapi tidak ada ampunan," tukas Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo menekankan Pemerintah memandang serius upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang karena merupakan ancaman serius bagi masa depan Indonesia.

Penolakan permohonan grasi itu, menurut Presiden Joko Widodo, sangat penting untuk menjadi shock therapy bagi para bandar, pengedar, maupun pengguna.

Presiden Jokowi mengaku, dia mendapatkan laporan, sedikitnya ada 4,5 juta masyarakat Indonesia telah menjadi pemakai narkoba. Dari jumlah itu, 1,2 juta sudah tidak bisa direhabilitasi karena sudah sangat parah dan antara 30 sampai 40 orang setiap harinya meninggal dunia karena narkoba. “Tantangan kita sekarang adalah narkoba, lebih dari 4,5 juta orang dalam proses rehabilitasi, tetapi yang 1,2 juta sudah tidak bisa karena sudah sangat parah,” pungkasnya.

Dalam dialog ini, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, serta beberapa menteri di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D., Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI ke-15 Dr. H. Yuddy Chrisnandi, M.E., serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman. 

See Also

Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.070.361 Since: 07.04.14 | 0.7852 sec