YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Hot News

KSAL Resmi Mengukuhkan KRI John Lie-358 Di Sulut

siarjustisia.com-BITUNG.

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) TNI Laksamana TNI Dr. Marsetio, M.M. didampingi Gubernur Sulawesi Utara ke-12 Dr. Drs. Sinyo Harry Sarundajang, Panglima Armada Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Arie Henrycus Sembiring Meliala, Komandan KRI John Lie-358 Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo, dan perwira serta jajaran Lantamal VIII Manado mengikuti upacara pengukuhan KRI John Lie-358 di Dermaga Pelabuhan Samudera Kota Bitung, provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (13/12/2014).

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) TNI Laksamana TNI Dr. Marsetio, M.M., Gubernur Sulawesi Utara ke-12, Dr. Drs. Sinyo Harry Sarundajang dan Panglima Armada Timur (Pangarmatim) yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/817/X/2014 tanggal 31 Oktober 2014, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, Laksamana Muda TNI Arie Henrycus Sembiring Meliala akhirnya resmi mengukuhkan penggunaan nama KRI John Lie-358 dalam suatu upacara militer di Dermaga Pelabuhan Samudera, Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (13/12/2014). Kapal ini adalah kapal perang jenis frigate pabrikan Inggris, yang diresmikan di Dermaga Pelabuhan Samudera Bitung, Sabtu (13/12/2014).

Pengukuhan kapal perang bernomor lambung 358 tersebut ditandai dengan pernyataan pengukuhan KRI John Lie-358, dilanjukan dengan penekanan tombol sirine dan dibukanya selubung nama KRI John Lie-358 oleh KASAL selaku Inspektur Upacara (Irup). Pada saat itu juga dikibarkan bendera hias, gauk dua unit kapal perangpun langsung meraung kencang, yakni KRI John Lie-358 dan KRI Tombak-629.

Nama KRI John Lie diambil dari nama seorang Pahlawan Nasional Indonesia etnis China kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 9 Maret 1911, yakni Laksamana Muda TNI (Purn) John Lie Tjeng Tjoan, atau yang lebih dikenal sebagai Jahja Daniel Dharma. Terdapat versi lain atas tanggal lahirnya yaitu 11 Maret 1911. Nama kapal ini dipilih sebagai apresiasi besar Pemerintah Indonesia kepada Pahlawan Nasional Laksamana Muda TNI (Purn) John Lie Tjeng Tjoan yang berjasa besar dalam penumpasan kelompok separatis Republik Maluku Selatan (RMS), Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), dan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta).

Upacara juga diwarnai dengan penyematan pakaian adat oleh Ketua Adat Sulut Pendeta W.A.Roeroe yang mantan Ketua Senode kepada Komandan KRI John Lie-358 Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo, dilanjutkan penyerahan foto John Lie oleh pimpinan adat kepada KASAL untuk diteruskan lagi kepada  Komandan KRI.

Selain itu juga dilakukan penyerahan lonceng oleh KASAL kepada Komandan KRI John Lie-358, tarian Kolosal (Tarian Kabasaran Dan Maengket),

Selesai upacara pengukuhan KRI John Lie-358 dilanjutkan dengan upacara adat Minahasa serta pemecahan kendi di anjungan kapal. Acara Adat “Mangalei”, pemecahan kendi dan  adat “Marambak” diakhiri pemecahan dan pemercikan air buah kelapa merah ke arah haluan KRI John Lie-358 oleh Ketua Umum Jalasenastri Ny. Penny Marsetio.

Sebagai acara tambahan, panitia telah mengemas dan menyuguhkan sebuah tarian kolosal Masamper, serta menampilkan paduan suara para Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Manado (Unima), serta doa berbahasa daerah Manado dipimpin Ketua Adat.

Pemberian nama ini pun diapresiasi pihak keluarga. Salah satunya adalah M.E. Lucas, keponakan John Lie. "Ya kami mengucap syukur kepada Tuhan, karena John Lie Tuhan sudah membalas segala kebaikkannya," tutur M.E. Lucas.

Menurutnya satu hal yang masih ditanamkan dalam benaknya mengenai pesan-pesan dari sosok John Lie yaitu kesetiaan kepada negara dan kesetiaan kepada Tuhan, karena dimata keluarga besar sosok John Lie sebagai panutan. "Orangnya sangat disiplin dalam mendidik, juga tak pernah lupa kepada Tuhan," tambahnya.

Ikut juga hadir dalam upacara Peresmian KRI John Lie, sang istri, Margareitha Angkuw (87).

Turun dari Mobil Toyota Kijang Innova warna hitam dengan nomor polisi DB 2566 AP, tepat di belakang tenda utama, istri John Lie yang duduk di kursi roda ini diantar menuju tempat duduk bagian depan sambil ini didampingi keluarga dan personil Danlantalam VIII Manado. (jos)

See Also

Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Pendiri Matahari Group Ditemukan Meninggal Di Sungai Ciliwung
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Marie Muhammad Berpulang
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.782.526 Since: 07.04.14 | 0.5789 sec