YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2018, 0

Hot News

KRI John Lie-358, Kapal Tempur Baru TNI AL Berjenis Frigate Canggih Berteknologi Inggris

siarjustisia.com-BITUNG.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memperkenalkan kapal tempur terbaru AL yang diberi nama KRI John Lie-358.

Kapal berjenis frigate ini diresmikan pertama kali di Dermaga Pelabuhan Samudera Bitung, provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (13/12/2014) oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) TNI Laksamana TNI Dr. Marsetio, M.M., Gubernur Sulawesi Utara ke-12 Dr. Drs. Sinyo Harry Sarundajang, dan Panglima Armada Timur (Pangarmatim) yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/817/X/2014 tanggal 31 Oktober 2014, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, Laksamana Muda (Laksda) TNI Arie Henrycus Sembiring Meliala.

Komandan KRI John Lie-358, Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo kemudian menjelaskan alasan penamaan John Lie. Menurutnya, Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma, atau yang lebih dikenal sebagai John Lie, adalah seorang perwira tinggi TNI AL dari etnis China yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia. John Lie lahir pada tanggal 9 Maret 1911 di Manado, Sulawesi Utara.

“Pengalaman sebagai pelaut dan pengetahuan taktik tempur laut serta pembersihan ranjau laut didapat saat bekerja sebagai Klerk Mualim III di Perusahaan pelayaran niaga milik Belanda selama beberapa tahun hingga terjadi Perang Dunia II dan saat Perang dunia II berakhir beliau bergabung dengan Marine Division pada Kesatuan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS)," tutur Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo.

Komandan KRI John Lie-358 Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo melanjutkan, atas prestasi John Lie, dia diterima di Angkatan Laut RI dan diperintahkan untuk bertugas di Cilacap dengan pangkat Kapten, di Pelabuhan. Menurut lulusan Akabri tahun 1993 ini,  John Lie menorehkan prestasi berhasil membersihkan ranjau yang ditanam oleh Jepang untuk menghadapi pasukan Sekutu. "Atas jasanya itu beliau dinaikkan pangkatnya menjadi Mayor," ungkap Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo.

John Lie dalam tugasnya mengamankan pelayaran kapal yang mengangkut hasil bumi menuju Singapura dibarter dengan senjata yang nantinya akan diserahkan kepada pejabat RI di Sumatera sebagai sarana perjuangan melawan Belanda dengan melakukan operasi menembus blokade Belanda.

"Beliau menggunakan kapal cepat eks kapal Angkatan Laut Inggris yang dinamakan 'The Outlaw' yang diawaki oleh 15 ABK. Beberapa media menjuluki beliau sebagai 'The Great Smuggler with the Bible' dan atas jasa beliau kemudian dianugerahi tanda jasa Pahlawan oleh Presiden Soekarno waktu itu," papar Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo.

Adapun spesifikasi KRI John Lie, menurut Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo, adalah KRI yang paling canggih yang dimiliki oleh TNI AL saat ini. Kapal berjenis frigate buatan Inggris ini diakui Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo sebagai salah satu KRI paling canggih yang dimiliki TNI AL. KRI John Lie disertai teknologi yang dibeli dari Inggris dan terbilang baru di jenisnya. KRI John Lie memiliki teknologi yang dibeli dari Inggris serta merupakan yang terbaru di jenisnya.

“Kapal tempur ini jenis frigate yang memiliki kemampuan peperangan permukaan, udara, bawah air, dan peperangan elektronika. Kemampuan peperangan multi dimensi, bahkan ada Heli Tempur On Board, bisa diantisipasi semuanya bukan hanya fisik," ungkap Komandan KRI John Lie-358.

Pria yang sudah tujuh kali menjadi komandan kapal KRI ini jelas bukan sembarang memuji KRI John Lie-358. Sebab, dari tujuh KRI yang dikomandaninya, inilah yang dianggap Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo sebagai yang tercanggih.

"Kecanggihannya saja saat ini sesuai standar Kapal Perang NATO, dan merupakan kapal yang tercanggih yang ada di ASEAN saat ini," sebutnya.

KRI John Lie-358 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo ini hadir di Indonesia bersamaan dengan KRI Usman Harun-359, telah disambut oleh KASAL di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, 25 September silam.

Kala itu, KRI John Lie-358 tersebut disambut dengan tari Jaipongan dari Jawa Barat dilanjutkan pengalungan bunga oleh Kasal sebagai ucapan selamat datang kepada Komandan KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359 yang telah berhasil menyeberangkan kapal perang dari Inggris.

Seperti halnya KRI Bung Tomo-357 dan KRI Usman Harun-359, KRI John Lie-358 merupakan Kapal Perang produksi BAE System Maritime Naval Ship Inggris yang dibeli oleh Pemerintah Indonesia, tiba di Indonesia setelah menempuh perjalanan mengarungi samudera sejauh 9740 Nautical Mile dengan masing-masing membawa 87 ABK Perwira, Bintara dan Tamtama. KRI John Lie dibeli dari Inggris masuk ke Armada RI Kawasan Timur (Armatim) di Surabaya setelah menempuh 44 hari perjalanan dari Inggris dan tiba beberapa saat sebelum pelaksanaan HUT TNI di Surabaya.

KRI John Lie-358 mempunyai Spesifikasi berat tonase 1,940 ton dengan panjang keseluruhan 95 meter, lebar 12,8 meter, dengan tenaga penggerak mesin 4 X Man B&W ruston diesel engine yang dapat menyemburkan tenaga hingga berkecepatan mencapai 30 knot dengan daya jelajah 9.000 km.

“Kami yakin dengan makin canggihnya peralatan tempur TNI AL sekarang ini bisa meredam aksi pencurian di laut juga menjaga keutuhan NKRI yang kita cintai ini," tegas Kolonel Laut (P) Antonius Widyoutomo.

Nama yang disematkan di KRI ini sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma, perwira tinggi TNI AL beretnis China yang lebih dikenal sebagai John Lie. Prestasi John Lie tiada taranya di Angkatan Laut. John Lie adalah Panglima Armada (TNI AL) pada puncak-puncak krisis eksistensi Republik, yakni dalam operasi-operasi menumpas kelompok separatis Republik Maluku Selatan (RMS), Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), dan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta).

John Lie meninggal dunia karena stroke pada 27 Agustus 1988 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Atas segala jasa dan pengabdiannya, John Lie dianugerahi Bintang Mahaputera Utama oleh Presiden Soeharto pada 10 Nopember 1995, Bintang Mahaputera Adipradana dan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 9 November 2009. (jos)

See Also

Artis Senior Titi Qadarsih Meninggal
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Pendiri Matahari Group Ditemukan Meninggal Di Sungai Ciliwung
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.115.108 Since: 07.04.14 | 0.6337 sec