YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Internasional

Sebuah Bendera Hitam Bertuliskan Huruf Arab Terpasang Di Jendela

Monday, 15 December 2014 | View : 639

siarjustisia.com-SYDNEY.

Seorang lelaki bersenjata menyandera sekitar 40 orang di sebuah toko cokelat Lindt/Lindt Chocolat Cafe yang berada di kawasan Martin Place, pusat Kota Sydney, Australia pada Senin (15/12/2014) pagi waktu setempat.

Para sandera ditahan di dalam sebuah kafe yakni Lindt Chocolat Café yang berada di kawasan Martin Place, pusat Kota Sydney, New South Wales (NSW), Australia, Senin (15/12/2014).

Puluhan polisi bersenjata telah mengepung Kafe Lindt Chocolat di Martin Place, dekat dengan kantor Bank Sentral Australia, serta Bank-bank komersial lain, dan Gedung Parlemen negara bagian New South Wales.

Beberapa staf dan pelayan kafe yang menjadi sandera terlihat menempelkan tangannya di depan jendela di bawah ancaman pelaku. Para sandera tampak mengangkat tangan dan menempelkan telapak tangan ke dinding kaca sambil memegang spanduk hitam bertuliskan huruf putih dalam bahasa Arab. Siaran televisi lokal memperlihatkan sejumlah pelanggan di dalam kafe berdiri, dengan tangan menempel di jendela.

Sebuah bendera hitam, serupa dengan yang digunakan militan ISIS di Irak dan Suriah, juga terlihat. Spanduk ini menyerupai bendera yang biasa dipakai kelompok garis keras Front al-Nusra yang mengusung ideologi kelompok Al-Qaeda. Sebuah bendera hitam bertuliskan huruf Arab dapat terlihat di jendela, memunculkan kekhawatiran adanya serangan kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State of Iraq and al-Sham atau gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) walau belum dipastikan oleh aparat berwenang.

Para pelaku penyanderaan di Kafe Lindt Chocolat, Martin Place, Sydney, NSW, Australia, terlihat memaksa sandera untuk membentangkan bendera bertuliskan huruf Bahasa Arab. Pelaku yang terekam berwajah orang Timur Tengah tersebut kemudian mengibarkan bendera yang mirip dengan bendera ISIS pada kaca toko. Siaran televisi lokal memperlihatkan sejumlah pelanggan di dalam kafe berdiri, dan dipaksa memegang sebuah bendera hitam di dekat jendela kaca.

Bendera dalam Kafe Lindt Chocolat Sydney tersebut disinyalir bertuliskan syahadat. Harian Daily Telegraph Australia, Senin (15/12/2014) melansir, tulisan itu jika diterjemahkan, bermakna: "tidak ada Tuhan lain selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah". Kalimat tersebut merupakan kalimat syahadat dan sering ditemukan di dalam bendera Islam modern dan kerap digunakan oleh para pemberontak yang mengklaim membawa nama Islam. Namun, menurut para pemimpin komunitas Islam, simbol syahadat itu telah disalah gunakan oleh para pejuang kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State of Iraq and al-Sham atau gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Polisi NSW menulis pesan di Twitter, bahwa polisi sedang melakukan operasi di Martin Place, dan orang-orang disarankan menghindari wilayah itu. Tampak ratusan orang dibatasi dengan tali, dan unit pemadam kebakaran telah ada di lokasi.

Bank Sentral Australia mengatakan para staf telah dikunci di dalam Gedung, dan dalam keadaan aman. Media setempat melaporkan, bahwa orang-orang di sekitar Sydney Opera House telah dievakuasi, setelah ditemukannya sebuah paket mencurigakan.

Kereta dan bus dihentikan, dan jalan-jalan di kawasan itu diblokade, dengan operator kereta mengatakan telah ada ancaman bom di Martin Place. Pedagang di bursa mata uang, mengatakan berita penyanderaan telah menyebabkan jatuhnya nilai dolar Australia. (telegraph)

See Also

Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.070.357 Since: 07.04.14 | 0.8654 sec