YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jul 2019, 0

Hukum

KPK Cecar Aliran Dana Wawan Ke Artis Aima Diaz

siarjustisia.com-JAKARTA.

Aktris sinetron FTV, Aima Mawaddah Warrahmah atau lebih dikenal Aima Diaz berada di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2014).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap pemeriksaan terhadap pesinetron Aima Mawaddah Warrahmah alias Aima Diaz. Pemeriksaan terkait dugaan adanya penerimaan hadiah dari tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Aima Diaz diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pencucian uang yang dilakukan adik kandung Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah yang juga suami dari Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa aktris muda Aima Mawaddah Warahmah, 29 tahun, untuk meminta konfirmasi ihwal aliran dana dari Tubagus Chaery Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Atut Chosiyah. "Iya untuk mengkonfirmasi (penerimaan) itu,” tutur Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2014).

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas mengungkapkan bahwa pemanggilan Aima Diaz itu terkait konfirmasi penerimaan. “Ia dikonfirmasi soal penerimaan,” tambah Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2014).

Namun saat ditanyakan aset apakah yang diterima oleh Aima Diaz, Busyro Muqoddas mengungkapkan bahwa penyidik yang mempunyai datanya. Busyro Muqoddas mengaku tidak tahu apa yang telah diterima oleh Aima Diaz. Hal itu hanya diketahui oleh satuan tugas penyidik yang menangani kasus pencucian uang Wawan.

Busyro Muqoddas mengaku tak tahu persis apakah ada dana yang mengalir ke artis yang memakai nama panggung Aima Diaz itu. Jika benar, perlu didalami pula apa yang ia terima. Dia sendiri menambahkan bahwa penerimaan terkait pencucian uang bisa dalam berbagai bentuk. Namun, sambung Busyro Muqoddas, lazimnya penerimaan dari hasil pencucian uang itu normalnya bisa terwujud dalam bentuk berupa uang, cek, atau barang seperti mobil dan rumah. “Lazim itu bisa duit dalam berbagai bentuk lainnya kayak cek dan macam-macam, atau barang-barang yang non cash kayak mobil, rumah, barang bergerak, tidak bergerak, bisa itu,” papar Busyro Muqoddas.

Satu lagi artis menjalani pemeriksaan di KPK terkait penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. Adalah Aima Mawaddah Warrahmah alias Aima Diaz, pesinetron yang pernah berperan dalam sinetron ‘Cinta Fitri’.

Terkait kasus pencucian uang Wawan, KPK sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dari kalangan artis. Beberapa saksi dari kalangan artis pun telah diminta keterangannya oleh penyidik. Sebelum Aima Diaz, penyidik KPK juga sudah memeriksa sejumlah beberapa saksi dari pesohor perempuan untuk kasus pencucian uang Wawan. Sejumlah artis yang menerima uang dan hadiah dari Wawan yang telah diperiksa diantaranya pemain sinetron Reni Yuliana, dua model majalah dewasa, artis Jennifer Dunn dan model Catherine Wilson, serta penyanyi Rebecca Soejati Reijman.

Mobil mewah milik dua pesohor wanita telah disita penyidik KPK karena diduga berasal dari uang haram adik Gubernur Banten Atut Chosiyah. Dari model majalah dewasa Jennifer Dunn, KPK menyita satu unit Toyota Alphard Vellfire dan menyita Nissan Elgrand dari tangan Catherine Wilson. Namun, hingga kini mereka belum ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah itu.

Salah satu pengacara keluarga Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Sukatma, pernah mengatakan Wawan memang dekat dengan sejumlah selebritas. Yang melekatkan dengan mereka adalah salah satu bisnis Wawan dengan artis Irwansyah. Keduanya membentuk rumah produksi. Berdasarkan penelusuran wartawan, Irwansyah mendirikan RI Production bersama artis Raffi Ahmad pada 2012.

Aima Diaz Jumat (4/4/2014) hari ini dimintai keterangan sebagai saksi untuk kasus pencucian uang Wawan. Aima Diaz diduga menjadi salah satu pihak yang menerima aliran dana pencucian uang yang dilakukan oleh Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

Dia tiba di KPK sekitar pukul 9.00 WIB pagi dan usai diperiksa pukul tiga sore. Artis Aima Diaz rampung menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi selama 5 jam.

Dia terlihat keluar dari Gedung KPK ditemani oleh seorang lelaki yang diduga sebagai suaminya. Namun paska usai menjalani pemeriksaan, Aima Diaz yang memakai baju putih bermotif itu lebih memilih bungkam. Seperti saat datang, perempuan yang mengenakan blazer putih-hitam dan gaun terusan hitam selutut tersebut tak mau berkomentar. Tidak ada sepatah atau satupun kata yang keluar dari mulut artis yang bernama asli Aima Mawaddah Warrahmah itu.

Aima Diaz bergegas meninggalkan kantor KPK. Saat keluar dari Gedung KPK, ia menyibakkan rambut panjangnya hingga menutupi wajah. Dia bahkan terlihat menutupi muka menggunakan rambut panjangnya. Kakinya bergegas melangkah menuju mobil yang membawanya kabur dari kejaran pewarta. Aima Diaz terburu-buru masuk ke dalam mobil Honda CRV warna hitam yang telah menunggunya. Dengan didampingi petugas keamanan KPK, Aima Diaz digiring masuk ke mobil Honda CRV hitam langsung meninggalkan Gedung KPK.

Suami dari Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan disangka KPK melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) karena melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adik dari Gubernur provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah itu juga diduga melanggar Pasal 3 ayat (1) dan atau Pasal 6 ayat (1) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah pada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso mengatakan para wanita penerima mobil mewah dari Tubagus Chaery Wardana alias Wawan patut diduga melakukan pencucian uang pasif. Ia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan para artis tersebut sebagai tersangka. “Mereka berperan seperti penadah yang ikut menyamarkan kepemilikan aset Wawan," tukas Agus Santoso dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (1/4/2014).

Menurut Agus Santoso, PPATK menemukan Wawan sering membeli mobil dalam jumlah banyak. Mobil-mobil itu didaftarkan atas nama sejumlah perempuan yang dia sebut sebagai kerabatnya.

Adik kandung Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan melakukan pencucian uang oleh KPK pada 10 Januari 2014. Sebelumnya, Wawan juga telah menjadi tersangka dalam tiga kasus korupsi.

KPK sudah menetapkan Tubagus Chaery Wardana alias Wawan sebagai tersangka lantaran diduga menyuap Akil Mochtar saat menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi. Akil Mochtar diminta "mengurus" perkara sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten di Mahkamah Konstitusi. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ini, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan juga disangka menggelembungkan nilai proyek pembelian peralatan kesehatan di Kota Tangerang Selatan dan pengadaan alat kesehatan (alkes) di Provinsi Banten. (jos/viv/tem)

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.110.701 Since: 07.04.14 | 0.6026 sec