YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Ekonomi

Mata Uang Rusia Kolaps

Thursday, 18 December 2014 | View : 933

siarjustisia.com-MOSKOW.

Kondisi ekonomi dunia saat ini memang sedang guncang. Beberapa negara mata uangnya jatuh, karena membaiknya prospek ekonomi Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). Salah satu negara yang tertekan saat ini Rusia.

Bank Sentral Rusia memutuskan kenaikan suku bunga acuan menjadi 17% dari 10,5%. Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga acuan menjadi 17% dari 10,5% pagi ini. “Keputusan ini bertujuan untuk membatasi depresiasi ruble dan menahan risiko inflasi," demikian pernyataan Bank Sentral Rusia dilansir dari Reuters, Selasa (16/12/2014).

Langkah darurat ini dilakukan karena mata uang ruble dan harga minyak yang anjlok, serta sanksi ekonomi dari Barat (Uni Eropa) yang mengancam terjadinya resesi ekonomi.

Karena kebijakan ini, nilai tukar ruble menguat tajam, dari sebelumnya yang anjlok paling dalam sejak 1998.

Bank Sentral Rusia juga menaikkan batas volume repo surat berharga dalam mata uang asing untuk jangka waktu 28 hari, dari US$ 1,5 miliar menjadi US$ 5 miliar.

Mata uang Rusia, ruble, kemarin mengalami pelemahan sampai 11% dalam sehari. Ini merupakan pelemahan terburuk sejak 1998, dan sepertinya kenaikan suku bunga menjadi 17% tidak efektif menahan pelemahan mata uang Negeri Beruang Merah.

Dikutip dari Reuters, Rabu (17/12/2014), sepanjang pekan ini ruble sudah melemah 20% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Selama 2014, pelemahan ruble sudah lebih dari 50%.

Sejumlah kalangan menyebutkan, apa yag terjadi saat ini mirip dengan krisis pada 1998. Kala itu, mata uang ruble melemah tajam dan membuat Rusia mengalami gagal bayar utang alias default. Meski ekonomi Rusia saat ini sudah jauh lebih sehat, tetapi bayangan krisis 1998 masih begitu nyata.

Ruble terperosok akibat penurunan harga minyak dan sanksi negara-negara Barat atas aksi Rusia di Ukraina. Namun pelemahan tajam kali ini ditengarai karena lunturnya kepercayaan terhadap kredibilitas bank sentral.

Bank sentral Rusia baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 650 basis poin dari 10,5% menjadi 17%. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah putus asa, dan saat ini Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina seakan tidak mampu menghadang pelemahan ruble.

Pelaku pasar tidak menghiraukan pernyataan Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina yang menyebut nilai ruble sudah di bawah harga wajar (undervalue). Pernyataan pemerintah yang mengatakan banyak spekulan yang bermain pun tidak diindahkan investor.

Deputi Gubernur Bank Sentral Rusia Sergei Shvetsov menyebutkan situasi ini sudah kritis. Bank Sentral Rusia akan mengambil berbagai langkah untuk menstabilkan ruble.

"Ketika kebijakan suku bunga sudah tidak membuat pasar terkesan, maka opsi yang tersisa hanya intervensi US$ 10 miliar (Rp 120 triliun) per hari. Saat ini, Bank Sentral ada di pasar setiap hari," bilang Natalia Orlova, Kepala Ekonom Alfa Bank.

"Bank Sentral akan sangat kesulitan menstabilkan kurs. Apalagi harga minyak masih terus turun," sebut Vladimir Miklashevsky, Ekonom Danske Bank.

Seorang sumber menyebutkan, Bank Sentral Rusia sudah menghabiskan US$ 80 miliar (Rp 960 triliun) untuk menjaga ruble sepanjang tahun ini. Cadangan devisa Rusia yang mencapai US$ 416 miliar memang masih memadai, tetapi terus tergerus untuk intervensi. "Saat ini yang mengendalikan pergerakan kurs bukan lah minyak. Melainkan kepanikan akibat rumor negara ini bisa kembali ke masa krisis 1998," pungkas Alena Afanasyeva, Analis Senior Forex Club di Moscow.

Prospek ekonomi Rusia memang tidak bagus sejak pertengahan tahun ini. Banyak modal asing yang keluar, karena sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. (reuters)

See Also

The Fed Naikkan Suku Bunga
Babinsa 12/Mranggen Bantu Petani Sukseskan Swasembada Pangan
Dandim 0716/Demak Bersama LBB Panen Raya Dan Masyarakat Desa Ruwit
Panen Padi L-58 Aromatik Kodim 0716/Demak Dan Lumbung Banyu Bumi
Dandim 0716/Demak Bersama Masyarakat Panen Raya Demlot
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Koperasi Dinilai Penting Untuk Menunjang Pengembangan Usaha Batik Bakaran
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Kembangkan Jenis Usaha Yang Unik Dan Berbeda
Harga Pertalite Naik Rp 200 Per Liter
Usaha Sergab Kodim 0716/Demak Di Kala HPP Lebih Rendah Dari Pasar
Bertebaran Padi Di Halaman Kodim 0716/Demak
Bank Sampah Jadi Berkah Bagi Anggota Kodim 0716/Demak
Kodim 0716/Demak Terapkan Teknologi Baru Di Bidang Pertanian
Tim Sergab Kodim 0716/Demak Terus Genjot Serap Beras Ke Bulog
Cegah Penyelewengan, Babinsa Dampingi Pembagian Beras Rastra Yang Layak Konsumsi
Dokter Terkaya Amerika Serikat Beli Surat Kabar LA Times Rp 6,8 Triliun
Dandim 0716/Demak Panen Raya Di Ds. Mijen
Danramil 09/Karangtengah Berharap Pendistribusian Pupuk Tepat Sasaran
Danramil 03/Wonosalam Bersama Forkopimcam Panen Raya Padi
Presiden Joko Widodo Tinjau Proyek Padat Karya Di Dharmasraya
Pasar Saham Australia Dibuka Turun Tajam
5 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia
Penjualan Mobil Terbanyak Tahun 2017
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.782.074 Since: 07.04.14 | 0.6077 sec