YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Ekonomi

Mata Uang Rusia Kolaps

Thursday, 18 December 2014 | View : 961

siarjustisia.com-MOSKOW.

Kondisi ekonomi dunia saat ini memang sedang guncang. Beberapa negara mata uangnya jatuh, karena membaiknya prospek ekonomi Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). Salah satu negara yang tertekan saat ini Rusia.

Bank Sentral Rusia memutuskan kenaikan suku bunga acuan menjadi 17% dari 10,5%. Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga acuan menjadi 17% dari 10,5% pagi ini. “Keputusan ini bertujuan untuk membatasi depresiasi ruble dan menahan risiko inflasi," demikian pernyataan Bank Sentral Rusia dilansir dari Reuters, Selasa (16/12/2014).

Langkah darurat ini dilakukan karena mata uang ruble dan harga minyak yang anjlok, serta sanksi ekonomi dari Barat (Uni Eropa) yang mengancam terjadinya resesi ekonomi.

Karena kebijakan ini, nilai tukar ruble menguat tajam, dari sebelumnya yang anjlok paling dalam sejak 1998.

Bank Sentral Rusia juga menaikkan batas volume repo surat berharga dalam mata uang asing untuk jangka waktu 28 hari, dari US$ 1,5 miliar menjadi US$ 5 miliar.

Mata uang Rusia, ruble, kemarin mengalami pelemahan sampai 11% dalam sehari. Ini merupakan pelemahan terburuk sejak 1998, dan sepertinya kenaikan suku bunga menjadi 17% tidak efektif menahan pelemahan mata uang Negeri Beruang Merah.

Dikutip dari Reuters, Rabu (17/12/2014), sepanjang pekan ini ruble sudah melemah 20% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Selama 2014, pelemahan ruble sudah lebih dari 50%.

Sejumlah kalangan menyebutkan, apa yag terjadi saat ini mirip dengan krisis pada 1998. Kala itu, mata uang ruble melemah tajam dan membuat Rusia mengalami gagal bayar utang alias default. Meski ekonomi Rusia saat ini sudah jauh lebih sehat, tetapi bayangan krisis 1998 masih begitu nyata.

Ruble terperosok akibat penurunan harga minyak dan sanksi negara-negara Barat atas aksi Rusia di Ukraina. Namun pelemahan tajam kali ini ditengarai karena lunturnya kepercayaan terhadap kredibilitas bank sentral.

Bank sentral Rusia baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 650 basis poin dari 10,5% menjadi 17%. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah putus asa, dan saat ini Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina seakan tidak mampu menghadang pelemahan ruble.

Pelaku pasar tidak menghiraukan pernyataan Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina yang menyebut nilai ruble sudah di bawah harga wajar (undervalue). Pernyataan pemerintah yang mengatakan banyak spekulan yang bermain pun tidak diindahkan investor.

Deputi Gubernur Bank Sentral Rusia Sergei Shvetsov menyebutkan situasi ini sudah kritis. Bank Sentral Rusia akan mengambil berbagai langkah untuk menstabilkan ruble.

"Ketika kebijakan suku bunga sudah tidak membuat pasar terkesan, maka opsi yang tersisa hanya intervensi US$ 10 miliar (Rp 120 triliun) per hari. Saat ini, Bank Sentral ada di pasar setiap hari," bilang Natalia Orlova, Kepala Ekonom Alfa Bank.

"Bank Sentral akan sangat kesulitan menstabilkan kurs. Apalagi harga minyak masih terus turun," sebut Vladimir Miklashevsky, Ekonom Danske Bank.

Seorang sumber menyebutkan, Bank Sentral Rusia sudah menghabiskan US$ 80 miliar (Rp 960 triliun) untuk menjaga ruble sepanjang tahun ini. Cadangan devisa Rusia yang mencapai US$ 416 miliar memang masih memadai, tetapi terus tergerus untuk intervensi. "Saat ini yang mengendalikan pergerakan kurs bukan lah minyak. Melainkan kepanikan akibat rumor negara ini bisa kembali ke masa krisis 1998," pungkas Alena Afanasyeva, Analis Senior Forex Club di Moscow.

Prospek ekonomi Rusia memang tidak bagus sejak pertengahan tahun ini. Banyak modal asing yang keluar, karena sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. (reuters)

See Also

Babinsa 06/Wedung Lakukan Pemantauan Penyemaian Bibit Tanam Padi
Babinsa 09/Karangtengah Pastikan Harga Sembako Di Pasar Masih Relatif Stabil
Percepat Masa Tanam, Babinsa 09/Karangtengah Giat Dampingi Petani
Babinsa 05/Mijen Tunjukkan Peran Aktif Babinsa Terhadap Swasembada Pangan
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 07/Gajah Bantu Petani Siangi Rumput
Ciptakan Hubungan Yang Harmonis, Babinsa 01/Rembang Terjun Langsung Ke Lahan Pertanian
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Memotivasi Petani Dalam Menggarap Sawah
Babinsa 12/Mranggen Ikuti Sosialisasi Budidaya Sapi Potong
Babinsa 01/Demak Kota Bantu Percepatan Pertumbuhan Padi
Babinsa 02/Bonang Bersama Petani Bantu Persemaian Bibit Padi
Cegah Terjadinya Kelangkaan Pupuk, Babinsa Koramil 09/Karangtengah Cek Langsung Ke Pengecer
Wujudkan Swasembada Pangan, Babinsa 13/Karangawen Dampingi Petani Jagung Siangi Gulma
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Laksanakan Upsus Bersama Petani Menanam Jagung
Babinsa Koramil 13/Karangawen Pacu Petani Guna Swasembada Pangan
Sinergitas Babinsa 13/Karangawen Dengan PPL Saat Dampingi Petani Tanam Kedelai
Danramil 01/Demak Kota Hadiri Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Bersama Warga Bahu Membahu Buat Sumur Penampungan Air
Babinsa 03/Wonosalam Himbau Petani Untuk Segera Persiapkan Lahan Pertanian
Babinsa 01/Demak Kota Turun Langsung Ke Sawah Tebar Benih Padi
Finishing Pembuatan Jalan Beton TMMD Sengkuyung III Tahun 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Petani Tanam Padi Dengan Sistem Gogorancah MT1
Menjalin Keharmonisan, Babinsa Dan Masyarakat Laksanakan Kerja Bakti Pengecoran Jalan Desa
Babinsa Turun Ke Sawah Bantu Petani Siapkan Lahan Pertanian
Anggota Saka Wira Kartika Ikut Bantu Satgas TMMD Bangun Jalan
Babinsa Koramil 10/Guntur Bergotong Royong Bantu Rehab Rumah Warga
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.069.830 Since: 07.04.14 | 0.6527 sec