YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2018, 0

Hukum

Machfud Suroso Didakwa Korupsi Rp 46,5 Miliar

Thursday, 18 December 2014 | View : 717

siarjustisia.com-JAKARTA.

Direktur Utama PT. Dutasari Citra Laras, Machfud Suroso didakwa melakukan korupsi Rp 46,5 miliar dalam proyek pembangunan sarana olahraga terpadu Hambalang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat.

Pengusaha Machfud Suroso didakwa menggunakan uang proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat senilai Rp 46,5 miliar.

Machfud Suroso yang didakwa korupsi dalam proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, disebut menikmati uang korupsinya untuk berwisata ke Eropa. Uang hasil korupsi dari proyek Hambalang digunakan Direktur Utama (Dirut) PT. Dutasari Citra Laras, Machfud Suroso untuk plesiran alias jalan-jalan ke Eropa. Uang yang seharusnya untuk pembangunan sarana olahraga itu justru digunakan Machfud Suroso untuk kepentingan pribadi.

Machfud Suroso adalah terdakwa keempat yang diadili karena terlibat kasus Hambalang, salah satu proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) 2010-2012 yang merugikan keuangan negara Rp 464,5 miliar. Tiga terdakwa sebelumnya adalah Teuku Bagus Mokhamad Noor, Deddy Kusdinar, dan Andi Alfian Mallarangeng.

Surat dakwaan Machfud Suroso sebagian di-"copy-paste" dari dakwaan terdakwa terdahulu, yakni Deddy Kusdinar. Khususnya pada bagian pihak-pihak yang disebut diuntungkan oleh perbuatan Machfud Suroso dalam proyek Hambalang, yang diantaranya belum ditersangkakan oleh lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti Andi Alfian Mallarangeng, Teuku Bagus Mokhamad Noor, Anas Urbaningrum, dan Deddy Kusdinar, yang perkaranya sebenarnya telah terbukti di Pengadilan.

Hal tersebut sebagaimana terungkap dari surat dakwaan milik Machfud Suroso yang dibacakan oleh tim Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi dalam persidangan perkara korupsi proyek Hambalang, dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK terhadap Mahfud Suroso di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Disebutkan dalam dakwaan kalau Mahfud Suroso menggunakan uang sebesar Rp 750 juta untuk berwisata ke Eropa bersama Teuku Bagus M. Noor, yang telah dipidana dalam perkara Hambalang, termasuk Mohamad Arifin, Masrokhan, Aman Santoso beserta keluarganya.

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi Fitroh Rohcahyanto yang bertindak membacakan dakwaan menyebutkan Machfud Suroso menggunakan uang sebesar Rp 750 juta. Machfud Suroso disebutkan pergi bersama eks Direktur Operasional I PT. Adhi Karya (Persero) Tbk., Teuku Bagus Mokhamad Noor serta Mohamad Arifin, Masrokhan, Aman Santoso beserta keluarganya. “Biaya wisata ke Eropa sebesar Rp 750 juta,” beber Jaksa Fitroh Rohcahyanto.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitroh Rohcahyanto menyatakan, terdakwa Dirut PT Dutasari Citra Laras (DCL) itu memperoleh da­na m­iliaran begitu perusahaan­nya berhasil menjadi rekanan alias sub-kontraktor proyek kerja sama operasional PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. (KSO Adhi-Wika).

Menurut Jaksa KPK, Machfud Suroso telah secara melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri sebesar Rp 185,5 miliar dari proyek Hambalang. Padahal Mahfud Suroso merupakan subkontraktor mekanikal elektrikal, yang biaya dalam melaksanakan proyeknya hanya mencapai Rp 89,150 miliar.

KSO dilakukan dalam rangka menyelesaikan proyek pem­ba­ngu­nan lanjutan Pusat Pendidi­kan, Pelatihan dan Sekolah Olah­raga Nasional (P3SON) di Ha­m­ba­lang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat.

Machfud Suroso didakwa turut serta melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait
proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.

Atas perbuatannya itu, Machfud Suroso didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 se­bagai­mana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mendengar dakwaan terhadap dirinya, Machfud Suroso enggan untuk menyampaikan eksepsi. Atas dakwaan itu, Machfud Suroso mengatakan tak akan mengajukan nota pembelaan atau eksepsi. “Pada prinsipnya saya sudah mengerti dengan dakwaan, karena itu kami tidak perlu eksepsi," tegas Machfud Suroso.

Sidang bakal dilanjutkan pada 5 Januari 2015, dengan agenda pemeriksaan saksi. (jos)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.115.061 Since: 07.04.14 | 0.5909 sec