YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Hukum

Machfud Suroso Didakwa Korupsi Rp 46,5 Miliar

Thursday, 18 December 2014 | View : 668

siarjustisia.com-JAKARTA.

Direktur Utama PT. Dutasari Citra Laras, Machfud Suroso didakwa melakukan korupsi Rp 46,5 miliar dalam proyek pembangunan sarana olahraga terpadu Hambalang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat.

Pengusaha Machfud Suroso didakwa menggunakan uang proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat senilai Rp 46,5 miliar.

Machfud Suroso yang didakwa korupsi dalam proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, disebut menikmati uang korupsinya untuk berwisata ke Eropa. Uang hasil korupsi dari proyek Hambalang digunakan Direktur Utama (Dirut) PT. Dutasari Citra Laras, Machfud Suroso untuk plesiran alias jalan-jalan ke Eropa. Uang yang seharusnya untuk pembangunan sarana olahraga itu justru digunakan Machfud Suroso untuk kepentingan pribadi.

Machfud Suroso adalah terdakwa keempat yang diadili karena terlibat kasus Hambalang, salah satu proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) 2010-2012 yang merugikan keuangan negara Rp 464,5 miliar. Tiga terdakwa sebelumnya adalah Teuku Bagus Mokhamad Noor, Deddy Kusdinar, dan Andi Alfian Mallarangeng.

Surat dakwaan Machfud Suroso sebagian di-"copy-paste" dari dakwaan terdakwa terdahulu, yakni Deddy Kusdinar. Khususnya pada bagian pihak-pihak yang disebut diuntungkan oleh perbuatan Machfud Suroso dalam proyek Hambalang, yang diantaranya belum ditersangkakan oleh lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti Andi Alfian Mallarangeng, Teuku Bagus Mokhamad Noor, Anas Urbaningrum, dan Deddy Kusdinar, yang perkaranya sebenarnya telah terbukti di Pengadilan.

Hal tersebut sebagaimana terungkap dari surat dakwaan milik Machfud Suroso yang dibacakan oleh tim Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi dalam persidangan perkara korupsi proyek Hambalang, dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK terhadap Mahfud Suroso di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Disebutkan dalam dakwaan kalau Mahfud Suroso menggunakan uang sebesar Rp 750 juta untuk berwisata ke Eropa bersama Teuku Bagus M. Noor, yang telah dipidana dalam perkara Hambalang, termasuk Mohamad Arifin, Masrokhan, Aman Santoso beserta keluarganya.

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi Fitroh Rohcahyanto yang bertindak membacakan dakwaan menyebutkan Machfud Suroso menggunakan uang sebesar Rp 750 juta. Machfud Suroso disebutkan pergi bersama eks Direktur Operasional I PT. Adhi Karya (Persero) Tbk., Teuku Bagus Mokhamad Noor serta Mohamad Arifin, Masrokhan, Aman Santoso beserta keluarganya. “Biaya wisata ke Eropa sebesar Rp 750 juta,” beber Jaksa Fitroh Rohcahyanto.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitroh Rohcahyanto menyatakan, terdakwa Dirut PT Dutasari Citra Laras (DCL) itu memperoleh da­na m­iliaran begitu perusahaan­nya berhasil menjadi rekanan alias sub-kontraktor proyek kerja sama operasional PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. (KSO Adhi-Wika).

Menurut Jaksa KPK, Machfud Suroso telah secara melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri sebesar Rp 185,5 miliar dari proyek Hambalang. Padahal Mahfud Suroso merupakan subkontraktor mekanikal elektrikal, yang biaya dalam melaksanakan proyeknya hanya mencapai Rp 89,150 miliar.

KSO dilakukan dalam rangka menyelesaikan proyek pem­ba­ngu­nan lanjutan Pusat Pendidi­kan, Pelatihan dan Sekolah Olah­raga Nasional (P3SON) di Ha­m­ba­lang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat.

Machfud Suroso didakwa turut serta melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait
proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.

Atas perbuatannya itu, Machfud Suroso didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 se­bagai­mana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mendengar dakwaan terhadap dirinya, Machfud Suroso enggan untuk menyampaikan eksepsi. Atas dakwaan itu, Machfud Suroso mengatakan tak akan mengajukan nota pembelaan atau eksepsi. “Pada prinsipnya saya sudah mengerti dengan dakwaan, karena itu kami tidak perlu eksepsi," tegas Machfud Suroso.

Sidang bakal dilanjutkan pada 5 Januari 2015, dengan agenda pemeriksaan saksi. (jos)

See Also

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.152 Since: 07.04.14 | 0.6202 sec