YouTube Facebook Twitter RSS
19 May 2019, 0

Hukum

Machfud Suroso Didakwa Pakai Uang Korupsi Untuk Pribadi

Thursday, 18 December 2014 | View : 601

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kamis (18/12/2014), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, dalam pengembangan kasus korupsi pro­yek pembangunan Pusat Pe­n­didikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jaksa Fitroh Rohcahyanto menyatakan Direktur Utama PT. Dutasari Citra Laras (DCL), Machfud Suroso telah secara melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri sebesar Rp 185,5 miliar dari proyek Hambalang. Padahal Mahfud Suroso merupakan subkontraktor Mekanikal Elektrikal (ME), yang biaya dalam melaksanakan proyeknya hanya mencapai Rp 89,150 miliar.

Terkait dak­wa­an Machfud Suroso merugikan negara Rp 464,5 miliar dan meng­gu­na­kan sebagian uang itu untuk ke­perluan pribadinya.

Dari uang Rp 185,5 miliar tersebut, sebesar Rp 46,5 miliar digunakan juga oleh Machfud Suroso untuk kepentingan pribadinya, antara lain membayar hutang kepada Ronny Wijaya Rp 1,4 miliar, biaya rehabilitasi tiga unit rumah di Jakarta Selatan sebesar Rp 3,274 miliar, termasuk pembelian ruko di Fatmawati Festival, Cilandak, Jakarta Selatan sebesar Rp 738.700.000.

Berdasarkan perhitungan harga wajar, nilai kontrak untuk pekerjaan ME adalah 245 miliar. Namun, karena ada beban fee sebesar 18 persen, nilai kontrak ditambah Rp 50 miliar sehingga menjadi Rp 295 miliar.

Dari Rp 295 miliar yang diterima Machfud Suroso, yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan Mekanikal Elektrikal (ME) hanya sebesar Rp 89,150 miliar. Sisanya diberikan ke sejumlah pihak, dan untuk Machfud Suroso sendiri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Fitroh Rohcahyanto menya­ta­kan, terdakwa Dirut PT. Du­tas­ari Citra Laras (DCL) Machfud Suroso menggunakan dana hasil korupsi untuk membeli rumah, ruko, unit apartemen, sampai pem­bayaran utang.

Dalam dakwaannya, Jaksa KPK menyebutkan, terdakwa menggu­na­kan uang hasil korupsi proyek Hambalang senilai Rp 46,5 miliar untuk keperluan pribadi. Adapun keperluan pribadi itu meliputi, pembelian unit Ruko di Jalan Fat­mawati Festival, Cilandak, Jakar­ta Selatan senilai Rp 738.700.000, pembelian empat unit kios di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan sebesar Rp 2,806 miliar.

Terdapat pula dakwaan yang menyatakan adanya pembelian villa di Jalan Blok Pasir Reungit, Jayabakti, Sukabumi, Jawa Barat Rp 243,745 juta, pembelian satu unit apartemen di Sudirman Suites Rp 1,422 mi­liar, pembeli­an 15 unit apartemen dan satu unit kios di Grand Center Point Rp 1,667 miliar, dan pem­belian ruko lainnya di kawasan Niaga Pondok Pinang Rp 758.809.000.

Selebihnya, papar Jaksa KPK, ter­dak­wa memanfaatkan sebagian uang hasil korupsi untuk keper­luan merenovasi tiga unit rumah yang terletak di kawasan Kartika Pinang, Pondok Indah, Keba­yo­ran Lama, kawasan Jalan Haji Syaip, Gandaria Selatan, dan Town House di wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Untuk keper­luan renovasi tiga rumah tersebut, terdakwa meng­habis­kan dana Rp 3,274 miliar.

Terdakwa juga menggu­nakan uang hasil korupsi untuk membayar kredit investasi di Bank Panin Rp 3 miliar, serta membayar utang kepada Ronny Wijaya Rp 1,4 miliar. “Sisanya uang sebesar Rp 31,196 miliar dipergunakan ter­dakwa  untuk kepentingan lain,” beber JPU Fitroh Rohcahyanto.

Dalam berkas dakwaan, Jaksa KPK menyatakan, akibat penyim­pa­ngan pelaksanaan proyek Ham­balang oleh terdakwa, Negara di­perhitungkan mengalami ke­ru­gian Rp 464,514 miliar.

Meski yakin anggaran proyek ini di-mark up terdakwa, Jaksa KPK menilai sebagian dana tersebut juga dipakai untuk keperluan ‘bagi-bagi’ pada pihak lain. "Aset-aset terdakwa sudah disita untuk kepentingan pengembalian kerugian negara," tandas Jaksa Fitroh Rohcahyanto.
Seperti dikabarkan sebelumnya, pada kasus ini, KPK menetap­kan penahanan Machfud Suroso pada 8 Agustus 2014. Tersangka di­titipkan oleh KPK untuk di­ta­han di Mapolres Jakarta Se­latan. “Setelah dilakukan peme­rik­saan, sekitar pukul 17.30 WIB, te­lah dilakukan upaya penahanan ter­hadap tersangka MS (Machfud Suroso),” ungkap Karo Humas KPK, Johan Budi Sapto Prabowo.

Menanggapi penahanannya saat itu, Machfud Suroso tidak bersedia ber­­komentar panjang lebar. "Sa­ya nggak ada komentar. Doa­kan saja, mudah-mudahan saya se­hat-sehat saja," cetus Machfud Suroso.

Sebelumnya, untuk mengusut ke­terlibatan Machfud Suroso, Juru Bicara KPK Johan Budi SP. mengatakan, KPK telah meng­geledah rumah salah satu staf pe­rusahaan tersangka. Salah satu penggeledahan dilakukan di ke­diaman Suripto, Pegawai PT. Du­tasari Citralaras, di Perumah­an Gri­ya Bukit Jaya, Blok J-5,  Bo­jongnangka, Gunung Putri, K­a­bu­paten Bogor.

Penggeledahan tersebut, kata Johan Budi SP.,  untuk mencari bukti lebih lanjut atas penyidikan tersangka Machfud Suroso. "Penyidik ma­sih menelaah hasil dari pe­ng­geledahan. Penelaahan di­ha­rap­kan bisa memperdalam pe­nyi­dikan terhadap tersangka Mach­fud Suroso," pungkas Juru Bicara KPK tersebut.

See Also

Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.815.006 Since: 07.04.14 | 0.5584 sec