YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Hukum

Machfud Suroso Didakwa Pakai Uang Korupsi Untuk Pribadi

Thursday, 18 December 2014 | View : 503

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kamis (18/12/2014), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, dalam pengembangan kasus korupsi pro­yek pembangunan Pusat Pe­n­didikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jaksa Fitroh Rohcahyanto menyatakan Direktur Utama PT. Dutasari Citra Laras (DCL), Machfud Suroso telah secara melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri sebesar Rp 185,5 miliar dari proyek Hambalang. Padahal Mahfud Suroso merupakan subkontraktor Mekanikal Elektrikal (ME), yang biaya dalam melaksanakan proyeknya hanya mencapai Rp 89,150 miliar.

Terkait dak­wa­an Machfud Suroso merugikan negara Rp 464,5 miliar dan meng­gu­na­kan sebagian uang itu untuk ke­perluan pribadinya.

Dari uang Rp 185,5 miliar tersebut, sebesar Rp 46,5 miliar digunakan juga oleh Machfud Suroso untuk kepentingan pribadinya, antara lain membayar hutang kepada Ronny Wijaya Rp 1,4 miliar, biaya rehabilitasi tiga unit rumah di Jakarta Selatan sebesar Rp 3,274 miliar, termasuk pembelian ruko di Fatmawati Festival, Cilandak, Jakarta Selatan sebesar Rp 738.700.000.

Berdasarkan perhitungan harga wajar, nilai kontrak untuk pekerjaan ME adalah 245 miliar. Namun, karena ada beban fee sebesar 18 persen, nilai kontrak ditambah Rp 50 miliar sehingga menjadi Rp 295 miliar.

Dari Rp 295 miliar yang diterima Machfud Suroso, yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan Mekanikal Elektrikal (ME) hanya sebesar Rp 89,150 miliar. Sisanya diberikan ke sejumlah pihak, dan untuk Machfud Suroso sendiri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Fitroh Rohcahyanto menya­ta­kan, terdakwa Dirut PT. Du­tas­ari Citra Laras (DCL) Machfud Suroso menggunakan dana hasil korupsi untuk membeli rumah, ruko, unit apartemen, sampai pem­bayaran utang.

Dalam dakwaannya, Jaksa KPK menyebutkan, terdakwa menggu­na­kan uang hasil korupsi proyek Hambalang senilai Rp 46,5 miliar untuk keperluan pribadi. Adapun keperluan pribadi itu meliputi, pembelian unit Ruko di Jalan Fat­mawati Festival, Cilandak, Jakar­ta Selatan senilai Rp 738.700.000, pembelian empat unit kios di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan sebesar Rp 2,806 miliar.

Terdapat pula dakwaan yang menyatakan adanya pembelian villa di Jalan Blok Pasir Reungit, Jayabakti, Sukabumi, Jawa Barat Rp 243,745 juta, pembelian satu unit apartemen di Sudirman Suites Rp 1,422 mi­liar, pembeli­an 15 unit apartemen dan satu unit kios di Grand Center Point Rp 1,667 miliar, dan pem­belian ruko lainnya di kawasan Niaga Pondok Pinang Rp 758.809.000.

Selebihnya, papar Jaksa KPK, ter­dak­wa memanfaatkan sebagian uang hasil korupsi untuk keper­luan merenovasi tiga unit rumah yang terletak di kawasan Kartika Pinang, Pondok Indah, Keba­yo­ran Lama, kawasan Jalan Haji Syaip, Gandaria Selatan, dan Town House di wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Untuk keper­luan renovasi tiga rumah tersebut, terdakwa meng­habis­kan dana Rp 3,274 miliar.

Terdakwa juga menggu­nakan uang hasil korupsi untuk membayar kredit investasi di Bank Panin Rp 3 miliar, serta membayar utang kepada Ronny Wijaya Rp 1,4 miliar. “Sisanya uang sebesar Rp 31,196 miliar dipergunakan ter­dakwa  untuk kepentingan lain,” beber JPU Fitroh Rohcahyanto.

Dalam berkas dakwaan, Jaksa KPK menyatakan, akibat penyim­pa­ngan pelaksanaan proyek Ham­balang oleh terdakwa, Negara di­perhitungkan mengalami ke­ru­gian Rp 464,514 miliar.

Meski yakin anggaran proyek ini di-mark up terdakwa, Jaksa KPK menilai sebagian dana tersebut juga dipakai untuk keperluan ‘bagi-bagi’ pada pihak lain. "Aset-aset terdakwa sudah disita untuk kepentingan pengembalian kerugian negara," tandas Jaksa Fitroh Rohcahyanto.
Seperti dikabarkan sebelumnya, pada kasus ini, KPK menetap­kan penahanan Machfud Suroso pada 8 Agustus 2014. Tersangka di­titipkan oleh KPK untuk di­ta­han di Mapolres Jakarta Se­latan. “Setelah dilakukan peme­rik­saan, sekitar pukul 17.30 WIB, te­lah dilakukan upaya penahanan ter­hadap tersangka MS (Machfud Suroso),” ungkap Karo Humas KPK, Johan Budi Sapto Prabowo.

Menanggapi penahanannya saat itu, Machfud Suroso tidak bersedia ber­­komentar panjang lebar. "Sa­ya nggak ada komentar. Doa­kan saja, mudah-mudahan saya se­hat-sehat saja," cetus Machfud Suroso.

Sebelumnya, untuk mengusut ke­terlibatan Machfud Suroso, Juru Bicara KPK Johan Budi SP. mengatakan, KPK telah meng­geledah rumah salah satu staf pe­rusahaan tersangka. Salah satu penggeledahan dilakukan di ke­diaman Suripto, Pegawai PT. Du­tasari Citralaras, di Perumah­an Gri­ya Bukit Jaya, Blok J-5,  Bo­jongnangka, Gunung Putri, K­a­bu­paten Bogor.

Penggeledahan tersebut, kata Johan Budi SP.,  untuk mencari bukti lebih lanjut atas penyidikan tersangka Machfud Suroso. "Penyidik ma­sih menelaah hasil dari pe­ng­geledahan. Penelaahan di­ha­rap­kan bisa memperdalam pe­nyi­dikan terhadap tersangka Mach­fud Suroso," pungkas Juru Bicara KPK tersebut.

See Also

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.154 Since: 07.04.14 | 0.6326 sec