YouTube Facebook Twitter RSS
16 Oct 2019, 0

Nusantara

4 Warga Di Kepulauan Sangihe Tertimbun Tanah Longsor

Sunday, 21 December 2014 | View : 1224

siarjustisia.com-TAHUNA.

Musibah banjir disertai longsor menerjang permukiman warga di Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara. Di provinsi Sulawesi Utara, empat orang warga Kampung Lesabe, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, tertimbun longsor pada Jumat (19/12/2014) malam. Empat orang warga Kampung Lesabe, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe yang tertimbun tanah longsor, hingga Sabtu (20/12/2014) sore belum ditemukan. Empat orang warga yang tertimbun longsor belum berhasil dievakuasi oleh Tim SAR. Empat korban yang tertimbun longsor di Kepulauan Sangihe tersebut masih dicari.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sangihe, Welly Kumentas, Sabtu (20/12/2014), di Manado mengatakan longsor menimbun empat warga di wilayah perbukitan Kampung Lesabe saat hujan deras mengguyur wilayah Sangihe. Hujan disertai angin kencang terjadi sejak Jumat (19/12/2014) pukul 08.00 tanpa henti hingga malam hari.

Empat korban tertimbun longsor itu adalah Naftali Makapedua (23) dan istrinya, Suryani Masambe (21); Elen Derek (45); dan Jein Managa (24).

Hingga kini, kondisi keempatnya belum diketahui karena masih dalam pencarian.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sangihe, Rentje Tamboto, proses pencarian korban terhalang belum bisa masuknya peralatan berat ke lokasi, akibat jalan ikut terputus oleh timbunan tanah longsor maupun badan jalan yang ikut ambles.

"Akses ke lokasi masih sangat terbatas, makanya proses pencarian masih pakai peralatan sederhana," katanya.

Bupati Sangihe, H.R. Makagansa bersama Kapolres, Dandim dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Kepulauan Sangihe, Sabtu (20/12/2014) pagi, langsung terjun ke beberapa lokasi bencana banjir dan tanah longsor, termasuk di kampung Lesabe, yang ada korban jiwa itu.

"Pak Bupati bersama Muspida tadi pagi turun tinjau lokasi musibah banjir dan longsor," beber Rentje Tamboto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (20/12/2014) kemarin.

Kepala BPBD Kabupaten Sangihe, Rentje Tamboto mengatakan upaya evakuasi yang dilakukan regu penolong gagal karena medan bencana yang berada di perbukitan.

Di samping itu, peralatan pencarian sangat minim. “Regu penolong hanya bermodalkan cangkul dan sekop,” katanya.

Untuk membantu evakuasi korban yang masih hilang itu, pihaknya sudah meminta bantuan pihak SAR Manado dan BPBD Sulut.

Pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (21/12/2014) dengan kendaraan berat eskavator yang didatangkan dari Tahuna, Ibu Kota Kabupaten Sangihe. “Sesuai informasi, Tim SAR dan BPBD Sulut akan tiba besok Minggu (21/12/2014). Sementara itu, untuk pembukaan akses jalan yang tertutup longsor oleh Dinas PU belum semuanya terbuka, karena terbentur oleh kurangnya alat berat," tutur Rentje Tamboto.

Longsor terjadi di 25 titik pada sebagian wilayah Sangihe, yakni Manganitu, Tabukan Tengah, dan Tabukan Selatan.

Di Kecamatan Manganitu terdapat enam titik longsor dan di Kecamatan Tabukan Tengah delapan titik longsor.

Hujan deras yang melanda Kabupaten Sangihe selama 12 jam juga membuat banjir di sejumlah wilayah kota Tahuna dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Banjir itu memacetkan arus lalu lintas kota tersebut.

Banjir juga menerjang permukiman padat penduduk di Kelurahan Apeng Sembeka, Soatalara, dan Tona.

Akibat banjir, ratusan rumah di Kelurahan Soataloara, Apeng Sembeka dan Sawang Bendar, Kota Tahuna, serta di Kampung Taloarane, Kecamatan Manganitu dan Kampung Laine, Kecamatan Manganitu Selatan, sempat terendam.

Sedangkan akibat longsor, akses dari Kota Tahuna ke Kecamatan Manganitu serta ke Kecamatan Naha, dan dari Kecamatan Tabukan Tengah ke Kecamatan Tabukan Selatan, terputus.

Bencana Banjir dan tanah longsor itu ikut memporak poranda empat rumah warga di Kampung Lesabe, serta beberapa rumah lainnya di wilayah Manganitu.

Warga sempat panik ketika air memasuki rumah. Sistem drainase di kota Tahuna yang buruk membuat air cepat menggenang. Padahal, letak kota Tahuna dekat dengan bibir pantai. “Warga yang rumahnya rusak parah kini mengungsi sementara di rumah kerabat mereka. Untuk menjamin kesehatan korban, kami sudah minta bantuan Dinas Kesehatan yang sekarang sudah di lokasi bencana,"  jelas Rentje Tamboto.

See Also

PT. PLN (Persero) Akan Siapkan 22 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
24 Ribu TNI-Polri Siap Amankan Pelantikan Anggota DPR RI
Lalu Lintas Menuju Gedung DPR MPR RI Lancar
711 Anggota DPR RI Dan DPD RI Terpilih Akan Dilantik Besok
70 Pesantren Dari Jateng & DIY Studi Banding Ke Mawaddah Kudus
KPU Sebut Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden Terpilih Tetap 20 Oktober
Panglima TNI Tegaskan TNI Kawal Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Jelang HUT RI, Satgas TMMD Ajak Warga Bersihkan Lingkungan
Sejak Ada TMMD, Tidak Ada Lagi Kamus Takut Sama Tentara
Seberangkan Anak Sekolah Juga Dilakoni Satgas TMMD
Ngojek Anak Sekolah Di Desa TMMD Juga Dilakukan TNI
TNI Buka Biro Angkutan Antar Jemput Anak-Anak Sekolah
Danramil 01/Demak Kota Katakan Lega Rasanya Bisa Bantu Warga Mempunyai Rumah Layak Huni
Pelopori Peduli Kebersihan Lingkungan, TNI Gelar Jumat Bersih
TNI Ajarkan Anak-Anak SD Untuk Berperan Di Kebersihan Masjid
Ini Salah Satu Cara TNI Satgas TMMD Diidolakan Anak-anak
Terkait Upacara Penutupan TMMD Sudah Mulai Dirapatkan
Wawasan Kebangsaan Di Desa Sasaran TMMD Mulai Tampak
Sesibuk Apapun Kerja Di TMMD, TNI Satgas Tetap Tak Meninggalkan Ibadah
Dansatgas TMMD Kodim 0716/Demak Wujudkan Impian Warga Dukuh Duduk
Kami Guru Di Kalikondang Tak Pernah Lupa Dengan Jasa TNI
Sosok Prajurit TNI Yang Berandil Besar Di Pengecoran Jalan
Luar Biasa Saya Bisa Ngangsu Kawruh Dengan Banyak Ulama
Berkat TMMD, Lapangan Kalikondang Menjadi Kebanggaan Warga
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.578.162 Since: 07.04.14 | 2.7211 sec