YouTube Facebook Twitter RSS
19 Dec 2018, 0

Ekonomi

Faisal Basri Rekomendasikan Setop Impor Ron 88, Ganti Dengan Mogas 92

Sunday, 21 December 2014 | View : 556

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim Pemberantasan Mafia Minyak dan Gas Bumi (Migas) atau Tim Reformasi Tata Kelola Migas merekomendasikan kepada Pemerintah untuk segera beralih dari bensin Ron 88 ke Mogas 92 atau setara dengan Pertamax.

Pemerintah diminta segera beralih dari bensin Ron 88 ke Mogas 92. Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, Faisal Batubara atau lebih dikenal sebagai Drs. Faisal Basri, M.A. merekomendasikan untuk menghapus Premium. Ekonom Faisal Basri mengungkapkan dengan penghapusan Ron 88, akan membuat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi lebih rendah.

“Pertama, menyediakan pilihan lebih baik bagi rakyat yang berdampak baik pula bagi perekonomian dalam bentuk eksternalitas positif, sehingga bisa mengkalibrasi kenaikan ongkos pengadaan dan impor BBM tertentu akibat peningkatan kualitas BBM," jelas Faisal Basri di Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (21/12/2014).

Kemudian, mantan Ketua, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta (1999-2003) melanjutkan prinsip keduanya formula yang sudah ditemukannya bisa mencerinkan keadaan sebenarnya yang lebih baik daripada perhitungan rumit dengan asumsi data yang kedaluwarsa, sehingga perhitungan harga patokan lebih mencerminkan harga lewat mekanisme pasar yang betul-betul terjadi, transparan, dan akuntabel.

"Siapapun bisa menghitung pada hari ini, kalau coba hitung asal punya data MoPS 92 yang sebulan lalu. Memang harus langganan tapi lembaga riset punya, kemudian dikalikan kurs yang berlaku sekarang," terang Editorial Board, Jurnal Bisnis & Ekonomi Politik (Quarterly Journal of the Indonesian Economy), diterbitkan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) sejak tahun 1997, Faisal Basri.

Ketiga, perubahan harga patokan seyogyanya tidak menambah beban rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dosen pada Program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), Program Pascasarjana Universitas Indonesia untuk mata kuliah Analisis Lingkungan Bisnis, Perdagangan Internasional, Keuangan Internasional, dan Makroekonomi untuk Manajer, Ekonomi Regulasi, Ekonomi Politik, dan Etika Perencanaan sejak tahun 1988 ini menambahkan, untuk prinsip keempatnya yakni formula perhitungan harga patokan menjadi lebih sederhana dan proses importasi BBM tidak memerlukan proses pencampuran (blending).

"Prinsip kelimanya, kebijakan subsidi yang sudah termasuk harga patokan BBM dan harga eceran, tidak termasuk pajak, dapat mendorong masyarakat dalam melakukan perubahan pola konsumsi BBM ke arah yang lebih bermutu dan ramah lingkungan serta mendorong resktrukturisasi industri perminyakan," tutur Dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk mata kuliah Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, Ekonomi Pembangunan, Sejarah Pemikiran Ekonomi sejak tahun 1981 ini.

Meski di negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) masih menggunakan Ron 88, namun timnya mempunyai argumen tersendiri, yakni semakin tinggi Ron maka efiesinsi penggunaan bahan bakar semakin meningkat, kalau bisa meningkatkan efisensi kenapa tidak pilih. "Terakhir, perubahan kebijakan dapat diterapkan pada kondisi kapasitas dan kualitas infrastruktur kilang BBM yang ada di dalam negeri," ucap mantan anggota Tim Asistensi Ekuin Presiden RI pada tahun 2000.

Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (21/12/2014), mengatakan, dalam kondisi tertentu, blending atau pencampuran untuk mendapatkan bensin Ron 88 dapat lebih mahal dari harga bensin dengan kualitas lebih tinggi.

Ini terjadi ketika penjual memasok bensin dengan kualitas lebih tinggi ketimbang spesifikasi yang dipesan dan kemudian dicampur untuk menghasilkan bensin dengan spesifikasi lebih rendah, dalam hal ini Ron 88.

Bagi pihak pencampur, lanjut Faisal Basri, jenis Ron apapun akan dijadikan campuran asalkan menghasilkan spesifikasi Ron88 sesuai pesanan.

Sementara itu, Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) sebagai pengimpor BBM tidak memiliki kekuatan untuk menentukan harga pasar Ron 88.

Indonesia sendiri merupakan satu-satunya negara di Asia yang mengimpor minyak dengan spesifikasi Ron 88. Indonesia menjadi negara tunggal pembeli Ron 88 dengan volume jauh lebih besar dibandingkan dengan transaksi Mogas 92 di kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia tidak mempunyai kuasa apa-apa karena dalam menghitung harga patokan yang didasarkan pada benchmark yang bias,” kata mantan Pakar Ekonomi pada P3I DPR-RI periode 1994-1995, Faisal Basri.

Apalagi peserta tender Ron 92 di bursa Singapura adalah trading company, refiner atau national oil company yang memiliki kepentingan untuk memasok bensin Ron 88 ke Indonesia.

Bila mengacu pada proses pembentukan harga, hal ini memicu kemunculan kartel yang memanfaatkan  harga Ron 88 yang tidak mempunyai  standar internasional.

“Jadi ini membuka peluang terjadinya kartel penjual karena mereka punya kesempatan menjadi satu-satunya yang menghasilkan Ron 88 untuk Indonesia. Sebaliknya, pembentukan kartel otomatis akan kecil kalau kita membeli langsung Ron 92, karena yang jual banyak dan yang beli juga banyak sehingga pasarnya lebih kompetitif. Akhirnya, terciptalah contestable market yang akan menghasilkan proses pembentukan harga yang lebih fair,” pungkas mantan anggota Tim “Perkembangan Perekonomian Dunia” pada Asisten II Menteri Koordinator Bidang EKUIN periode 1985-1987, Faisal Basri.

Hal ini berarti, nantinya baik produksi maupun impor BBM Indonesia akan dalam berbentuk Ron 92.

Untuk produksi Ron 92 di dalam negeri, kilang-kilang yang dimiliki Pertamina akan diupayakan menghasilkan bensin Ron 92 dalam jangka waktu yang singkat yaitu 2-5 bulan.

Alumnus Master of Arts (M.A.) dalam bidang ekonomi, Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1988, Faisal Basri menambahkan, selama ini kilang di Indonesia yang bisa menghasilkan Ron 92 hanyalah kilang Balongan.

Namun, tim Faisal Basri merekomendasikan untuk mengubah semua produksi Ron 88 di kilang-kilang Indonesia menjadi Ron 92. “Kilang-kilang yang dimiliki Pertamina akan diupayakan untuk memproduksi bensin Ron 92 dalam jangka waktu yang singkat, tidak perlu bertahun-tahun,” ujar alumnus Sarjana Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut.

Sebenarnya, untuk mengubah produksi dari bensin Ron 88 menjadi Ron 92, Pertamina dapat melakukannya dalam waktu 2 bulan.

Namun, Faisal Basri memberikan jangka waktu yang lebih lama agar perubahan dapat dilaksanakan dengan baik.

“Kalau hanya 2 bulan, kasihan Pertamina. Kami memberikan waktu yang cukup dalam lima bulan,” cetus pendiri Yayasan Harkat Bangsa, Global Rescue Network, dan Yayasan Pencerahan Indonesia, Faisal Basri.

Bensin Ron 92 nantinya akan digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Tim Reformasi Tata Kelola Migas merekomendasikan besaran subsidi yang diterapkan tetap sama seperti saat ini.

“Harga jual bensin Ron 92 yang dipasarkan di masyarakat mengikuti harga minyak dunia,” tegas mantan Research Associate dan Koordinator Penelitian Bidang Ekonomi dalam rangka kerja sama penelitian antara Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia dengan University of Tokyo periode 1997-1998, Faisal Basri.

Ditambahkan Ketua Tim yang biasa disebut Tim Pemberantasan Mafia Migas, Faisal Basri, dengan impor premium dihentikan, akan membuat harga Pertamax, Shell Super atau Performance Total harganya akan turun dan jauh lebih murah.

Menurut Faisal Basri, penggunaan Ron 92 sebagai BBM bersubsidi, kemungkinan akan membuat harga BBM non subsidi yang masuk jenis Ron 92 turun. "Jangan lupa lho, ada kemungkinan harga Pertamax yang merupakan Ron 92 bakal turun dan Shell serta Total segala macam juga terdorong untuk turun harganya. InsyaAllah kita akan menikmati harga Pertamax dengan harga yang lebih murah," tandas Faisal Basri, di Jakarta, Minggu (21/12/2014).

Dengan begitu, lanjut Faisal Basri, akan tercipta persaingan ketat antara harga BBM bersubsidi dan non subsidi, sehingga pasar akan semakin sehat. "Dan ternyata apalagi selisih harga antara Ron 92 dengan Ron 88 tidak terlalu besar, juga tidak sampai Rp 1.000 per liter. Jadi nanti kita akan mempunyai pasar bensin dengan variasi harga yang lebih contestable market," tutup salah seorang keponakan dari mendiang Wakil Presiden RI Adam Malik ini, Faisal Basri yang pernah ikut menjadi salah satu pendiri Mara (Majelis Amanah Rakyat) yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN). (jos)

See Also

Babinsa 06/Wedung Lakukan Pemantauan Penyemaian Bibit Tanam Padi
Babinsa 09/Karangtengah Pastikan Harga Sembako Di Pasar Masih Relatif Stabil
Percepat Masa Tanam, Babinsa 09/Karangtengah Giat Dampingi Petani
Babinsa 05/Mijen Tunjukkan Peran Aktif Babinsa Terhadap Swasembada Pangan
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 07/Gajah Bantu Petani Siangi Rumput
Ciptakan Hubungan Yang Harmonis, Babinsa 01/Rembang Terjun Langsung Ke Lahan Pertanian
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Memotivasi Petani Dalam Menggarap Sawah
Babinsa 12/Mranggen Ikuti Sosialisasi Budidaya Sapi Potong
Babinsa 01/Demak Kota Bantu Percepatan Pertumbuhan Padi
Babinsa 02/Bonang Bersama Petani Bantu Persemaian Bibit Padi
Cegah Terjadinya Kelangkaan Pupuk, Babinsa Koramil 09/Karangtengah Cek Langsung Ke Pengecer
Wujudkan Swasembada Pangan, Babinsa 13/Karangawen Dampingi Petani Jagung Siangi Gulma
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Laksanakan Upsus Bersama Petani Menanam Jagung
Babinsa Koramil 13/Karangawen Pacu Petani Guna Swasembada Pangan
Sinergitas Babinsa 13/Karangawen Dengan PPL Saat Dampingi Petani Tanam Kedelai
Danramil 01/Demak Kota Hadiri Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Bersama Warga Bahu Membahu Buat Sumur Penampungan Air
Babinsa 03/Wonosalam Himbau Petani Untuk Segera Persiapkan Lahan Pertanian
Babinsa 01/Demak Kota Turun Langsung Ke Sawah Tebar Benih Padi
Finishing Pembuatan Jalan Beton TMMD Sengkuyung III Tahun 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Petani Tanam Padi Dengan Sistem Gogorancah MT1
Menjalin Keharmonisan, Babinsa Dan Masyarakat Laksanakan Kerja Bakti Pengecoran Jalan Desa
Babinsa Turun Ke Sawah Bantu Petani Siapkan Lahan Pertanian
Anggota Saka Wira Kartika Ikut Bantu Satgas TMMD Bangun Jalan
Babinsa Koramil 10/Guntur Bergotong Royong Bantu Rehab Rumah Warga
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.119.856 Since: 07.04.14 | 0.6776 sec