YouTube Facebook Twitter RSS
26 May 2019, 0

Nusantara

Kubu Agung Laksono Sebut Golkar Yang Perjuangkan Pilpres Langsung

Wednesday, 24 December 2014 | View : 563

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kubu Agung Laksono menyebutkan bahwa Partai Golongan Karya (Golkar) lah yang memperjuangkan pemilihan presiden (pilpres) secara langsung dan jangan dibalik.

Ketua Mahkamah Partai Golongan Karya (Golkar) pimpinan Agung Laksono yang juga adalah mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ke-26 menggantikan Hamid Awaluddin pada Kabinet Indonesia Bersatu dengan masa jabatan 9 Mei 2007-22 Oktober 2009, Mohammad Andi Mattalatta, S.H., M.H. mengingatkan agar kubu Ir. H. Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical tak sembarangan mengembalikan pemilihan Presiden dan wakil Presiden, dari langsung menjadi tak langsung.

Mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR RI itu mengaku ikut menjadi penanggung jawab dalam amandemen Undang-undang 1945. Salah satu amandemen adalah pemilihan Presiden dan wakil Presiden dilakukan secara langsung. “Golkar lah yang memperjuangkan pemilihan presiden (pilpres) secara langsung, jangan di balik-balik lagi ke MPR,” tukas mantan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI periode 2004-2007, Moh. Andi Mattalatta di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (23/12/2014).

Atas dasar itulah, menurut Moh. Andi Mattalatta, kubu Agung Laksono akan berjuang agar Partai Golkar tetap mempertahankan pilpres dilakukan secara langsung, bukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat RI seperti yang digagas kubu Ical.

Selain sikap tentang pilpres secara langsung, kubu Agung Laksono juga mengajukan empat hal ke kubu Ical. Keempat opsi tersebut adalah sebagai berikut, Partai Golkar keluar dari KMP, pemilihan anggota legislatif dengan sistem proporsional terbuka, mendukung Perppu Pilkada, dan mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla.

Rabu (24/12/2014) sore ini tim juru runding dari kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical mengadakan pertemuan di kantor DPP Golkar. Perundingan antara kubu Aburizal Bakrie dengan kubu Agung Laksono akan dimulai Rabu (24/12/2014) sore nanti.

Agenda pertemuan ini akan membahas persamaan visi misi dan rekonsiliasi antara dua pihak. Namun perundingan dianggap tak mudah karena ada beberapa syarat yang diajukan kubu Agung Laksono.

Juru runding kubu Ical, Dr. M. Aziz Syamsuddin, S.H., S.E., M.H. menyatakan siap memenuhi syarat itu. "Insya Allah demi kepentingan bangsa dan negara serta rakyat kami penuhi," kata Aziz Syamsuddin saat kunjungan Komisi III DPR RI ke Pengadilan Tinggi Jakarta, Jl. Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (23/12/2014).

Anggota DPR RI 2009-2014 dari Lampung II yang mulai menjabat sejak 1 Oktober 2009, Aziz Syamsuddin  memaparkan, di antara syarat yang diajukan misalkan soal Partai Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).

Menurut anggota DPR RI dari Partai Golkar (2004-2014) yang lahir pada 31 Juli 1970 tersebut, syarat itu bisa dipenuhi karena posisi Partai berlambang beringin tersebut, Golkar di KMP bukanlah bagian dari ideologi partai. “KMP atau KIH itu kan bukan hal yang merupakan ideologi partai, itu bagaimana mewakili dan mendengarkan suara rakyat. Apapun posisi kami yang penting untuk membela kepentingan rakyat kami akan bela,” tukas alumnus S2 University of Western Sydney, Australia pada tahun 1998.

“Dalam hal itu saya kira bukan hal yang prinsip dalam ideologi partai kami. Ideologi dalam Tridharma kami kan ada aturan dan saya nggak usahlah menceritakan itu. Kan itu internal," imbuh Ketua Komisi III DPR RI yang juga mantan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Bappilu DPP Partai Golkar itu.

Karenanya, pendiri Syam dan Syam Law Office Jakarta serta Bendahara Umum PB PABBSI ini, Aziz Syamsuddin selaku juru runding yang ditunjuk Ical, optimistis perdamaian bisa dicapai. “Ya kalau islah ya harus dong. Tuhan saja Maha Memaafkan masa kita nggak memaafkan? Minta syarat mah biasa. Sama dengan Tuhan. Kalau mau masuk surga, syaratnya salat 5 waktu,” tegas alumnus S2 Hukum Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung pada tahun 2003 dan S3 Bidang Hukum Pidana Internasional Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung pada tahun 2007 itu. (jos)

See Also

Cegah Gangguan Hama Burung, Babinsa Brumbung Bantu Petani Pasang Jaring
Jalin Silaturahmi, Babinsa Pundenarum Sholat Tarwih Bersama Warga Di Desa Binaan
Danramil 09/Karangtengah Hadiri Pembukaan Pasar Murah
Dandim 0716/Demak Hadiri Buka Puasa Dan Silaturahmi Bersama Ulama Umaro
Berikan Kultum, Dandim 0716/Demak Ajak Masyarakat Tetap Jaga Tali Silaturahmi
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.851.666 Since: 07.04.14 | 0.6316 sec