YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Nusantara

Kubu Agung Laksono Sebut Golkar Yang Perjuangkan Pilpres Langsung

Wednesday, 24 December 2014 | View : 515

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kubu Agung Laksono menyebutkan bahwa Partai Golongan Karya (Golkar) lah yang memperjuangkan pemilihan presiden (pilpres) secara langsung dan jangan dibalik.

Ketua Mahkamah Partai Golongan Karya (Golkar) pimpinan Agung Laksono yang juga adalah mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ke-26 menggantikan Hamid Awaluddin pada Kabinet Indonesia Bersatu dengan masa jabatan 9 Mei 2007-22 Oktober 2009, Mohammad Andi Mattalatta, S.H., M.H. mengingatkan agar kubu Ir. H. Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical tak sembarangan mengembalikan pemilihan Presiden dan wakil Presiden, dari langsung menjadi tak langsung.

Mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR RI itu mengaku ikut menjadi penanggung jawab dalam amandemen Undang-undang 1945. Salah satu amandemen adalah pemilihan Presiden dan wakil Presiden dilakukan secara langsung. “Golkar lah yang memperjuangkan pemilihan presiden (pilpres) secara langsung, jangan di balik-balik lagi ke MPR,” tukas mantan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI periode 2004-2007, Moh. Andi Mattalatta di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (23/12/2014).

Atas dasar itulah, menurut Moh. Andi Mattalatta, kubu Agung Laksono akan berjuang agar Partai Golkar tetap mempertahankan pilpres dilakukan secara langsung, bukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat RI seperti yang digagas kubu Ical.

Selain sikap tentang pilpres secara langsung, kubu Agung Laksono juga mengajukan empat hal ke kubu Ical. Keempat opsi tersebut adalah sebagai berikut, Partai Golkar keluar dari KMP, pemilihan anggota legislatif dengan sistem proporsional terbuka, mendukung Perppu Pilkada, dan mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla.

Rabu (24/12/2014) sore ini tim juru runding dari kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical mengadakan pertemuan di kantor DPP Golkar. Perundingan antara kubu Aburizal Bakrie dengan kubu Agung Laksono akan dimulai Rabu (24/12/2014) sore nanti.

Agenda pertemuan ini akan membahas persamaan visi misi dan rekonsiliasi antara dua pihak. Namun perundingan dianggap tak mudah karena ada beberapa syarat yang diajukan kubu Agung Laksono.

Juru runding kubu Ical, Dr. M. Aziz Syamsuddin, S.H., S.E., M.H. menyatakan siap memenuhi syarat itu. "Insya Allah demi kepentingan bangsa dan negara serta rakyat kami penuhi," kata Aziz Syamsuddin saat kunjungan Komisi III DPR RI ke Pengadilan Tinggi Jakarta, Jl. Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (23/12/2014).

Anggota DPR RI 2009-2014 dari Lampung II yang mulai menjabat sejak 1 Oktober 2009, Aziz Syamsuddin  memaparkan, di antara syarat yang diajukan misalkan soal Partai Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).

Menurut anggota DPR RI dari Partai Golkar (2004-2014) yang lahir pada 31 Juli 1970 tersebut, syarat itu bisa dipenuhi karena posisi Partai berlambang beringin tersebut, Golkar di KMP bukanlah bagian dari ideologi partai. “KMP atau KIH itu kan bukan hal yang merupakan ideologi partai, itu bagaimana mewakili dan mendengarkan suara rakyat. Apapun posisi kami yang penting untuk membela kepentingan rakyat kami akan bela,” tukas alumnus S2 University of Western Sydney, Australia pada tahun 1998.

“Dalam hal itu saya kira bukan hal yang prinsip dalam ideologi partai kami. Ideologi dalam Tridharma kami kan ada aturan dan saya nggak usahlah menceritakan itu. Kan itu internal," imbuh Ketua Komisi III DPR RI yang juga mantan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Bappilu DPP Partai Golkar itu.

Karenanya, pendiri Syam dan Syam Law Office Jakarta serta Bendahara Umum PB PABBSI ini, Aziz Syamsuddin selaku juru runding yang ditunjuk Ical, optimistis perdamaian bisa dicapai. “Ya kalau islah ya harus dong. Tuhan saja Maha Memaafkan masa kita nggak memaafkan? Minta syarat mah biasa. Sama dengan Tuhan. Kalau mau masuk surga, syaratnya salat 5 waktu,” tegas alumnus S2 Hukum Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung pada tahun 2003 dan S3 Bidang Hukum Pidana Internasional Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung pada tahun 2007 itu. (jos)

See Also

Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
MA. TBS Salurkan Donasi Melalui LAZISNU Dan BPDB
MA AL Ahrom Dapat Wasbang Dari Danramil 09/Karangtengah
Dandim 0716/Demak Hadiri Apel Kehormatan Dan Malam Renungan Suci Di TMP Cahaya Ratna Bintarum
Babinsa Jungpasir Bersama Warga Binaannya Lakukan Doa Bersama Menjelang HUT RI Ke-73
Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-73 Di Demak
Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-73 Di Alun-Alun Simpang Enam Demak
Dandim 0716/Demak Berikan Penghargaan Kepada 4 Babinsa Teladan
Kodim 0716/Demak Cek Kesediaan Pangan Di Wilayah Binaan
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Bantu Pembuatan Gapura
Peringatan HUT Pramuka Ke-57
Pengukuhan Paskibraka Demak
Kodim 0716/Demak Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-73 Dengan Berbagai Lomba Tradisional
Kodim 0716/Demak Dan Polres Kirim Bantuan Ke Lombok
Batuud Koramil 10/Guntur Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan
Tingkatkan Kemampuan Menembak, Kodim 0716/Demak Lakukan Perbaikan Lapangan Tembak
Apel Akbar HUT Ke-73 Dan Peringatan Hari Pramuka Ke-57 Kwartir Cabang Demak Digelar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.782.499 Since: 07.04.14 | 0.5804 sec