YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Hot News

Ibadah Natal 2014 Jemaat GKI Yasmin Dibubarkan

Thursday, 25 December 2014 | View : 1487

siarjustisia.com-BOGOR.

Perayaan Natal jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Kota Bogor, berlangsung tragis. Perayaan Natal di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Kota Bogor, berbuntut ricuh.

Suasana di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Jalan Abdulah Bin Nuh, Curug Mekar, Bogor Barat, Kota Bogor, provinsi Jawa Barat kembali memanas.

Puluhan jemaat GKI Yasmin terlibat keributan dengan petugas Satpol PP Pemkot Bogor dan sekelompok orang tak setuju dengan adanya GKI Yasmin yang hendak membubarkan jemaat dari lokasi.

Keributan antara jemaat GKI Yasmin dengan petugas Satpol PP berlangsung tatkala jemaat sedang menggelar prosesi doa di hari Natal, Kamis (25/12/2014) pagi. Keributan terjadi lantaran petugas Satpol PP Kota Bogor dan sekolompok orang yang menolak keberadaan tempat ibadah itu hendak membubarkan prosesi doa di depan gerbang Gereja Yasmin, Kamis (25/12/2014) pagi. Pembubaran paksa terjadi ketika jemaat sedang menggelar prosesi doa di depan gerbang GKI Yasmin.

Puluhan jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin berniat melakukan ibadah Natal di Gedung Gereja yang masih disegel di Jalan Abdulah bin Nuh, Curug Mekar, Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (25/12/2014) pagi. Terjadi cekcok antara petugas Satpol PP Kota Bogor dan warga setempat dengan para jemaat yang meminta pintu gerbang GKI Yasmin dibuka untuk ibadah Natal. Namun upaya tersebut dihalangi beberapa warga dengan mengusir secara paksa.

Para jemaat menangis saat mereka dipaksa membubarkan diri lantaran mendapat penolakan dari pihak Satpol PP Kota Bogor dan sekelompok orang yang menolak keberadaan GKI Yasmin.

Sekitar pukul 08.00 WIB, petugas polisi dan Satpol PP sudah siaga di depan Gereja yang tersegel. Selang 30 menit, beberapa jemaat GKI Yasmin didampingi beberapa utusan The Wahid Institute, Jaringan Aliansi Bhineka Tunggal Ika, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) mendatangi lokasi.

Awalnya, pada pukul 08.30 WIB, perwakilan GKI Yasmin sudah berusaha melakukan mediasi dengan Satpol PP Kota Bogor agar diberi izin untuk menggelar ibadah Natal di Gereja Yasmin.

Tepat di depan Gereja, rombongan jemaat ditahan Kepala Satpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo. Sempat terjadi dialog antara Eko Prabowo dan Bona Sigalingging selaku Juru Bicara GKI Yasmin.

"Kami ke sini akan memasang pohon Natal setinggi 2 meter di Gereja kami. Selain itu, kami juga bermaksud akan bersama di depan Gereja," kata Bona Sigalingging.

Namun permintaan jemaat GKI Yasmin ditolak Kepala Satpol PP yang menilai keputusan Pemerintah Kota tetap melarang adanya kegiatan di dalam lingkungan Gereja karena lokasi tersebut masih disegel Pemkot.

Karena tak diizinkan masuk ke dalam Gereja, para jemaat akhirnya menggelar prosesi doa di depan gerbang Gereja Kristen Indonesia Yasmin. Satpol PP dan sekelompok orang yang kontra dengan GKI Yasmin meminta agar kegiatan tersebut dihentikan dan segera membubarkan diri dari lokasi. Petugas Satpol PP telah meminta jemaat tidak menggelar kegiatan di Gereja.

Suasana makin memanas ketika jemaat GKI Yasmin yang rata-rata didominasi oleh kaum wanita itu enggan membubarkan diri dari lokasi setelah petugas meminta agar tak menggelar kegiatan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin.

Pukul 08.45 WIB, suasana memanas. Para jemaat nyaris bentrok dengan sekelompok orang yang menolak keberadaan mereka.

Jemaat yang didominasi wanita dan anak-anak berusaha melawan petugas Satpol PP karena jemaat tidak mau membubarkan diri dari lokasi GKI Yasmin.

Aksi dorong-mendorong pun terjadi antara Satpol PP, jemaat GKI dan warga yang menolak. Massa kelompok radikal yang menentang segala aktivitas jemaat GKI Yasmin tidak terkendali dan menimbulkan kericuhan.

Pantauan di depan GKI Yasmin, Kamis (25/12/2014) pagi, jemaat GKI Yasmin terlibat saling dorong dengan petugas Satpol PP Kota Bogor yang sudah melakukan penjagaan di depan Gereja yang disegel Pemerintah itu. Jemaat yang didominasi perempuan itu berusaha menembus barikade petugas. Para jemaat bersikeras melakukan ibadah Natal di dalam Gereja.

Tidak lama, beberapa orang yang mengaku warga Curug Mekar meminta Satpol PP mengusir jemaat. Forkami (Forum Komunikasi Muslim Indonesia) adalah perkumpulan warga Curug Mekar, Wangkal, dan Perumahan Taman Yasmin. Warga yang mengaku dari Keluarga Muslim Bogor (KMB) itu memaksa para jemaat GKI Yasmin agar tidak menjalani ibadah di tempat tersebut.

Karena didesak warga, akhirnya para jemaat GKI Yasmin menjauh dari Gereja dan melanjutkan ibadah Natal. Namun, masih ada warga yang tidak suka. Suasana pun kembali memanas dan cekcok antara warga dengan jemaat GKI Yasmin tak terhindarkan.

Suasana makin memanas ketika seorang warga setempat turut memaksa jemaat untuk pergi meninggalkan lokasi yang masih berstatus sengketa itu. Kericuhan semakin memanas ketika salah seorang warga memaksa para jemaat GKI Yasmin membubarkan diri.

Intimidasi dan kata-kata kasar terus terlontar dari sekelompok orang yang tidak setuju dengan adanya GKI Yasmin.

"Hei, mau apa lo semua ke sini. Di sini bukan tempat ibadah," ketus salah satu warga yang menentang keberadaan GKI Yasmin. Warga yang satu lagi menimpali, "Kalau enggak mau bubar dari sini, gue bubarin paksa," cetusnya. "Usir! Atau kami yang akan mengusir," teriak salah seorang warga.

Adu mulut antara keduanya tak terhindarkan. Aksi baku hantam pun nyaris terjadi tatkala beberapa jemaat GKI Yasmin balik melawan. "Kami bukan teroris, kami hanya ingin beribadat," kata salah satu jemaah GKI Yasmin sambil berteriak. Sejumlah jemaat pun histeris seketika bahkan sampai menitikkan air mata akibat perlakuan intimidasi yang mereka terima.

Keributan mulai mereda setelah jemaat perlahan bergeser menjauh dari GKI dan membubarkan diri. Para jemaat akhirnya mengalah dan membubarkan diri setelah Satpol PP Kota Bogor memaksa mereka untuk menghentikan kegiatan karena berpotensi menambah suasana semakin tak kondusif. Pembubaran paksa itu diwarnai isak tangis dari para jemaat yang rata-rata didominasi oleh wanita.

Akhirnya, ketegangan tersebut berakhir ketika Satpol PP berhasil mengevakuasi jemaat. Jemaat pun akhirnya terpaksa membubarkan diri dari lokasi dan dikawal oleh petugas kepolisian serta Satpol PP. Hingga kini beberapa jemaat sudah pergi meninggalkan lokasi. Puluhan petugas Satpol PP masih melakukan penjagaan di sekitar GKI Yasmin. Kericuhan tersebut sempat membuat arus lalu lintas di sekitar macet.

Seperti dikabarkan sebelumnya, pihak GKI Yasmin meminta kepolisian untuk memberikan jaminan keamanan untuk beribadah dalam perayaan Natal mendatang.

Di awal pemerintahan baru, para jemaat ingin beribadah di Gereja mereka pada 25 Desember 2014. Permintaan itu disampaikan melalui surat kepada Mabes Polri. "Kami berharap pada tahun pertama pemerintahan Joko Widodo ini kami bisa jalankan ibadah di tanah kita yang sah," ungkap Jayadi Damanik, perwakilan GKI Yasmin, ketika dihubungi, Rabu (17/12/2014), seusai mendatangi Mabes Polri.

Jayadi Damanik datang bersama beberapa orang lain dari Setara Institute dan LBH Jakarta. Selain membicarakan soal pengamanan ibadah Natal di GKI Yasmin, mereka juga membahas soal tindakan intoleransi di daerah lain.

Jayadi Damanik mengungkapkan, beberapa tahun terakhir pihaknya tidak pernah bisa merayakan Natal di Perumahan Taman Yasmin. Kepolisian setempat, sambung dia, selalu mengatakan bahwa ada kelompok tertentu yang tidak setuju pihaknya merayakan Natal di Taman Yasmin.

"Itu argumen yang tidak sesuai dengan hukum. Berdasarkan pengalaman selama ini, orang-orang yang datang ke lokasi itu didatangkan dari luar Bogor. Ada yang dari Cianjur," tutur Jayadi Damanik.

Jayadi Damanik menambahkan, pihaknya khawatir pengalaman tahun-tahun sebelumnya terulang pada tahun ini. Untuk itu, pihaknya meminta perlindungan dari kepolisian.

"Tadi tanggapan kepolisian, tanpa diminta pun aparat punya kewajiban melaksanakan (pengamanan). Tadi kita diminta, selain kirim surat ke Mabes Polri, kirim surat juga ke kepolisian setempat supaya jangan ada alasan tidak tahu," ucapnya.

"Tahun ini kita ingin laksanakan ibadah di tanah kita yang sah. Sampai kapan kita rayakan di seberang Istana," pungkas Jayadi Damanik.

Polemik Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin memang sudah berlangsung cukup lama.

Jemaat GKI Taman Yasmin Bogor, yang sudah memperoleh SK Wali Kota Bogor tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sejak 13 Juli 2006 tiba-tiba harus menghentikan proses pembangunan Gereja. Hal ini menyusul dikeluarkannya pembekuan IMB oleh Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor pada 14 Februari 2008.

Pemerintah Kota Bogor pada era kepemimpinan Diani Budiarto telah mencabut surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Gereja Yasmin, saat itu Wali Kota Bogor justru menerbitkan Surat Keputusan Nomor 645.45-137 Tahun 2011 tentang Pencabutan IMB GKI Yasmin pada tanggal 11 Maret 2011. Pembekuan IMB ini kemudian berlanjut dengan tindakan penyegelan dan permintaan untuk tidak melakukan kegiatan ibadah dan pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin.

Jemaat GKI Yasmin mengajukan gugatan atas keputusan pembekuan IMB Gereja mereka ke Pengadilan TUN Bandung (2008), Pengadilan Tinggi TUN Jakarta (2009), dan Mahkamah Agung (2010) yang semuanya dimenangkan oleh pihak GKI Yasmin. Melalui Putusan Pengadilan TUN Bandung No.41/G/2008/PTUN.BDG Tanggal 4 September 2008; Putusan Pengadilan Tinggi TUN Jakarta No.241/B/2008/PT.TUN.JKT Tanggal 11 Februari 2009; dan Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No.127 PK/TUN/2009 Tanggal 9 Desember 2010, surat Ka. DTKP Kota Bogor No.503/208-DTKP Perihal Pembekuan Izin tertanggal 14 Februari 2008 dibatalkan dan Kepala DTKP mencabut surat pembekuan tersebut.

Wali Kota Bogor menerbitkan SK No.503.45-135 Tahun 2006 Tanggal 8 Maret 2011 untuk mencabut surat pembekuan IMB.

Setelah menjalankan proses hukum, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin Bogor telah mengantongi keputusan Mahkamah Agung yang mengeluarkan putusan Nomor 127/PK/TUN/2009 pada 9 Desember 2009 memenangkan GKI Yasmin terkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). MA menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Pemkot Bogor berkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja GKI Taman Yasmin Bogor.

Ombudsman pun mengeluarkan rekomendasi dengan Nomor 0011/REK/0259.2010/BS-15/VII/2011 pada 8 Juli 2011. Berisi pencabutan keputusan Wali Kota Bogor tentang IMB GKI Yasmin.

Akhirnya, selama ini, sesekali jemaat GKI Yasmin dan jemaat dari Gereja lain (HKBP Filadelfia Bekasi) melaksanakan peribadatan dan ibadah Natal di seberang depan Istana Negara Merdeka Jakarta. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga kini berkeras melarang jemaat Gereja tersebut untuk mendirikan tempat ibadah dan beribadah di tanahnya sendiri. Hingga hari ini, Natal 25 Desember 2014, jemaat GKI Yasmin terpaksa melakukan ibadah di trotoar jalan depan Gereja tersebut meskipun sudah ada putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) memenangkan pihak GKI Yasmin. (jos)

See Also

Artis Senior Titi Qadarsih Meninggal
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Pendiri Matahari Group Ditemukan Meninggal Di Sungai Ciliwung
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.673 Since: 07.04.14 | 0.6445 sec