YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Jemaat Dua Gereja, HKBP Filadelfia Dan GKI Yasmin Beribadah Di Depan Istana Negara

Thursday, 25 December 2014 | View : 1036

siarjustisia.com-JAKARTA.

Jika sebagian umat Kristen menjalankan Natal dengan tenang, namun tidak berlaku bagi jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Tambun, Bekasi karena kembali melaksanakan Natal di depan halaman Istana Kepresidenan Jakarta. Ratusan jemaat dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Tambun, Bekasi, yang Gerejanya disegel Pemerintah setempat, menggelar Misa Natal di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/12/2014). Ratusan jemaat dari HKBP Filadelfia Tambun, Bekasi dan GKI Yasmin Bogor kembali merayakan ibadah Natal di depan Istana Merdeka Jakarta, Kamis (25/12/2014).

Sekitar 120 jemaat memilih beribadah di tempat tersebut karena jemaat kedua Gereja tersebut dilarang oleh kelompok intoleran di Gereja masing-masing.

Juru Bicara GKI Yasmin, Bogor, Bona Sigalingging mengatakan, pagi hari tadi, perayaan Natal yang dilakukan jemaat GKI Yasmin harus terganggu lantaran adanya sekelompok masyarakat bersama Satpol PP Kota Bogor yang berusaha menghalangi kegiatan ibadah Natal. Lantaran diganggu, pada siang hari ini, jemaat GKI Yasmin bersama jemaat dari HKBP Filadelfia memutuskan menggelar ibadah di depan Istana Negara.

Juru Bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging, mengungkapkan, mereka memilih beribadah di depan Istana lantaran tak ada lagi tempat yang aman bagi mereka menjalani keyakinannya. "Meski kami sudah punya tempat ibadah yang berkekuatan hukum tetap, kami hingga saat ini belum bisa memakainya," ujar Bona Sigalingging saat dijumpai di lokasi.

Pelaksanaan ibadah yang ke-80 kalinya dilakukan di depan Istana Kepresidenan itu adalah potret nyata masih adanya intoleransi agama dan ketidakpedulian Negara kepada rakyatnya.

Beratapkan langit dan diterpa sinar matahari terik, sekitar 120 orang jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin kembali melakukan ibadah Natal di depan Istana Negara Jakarta, Kamis (25/12/2014).

Meski dalam suasana sederhana, ratusan jemaat dari GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia tetap khidmat menjalankan ibadahnya meski di bawah terik matahari.

Meski hanya berbekal payung dan alas berupa spanduk, para jemaat khidmat dan khusyuk beribadah.

Sebuah spanduk ucapan Natal dibentangkan para jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin saat merayakan ibadah di depan Istana Merdeka Jakarta, Kamis (25/12/2014). Sebuah spanduk besar berukuran 5x4 meter dengan warna merah mencolok pun menjadi suara hati yang menggambarkan protes para jemaat ini. "Selamat Hari Natal dari Kami yang Dilarang Ibadah Natal di Gereja Sendiri yang Sah!"

Tak hanya itu, para jemaat juga menyiapkan papan nama dari kertas bertuliskan Presiden dan Ibu Negara yang diletakkan di atas sebuah meja. Bona Sigalingging mengatakan dekorasi itu disiapkan dengan harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersedia mengunjungi ibadah Misa mereka. "Kami sebenarnya berharap Bapak Presiden bisa bersama-sama. Tapi mungkin beliau (Jokowi) sedang keluar kota," kata Bona Sigalingging.

Perayaan Natal di depan Istana ini merupakan perayaan yang ke-3 sejak 2012 lalu, akibat jemaat kedua Gereja tersebut tak diperbolehkan beribadah di Gereja masing-masing oleh Pemda setempat. Meski sudah sejak 2012 menggelar ibadah di depan Istana, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia tak pernah lelah berharap Pemerintah bisa lebih tegas dalam melindungi rakyatnya dalam menjalankan ibadah. Maka itu, jemaat dua Gereja tersebut, HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin berharap Presiden RI Joko Widodo menindak tegas.

Mereka ingin menarik perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil langkah tegas terhadap pencabutan IMB Gereja mereka oleh Pemda Bogor dan Bekasi. "Kami beribadah di seberang Istana ini karena Gereja kami di Bogor dan Bekasi disegel oleh Pemerintah Daerah. Kami mencoba menarik perhatian Presiden Jokowi agar beliau tegas tegakkan konstitusi supaya tak ada lagi WNI yang diusir dari tempat peribadatannya yang sah,” ujar Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging saat dijumpai di lokasi, Kamis (25/12/2014).

Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging berharap, Presiden Joko Widodo dapat mengakhiri diskriminasi oleh Pemda Bogor dan Bekasi.

Presiden dinilai memiliki wewenang mencabut SK Walikota Bogor pada 11 Maret 2011 yang mencabut IMB GKI Yasmin. Karena sebelumnya, baik Ombudsman hingga Mahkamah Agung (MA) sudah merekomendasikan SK itu dicabut. Namun, Pemda Bogor dan Bekasi dianggap membangkang. "Yang bisa kita harapkan hanya Presiden. Karena secara mekanisme hukum kita sudah mentok," kata Bona Sigalingging.

Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging juga berharap, Pemerintahan Jokowi bisa lebih tegas menjaga toleransi beragama di Indonesia, dibandingkan Pemerintahan sebelumnya. Sebab, saat itu GKI Yasmin masih kerap mendapatkan sikap intoleransi dalam beribadah. “Semoga Presiden Jokowi bisa jauh lebih tegas dibandingkan Presiden SBY, karena selama 5 tahun terakhir Presiden SBY gagal bertindak terhadap kelompok intoleran ini," kata Bona Sigalingging.

Pantauan wartawan di lokasi, saat beribadah Misa Natal para jemaat menggunakan spanduk sebagai alas untuk duduk dan payung untuk berteduh dari teriknya matahari. Dengan hanya beralaskan spanduk, jemaat kedua Gereja tersebut menjalani ibadah layaknya ibadah yang dilakukan di Gereja. Jemaat kedua Gereja tersebut bernyanyi dan mendengarkan khotbah dari lima Pendeta yang ada sambil memegang payung. Adapun 5 Pendeta yang memimpin Misa Natal itu, yakni ‎Pendeta Edwin Lubis, Pendeta Joas Adi Prasetyo, Pendeta Deppatala Paina, Pendeta Dapot Siregar, dan Pendeta Sonny Dandel. Kelima Pendeta tersebut secara bergiliran melakukan memberikan khotbah Natal.

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.338 Since: 07.04.14 | 0.6617 sec