YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2019, 0

Nusantara

Jemaat Dua Gereja, HKBP Filadelfia Dan GKI Yasmin Beribadah Di Depan Istana Negara

Thursday, 25 December 2014 | View : 1085

siarjustisia.com-JAKARTA.

Jika sebagian umat Kristen menjalankan Natal dengan tenang, namun tidak berlaku bagi jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Tambun, Bekasi karena kembali melaksanakan Natal di depan halaman Istana Kepresidenan Jakarta. Ratusan jemaat dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Tambun, Bekasi, yang Gerejanya disegel Pemerintah setempat, menggelar Misa Natal di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/12/2014). Ratusan jemaat dari HKBP Filadelfia Tambun, Bekasi dan GKI Yasmin Bogor kembali merayakan ibadah Natal di depan Istana Merdeka Jakarta, Kamis (25/12/2014).

Sekitar 120 jemaat memilih beribadah di tempat tersebut karena jemaat kedua Gereja tersebut dilarang oleh kelompok intoleran di Gereja masing-masing.

Juru Bicara GKI Yasmin, Bogor, Bona Sigalingging mengatakan, pagi hari tadi, perayaan Natal yang dilakukan jemaat GKI Yasmin harus terganggu lantaran adanya sekelompok masyarakat bersama Satpol PP Kota Bogor yang berusaha menghalangi kegiatan ibadah Natal. Lantaran diganggu, pada siang hari ini, jemaat GKI Yasmin bersama jemaat dari HKBP Filadelfia memutuskan menggelar ibadah di depan Istana Negara.

Juru Bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging, mengungkapkan, mereka memilih beribadah di depan Istana lantaran tak ada lagi tempat yang aman bagi mereka menjalani keyakinannya. "Meski kami sudah punya tempat ibadah yang berkekuatan hukum tetap, kami hingga saat ini belum bisa memakainya," ujar Bona Sigalingging saat dijumpai di lokasi.

Pelaksanaan ibadah yang ke-80 kalinya dilakukan di depan Istana Kepresidenan itu adalah potret nyata masih adanya intoleransi agama dan ketidakpedulian Negara kepada rakyatnya.

Beratapkan langit dan diterpa sinar matahari terik, sekitar 120 orang jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin kembali melakukan ibadah Natal di depan Istana Negara Jakarta, Kamis (25/12/2014).

Meski dalam suasana sederhana, ratusan jemaat dari GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia tetap khidmat menjalankan ibadahnya meski di bawah terik matahari.

Meski hanya berbekal payung dan alas berupa spanduk, para jemaat khidmat dan khusyuk beribadah.

Sebuah spanduk ucapan Natal dibentangkan para jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin saat merayakan ibadah di depan Istana Merdeka Jakarta, Kamis (25/12/2014). Sebuah spanduk besar berukuran 5x4 meter dengan warna merah mencolok pun menjadi suara hati yang menggambarkan protes para jemaat ini. "Selamat Hari Natal dari Kami yang Dilarang Ibadah Natal di Gereja Sendiri yang Sah!"

Tak hanya itu, para jemaat juga menyiapkan papan nama dari kertas bertuliskan Presiden dan Ibu Negara yang diletakkan di atas sebuah meja. Bona Sigalingging mengatakan dekorasi itu disiapkan dengan harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersedia mengunjungi ibadah Misa mereka. "Kami sebenarnya berharap Bapak Presiden bisa bersama-sama. Tapi mungkin beliau (Jokowi) sedang keluar kota," kata Bona Sigalingging.

Perayaan Natal di depan Istana ini merupakan perayaan yang ke-3 sejak 2012 lalu, akibat jemaat kedua Gereja tersebut tak diperbolehkan beribadah di Gereja masing-masing oleh Pemda setempat. Meski sudah sejak 2012 menggelar ibadah di depan Istana, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia tak pernah lelah berharap Pemerintah bisa lebih tegas dalam melindungi rakyatnya dalam menjalankan ibadah. Maka itu, jemaat dua Gereja tersebut, HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin berharap Presiden RI Joko Widodo menindak tegas.

Mereka ingin menarik perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil langkah tegas terhadap pencabutan IMB Gereja mereka oleh Pemda Bogor dan Bekasi. "Kami beribadah di seberang Istana ini karena Gereja kami di Bogor dan Bekasi disegel oleh Pemerintah Daerah. Kami mencoba menarik perhatian Presiden Jokowi agar beliau tegas tegakkan konstitusi supaya tak ada lagi WNI yang diusir dari tempat peribadatannya yang sah,” ujar Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging saat dijumpai di lokasi, Kamis (25/12/2014).

Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging berharap, Presiden Joko Widodo dapat mengakhiri diskriminasi oleh Pemda Bogor dan Bekasi.

Presiden dinilai memiliki wewenang mencabut SK Walikota Bogor pada 11 Maret 2011 yang mencabut IMB GKI Yasmin. Karena sebelumnya, baik Ombudsman hingga Mahkamah Agung (MA) sudah merekomendasikan SK itu dicabut. Namun, Pemda Bogor dan Bekasi dianggap membangkang. "Yang bisa kita harapkan hanya Presiden. Karena secara mekanisme hukum kita sudah mentok," kata Bona Sigalingging.

Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging juga berharap, Pemerintahan Jokowi bisa lebih tegas menjaga toleransi beragama di Indonesia, dibandingkan Pemerintahan sebelumnya. Sebab, saat itu GKI Yasmin masih kerap mendapatkan sikap intoleransi dalam beribadah. “Semoga Presiden Jokowi bisa jauh lebih tegas dibandingkan Presiden SBY, karena selama 5 tahun terakhir Presiden SBY gagal bertindak terhadap kelompok intoleran ini," kata Bona Sigalingging.

Pantauan wartawan di lokasi, saat beribadah Misa Natal para jemaat menggunakan spanduk sebagai alas untuk duduk dan payung untuk berteduh dari teriknya matahari. Dengan hanya beralaskan spanduk, jemaat kedua Gereja tersebut menjalani ibadah layaknya ibadah yang dilakukan di Gereja. Jemaat kedua Gereja tersebut bernyanyi dan mendengarkan khotbah dari lima Pendeta yang ada sambil memegang payung. Adapun 5 Pendeta yang memimpin Misa Natal itu, yakni ‎Pendeta Edwin Lubis, Pendeta Joas Adi Prasetyo, Pendeta Deppatala Paina, Pendeta Dapot Siregar, dan Pendeta Sonny Dandel. Kelima Pendeta tersebut secara bergiliran melakukan memberikan khotbah Natal.

See Also

Dandim 0716/Demak Pimpin Sertijab Pasiops
Babinsa 11/Sayung Hadiri Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga
Wujudkan Sinergitas, Kapolres Demak Sempatkan Diri Berkunjung Ke Koramil 04/Dempet
Piket Koramil 13/Karangawen Aktif Patroli Malam Bersama Polsek Guna Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2019
Bermodal Tekad, Babinsa 02/Bonang Ajak Generasi Muda Binaannya Untuk Gemar Membaca
Babinsa 12/Mranggen Berikan Himbauan Kepada Siswa Yang Kedapatan Bolos Saat Jam Pelajaran
Melalui Jam Komandan, Dandim 0716/Demak Tekankan Netralitas TNI Dalam Pemilu
Gotong Royong Babinsa 12/Mranggen Dan Masyarakat Atasi Banjir Di Banyumeneng
Jumlah Korban Jiwa Tsunami Selat Sunda Capai 437 Orang
Dampingi Kegiatan Posyandu, Wujud Nyata Kepedulian Babinsa 11/Sayung Terhadap Kesehatan Masyarakat
Babinsa 12/Mranggen Bersama Warga Laksanakan Karya Bhakti Peninggian Tanggul
Babinsa 02/Bonang Kunjungi TK Di Desa Binaannya
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Jalan Gubeng Ambles Diduga Kesalahan Konstruksi Proyek
Jalan Gubeng Surabaya Ambles
Dandim 0716/Demak Serahkan Piala Dalam Rangka Peringati HUT Korpri Dan HUT PGRI
Dandim 0716/Demak Hadiri Upacara HUT PGRI Ke-73 Dan HUT Korpri Ke-47
Peran Aktif Koramil 11/Sayung Dalam Membantu Mengatasi Kesulitan Warganya
Semangat Tanpa Batas, Babinsa 01/Demak Bantu Petani Dukuh Gesik Tanam Padi
Semangat Prajurit Kodim 0716/Demak Dalam Mengisi Jadwal Minggu Militer
Kodim 0716/Demak Ikuti Apel Siaga Darurat Banjir Musim Penghujan
Bersinergi Dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Pundenarum Tangkal Banjir
Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Kabupaten Demak Melepas Keberangkatan Banser Dan GP Ansor
Peringati HUT PGRI Dan KORPRI, Kodim 0716/Demak Ajak Masyarakat Bersihkan Sungai Pelayaran
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.247.797 Since: 07.04.14 | 0.6711 sec