YouTube Facebook Twitter RSS
27 Mar 2019, 0

Nusantara

Menteri Dalam Negeri Imbau Wali Kota Bogor Buka Gereja Yasmin

Thursday, 25 December 2014 | View : 616

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kasus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor menjadi salah satu sorotan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Indonesia ke-28 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK yang menjabat sejak 27 Oktober 2014, Tjahjo Kumolo, S.H. jelang perayaan Natal pada 25 Desember nanti.

Menurut anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi di DPR RI, pihaknya sudah mengirimkan tim ke Pemerintahan Kota Bogor untuk membahas persoalan ini. “Mereka sudah menemui kami dan kami sudah mengirim tim kepada Pemda Bogor, sudah kontak Kepolisian juga," ungkap Mendagri Tjahjo Kumolo usai apel operasi lilin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/12/2014).

Mendagri Tjahjo Kumolo menginginkan tak ada konflik dalam perayaan Natal yang ingin dilakukan oleh jemaat GKI Yasmin di Jalan Abdulan bin Nuh, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Tanah Sereal, Bogor ini. "Yang penting ibadah itu bisa nyaman dan antisipasi dini, jangan sampai menimbulkan konflik. Kalau masyarakat tidak mau menerima yang dipaksakan, kita ingin suasana aman," jelas Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2010-2015.

Namun, menurut Tjahjo Kumolo, pihaknya belum menemukan solusi atas penyegelan dan penutupan rumah ibadah GKI Yasmin oleh Pemerintah Kota Bogor itu. "Belum ketemu solusinya, ini masalah masyarakat bukan masalah polisi ataupun pemdanya," terangnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) periode 2009–2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan wilayah pemilihan Jawa Tengah I menambahkan, Jemaat GKI Yasmin sudah disarankan untuk melakukan ibadah Natal di Gereja lain di Bogor. Namun para jemaat menolaknya. "Sudah disarankan untuk Gereja lain tetapi tidak mau. Kan masing-masing daerah punya aturan Perda izin masyarakat. Soal ibadah dimana saja kan bisa," terang Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo mendesak Wali Kota Bogor ke-16 periode 2014-2019 yang mantan Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia periode 2002-2004, Dr. Arya Bima Sugiarto, M.A. tidak mempersulit Jemaat Gereja GKI Yasmin merayakan hari raya Natal di Gerejanya. Kata dia, pemerintah baik Pusat maupun Daerah harus menaungi dan menjamin semua hak warganya tanpa ketercuali.

Mantan Ketua Umum KNPI ini menjamin jemaat GKI Yasmin akan bisa beribadah dengan normal kembali di Gerejanya. Meski demikian, sambung mantan Ketua DPP Bidang Politik PDI-P, memerlukan waktu untuk mewujudkan hal tersebut tercapai. “Bagaimanapun Pemda harus mengayomi warganya. Soal ada aturan saya kira itu perlu dimusyawarahkan. Sebagai bangsa yang menempatkan sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa), kita bisa menjaga dengan baik hubungan Agama apapun. Semua harus menjaga dan saling toleransi. Kami pelan-pelan menyelesaikan dengan baik. Kami telah kirmkan tim kesana,” pungkas Mendagri Tjahjo Kumolo kepada wartawan di Gereja Katedral Jakarta yang nama resminya Gereja Katolik Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming, Jalan Katedral No.7B, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2014).

Seperti diketahui, polemik Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin memang sudah berlangsung cukup lama. Selama lebih lima tahun terakhir jemaat GKI Yasmin terombang-ambing dalam ketidakpastian hukum atas penyegelan dan penutupan rumah ibadah GKI Yasmin oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Pemkot Bogor menyegel Gereja tersebut karena menilai bahwa keberadaan GKI Yasmin yang berlokasi di Perumahan Taman Yasmin menimbulkan keresahan masyarakat. Pemerintah sudah menyegel secara permanen bangunan GKI Yasmin yang berada di lingkungan Perumahan Taman Yasmin, Kota Bogor. Karena itu, tidak ada lagi penyelenggaraan kebaktian dan misa Natal di Gereja tersebut.

Jemaat GKI Taman Yasmin Bogor, yang sudah memperoleh SK Wali Kota Bogor tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sejak 13 Juli 2006 tiba-tiba harus menghentikan proses pembangunan Gereja. Hal ini menyusul dikeluarkannya pembekuan IMB oleh Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor pada 14 Februari 2008.

Pemerintah Kota Bogor pada era kepemimpinan Diani Budiarto telah mencabut surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Gereja Yasmin, saat itu Wali Kota Bogor justru menerbitkan Surat Keputusan Nomor 645.45-137 Tahun 2011 tentang Pencabutan IMB GKI Yasmin pada tanggal 11 Maret 2011. Pembekuan IMB ini kemudian berlanjut dengan tindakan penyegelan dan permintaan untuk tidak melakukan kegiatan ibadah dan pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin.

Jemaat GKI Yasmin mengajukan gugatan atas keputusan pembekuan IMB Gereja mereka ke Pengadilan TUN Bandung (2008), Pengadilan Tinggi TUN Jakarta (2009), dan Mahkamah Agung (2010) yang semuanya dimenangkan oleh pihak GKI Yasmin. Melalui Putusan Pengadilan TUN Bandung No.41/G/2008/PTUN.BDG Tanggal 4 September 2008; Putusan Pengadilan Tinggi TUN Jakarta No.241/B/2008/PT.TUN.JKT Tanggal 11 Februari 2009; dan Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No.127 PK/TUN/2009 Tanggal 9 Desember 2010, surat Ka. DTKP Kota Bogor No.503/208-DTKP Perihal Pembekuan Izin tertanggal 14 Februari 2008 dibatalkan dan Kepala DTKP mencabut surat pembekuan tersebut.

Wali Kota Bogor menerbitkan SK No.503.45-135 Tahun 2006 Tanggal 8 Maret 2011 untuk mencabut surat pembekuan IMB.

Setelah menjalankan proses hukum, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin Bogor telah mengantongi keputusan Mahkamah Agung yang mengeluarkan putusan Nomor 127/PK/TUN/2009 pada 9 Desember 2009 memenangkan GKI Yasmin terkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). MA menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Pemkot Bogor berkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja GKI Taman Yasmin Bogor.

Ombudsman pun mengeluarkan rekomendasi dengan Nomor 0011/REK/0259.2010/BS-15/VII/2011 pada 8 Juli 2011. Berisi pencabutan keputusan Wali Kota Bogor tentang IMB GKI Yasmin.

Akhirnya, selama ini, sesekali jemaat GKI Yasmin dan jemaat dari Gereja lain (HKBP Filadelfia Bekasi) melaksanakan peribadatan dan ibadah Natal di seberang depan Istana Negara Merdeka Jakarta. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga kini berkeras melarang jemaat Gereja tersebut untuk mendirikan tempat ibadah dan beribadah di tanahnya sendiri. Hingga hari ini, Natal 25 Desember 2014, jemaat GKI Yasmin terpaksa melakukan ibadah di trotoar jalan depan Gereja tersebut meskipun sudah ada putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) memenangkan pihak GKI Yasmin. (jos)

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.580.254 Since: 07.04.14 | 0.6604 sec