YouTube Facebook Twitter RSS
24 Apr 2019, 0

Ekonomi

6 Poin Rekomendasi Faisal Basri Cs Soal BBM Bersubsidi

Sunday, 21 December 2014 | View : 476

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang diketuai oleh Faisal Batubara atau lebih dikenal sebagai Drs. Faisal Basri, M.A. mengeluarkan 6 poin rekomendasi terkait kebijakan BBM subsidi dan perhitungan harga patokan BBM.

Dalam konferensi Pers, bertempat di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan No.18, Jakarta, Minggu (21/12/2014), Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Batubara atau lebih dikenal sebagai Drs. Faisal Basri, M.A. mewakili para anggota tim tersebut untuk membacakan beberapa poin (6 poin) rekomendasi yang sudah diberikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT. Pertamina (Persero).

Konferensi pers tersebut yang dihadiri juga oleh anggota tim lainnya seperti Darmawan Prasodjo, Ph.D., Dr. Ir. Naryanto Wagimin, M.Si., dan Chandra Muhammad Hamzah, S.H., serta Dr. Ir. Djoko Siswanto, M.B.A.

6 poin rekomendasi tersebut antara lain yakni:

1. Menghentikan impor Ron 88 dan Gasoil 0,35% sulfur dan menggantikannya masing-masing dengan impor Mogas 92 dan Gasoil 0,25% sulfur.

2. Produksi minyak solar oleh kilang di dalam negeri ditingkatkan kualitasnya sehingga setara dengan Gasoil 0,25% sulfur.

3. Mengalihkan produksi kilang domestik dari bensin Ron 88 menjadi bensin Ron 92.

4. Besaran subsidi bensin (Ron 92) bersifat tetap, misalnya Rp. 500,- per liter.

5. Memerhatikan kebutuhan minyak solar untuk transportasi publik dan angkutan barang untuk kepentingan umum, kebijakan subsidi untuk minyak solar dapat menggunakan pola penetapan harga yang berlaku sekarang.

6. Pilihan kebijakan terkait dengan pengalihan produksi kilang domestik sehingga seluruhnya dapat memproduksi bensin Ron 92, maka harus dilakukan:

Dilakukan pembaruan kilang domestik sehingga produksi Bensin Ron 88 dapat digantikan dengan Bensin Ron 92, dengan masa transisi selama waktu tertentu.

Pengelolaan fasilitas kilang TPPI diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina untuk memungkinkan peningkatan produksi bensin Ron 92 dapat dilakukan maksimal.

Selama masa transisi, produk Ron 88 yang diproduksi dipasarkan di wilayah sekitar lokasi kilang atau diserahkan kepada kebijakan Pertamina.

Besaran subsidi per liter untuk Ron 88 lebih kecil dari subsidi untuk Mogas 92.

Fasilitasi Pemerintah untuk mempercepat pembaruan dan perluasan fasilitas kilang.

Harga patokan Bensin Ron 88 yang digunakan menggunakan HIP dengan formula perhitungan yang berlaku saat ini.

Dosen pada Program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), Program Pascasarjana Universitas Indonesia untuk mata kuliah Analisis Lingkungan Bisnis, Perdagangan Internasional, Keuangan Internasional, dan Makroekonomi untuk Manajer, Ekonomi Regulasi, Ekonomi Politik, dan Etika Perencanaan sejak tahun 1988 ini, Faisal Basri di waktu yang hampir bersamaan juga mengatakan bahwa impor Mogas 92 akan meningkat, sehingga dalam waktu dekat impor bahan bakar Ron 88 juga akan menurun.

Editorial Board, Jurnal Bisnis & Ekonomi Politik (Quarterly Journal of the Indonesian Economy), diterbitkan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) sejak tahun 1997 ini, Faisal Basri optimis bahwa langkah ini akan memberi efek positif jangka panjang.

"Jika rekomendasi ini dilakukan, dalam jangka pendek, impor Mogas 92 akan meningkat, namun disertai penurunan impor RON 88. Dampak keseluruhannya, terutama dalam jangka panjang, diperkirakan bakal positif. Selain itu, peningkatan produksi RON 92 bisa dilakukan dengan menambahkan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether) pada Pertamax Off untuk mengurangi kadar aromatic yang dihasilkan oleh kilang-kilang minyak Pertamina saat ini," tutup salah seorang keponakan dari mendiang Wakil Presiden RI Adam Malik ini, Faisal Basri yang pernah ikut menjadi salah satu pendiri Mara (Majelis Amanah Rakyat) yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN).

See Also

Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
Bursa Asia Ditutup Melemah Disusul Bursa Eropa Dibuka Tergerus
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Babinsa 06/Wedung Lakukan Pemantauan Penyemaian Bibit Tanam Padi
Babinsa 09/Karangtengah Pastikan Harga Sembako Di Pasar Masih Relatif Stabil
Percepat Masa Tanam, Babinsa 09/Karangtengah Giat Dampingi Petani
Babinsa 05/Mijen Tunjukkan Peran Aktif Babinsa Terhadap Swasembada Pangan
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 07/Gajah Bantu Petani Siangi Rumput
Ciptakan Hubungan Yang Harmonis, Babinsa 01/Rembang Terjun Langsung Ke Lahan Pertanian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.704.881 Since: 07.04.14 | 0.6537 sec