YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Ekonomi

6 Poin Rekomendasi Faisal Basri Cs Soal BBM Bersubsidi

Sunday, 21 December 2014 | View : 395

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang diketuai oleh Faisal Batubara atau lebih dikenal sebagai Drs. Faisal Basri, M.A. mengeluarkan 6 poin rekomendasi terkait kebijakan BBM subsidi dan perhitungan harga patokan BBM.

Dalam konferensi Pers, bertempat di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan No.18, Jakarta, Minggu (21/12/2014), Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Batubara atau lebih dikenal sebagai Drs. Faisal Basri, M.A. mewakili para anggota tim tersebut untuk membacakan beberapa poin (6 poin) rekomendasi yang sudah diberikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT. Pertamina (Persero).

Konferensi pers tersebut yang dihadiri juga oleh anggota tim lainnya seperti Darmawan Prasodjo, Ph.D., Dr. Ir. Naryanto Wagimin, M.Si., dan Chandra Muhammad Hamzah, S.H., serta Dr. Ir. Djoko Siswanto, M.B.A.

6 poin rekomendasi tersebut antara lain yakni:

1. Menghentikan impor Ron 88 dan Gasoil 0,35% sulfur dan menggantikannya masing-masing dengan impor Mogas 92 dan Gasoil 0,25% sulfur.

2. Produksi minyak solar oleh kilang di dalam negeri ditingkatkan kualitasnya sehingga setara dengan Gasoil 0,25% sulfur.

3. Mengalihkan produksi kilang domestik dari bensin Ron 88 menjadi bensin Ron 92.

4. Besaran subsidi bensin (Ron 92) bersifat tetap, misalnya Rp. 500,- per liter.

5. Memerhatikan kebutuhan minyak solar untuk transportasi publik dan angkutan barang untuk kepentingan umum, kebijakan subsidi untuk minyak solar dapat menggunakan pola penetapan harga yang berlaku sekarang.

6. Pilihan kebijakan terkait dengan pengalihan produksi kilang domestik sehingga seluruhnya dapat memproduksi bensin Ron 92, maka harus dilakukan:

Dilakukan pembaruan kilang domestik sehingga produksi Bensin Ron 88 dapat digantikan dengan Bensin Ron 92, dengan masa transisi selama waktu tertentu.

Pengelolaan fasilitas kilang TPPI diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina untuk memungkinkan peningkatan produksi bensin Ron 92 dapat dilakukan maksimal.

Selama masa transisi, produk Ron 88 yang diproduksi dipasarkan di wilayah sekitar lokasi kilang atau diserahkan kepada kebijakan Pertamina.

Besaran subsidi per liter untuk Ron 88 lebih kecil dari subsidi untuk Mogas 92.

Fasilitasi Pemerintah untuk mempercepat pembaruan dan perluasan fasilitas kilang.

Harga patokan Bensin Ron 88 yang digunakan menggunakan HIP dengan formula perhitungan yang berlaku saat ini.

Dosen pada Program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), Program Pascasarjana Universitas Indonesia untuk mata kuliah Analisis Lingkungan Bisnis, Perdagangan Internasional, Keuangan Internasional, dan Makroekonomi untuk Manajer, Ekonomi Regulasi, Ekonomi Politik, dan Etika Perencanaan sejak tahun 1988 ini, Faisal Basri di waktu yang hampir bersamaan juga mengatakan bahwa impor Mogas 92 akan meningkat, sehingga dalam waktu dekat impor bahan bakar Ron 88 juga akan menurun.

Editorial Board, Jurnal Bisnis & Ekonomi Politik (Quarterly Journal of the Indonesian Economy), diterbitkan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) sejak tahun 1997 ini, Faisal Basri optimis bahwa langkah ini akan memberi efek positif jangka panjang.

"Jika rekomendasi ini dilakukan, dalam jangka pendek, impor Mogas 92 akan meningkat, namun disertai penurunan impor RON 88. Dampak keseluruhannya, terutama dalam jangka panjang, diperkirakan bakal positif. Selain itu, peningkatan produksi RON 92 bisa dilakukan dengan menambahkan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether) pada Pertamax Off untuk mengurangi kadar aromatic yang dihasilkan oleh kilang-kilang minyak Pertamina saat ini," tutup salah seorang keponakan dari mendiang Wakil Presiden RI Adam Malik ini, Faisal Basri yang pernah ikut menjadi salah satu pendiri Mara (Majelis Amanah Rakyat) yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN).

See Also

Dandim 0716/Demak Bersama Masyarakat Panen Raya Demlot
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Koperasi Dinilai Penting Untuk Menunjang Pengembangan Usaha Batik Bakaran
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Kembangkan Jenis Usaha Yang Unik Dan Berbeda
Harga Pertalite Naik Rp 200 Per Liter
Usaha Sergab Kodim 0716/Demak Di Kala HPP Lebih Rendah Dari Pasar
Bertebaran Padi Di Halaman Kodim 0716/Demak
Bank Sampah Jadi Berkah Bagi Anggota Kodim 0716/Demak
Kodim 0716/Demak Terapkan Teknologi Baru Di Bidang Pertanian
Tim Sergab Kodim 0716/Demak Terus Genjot Serap Beras Ke Bulog
Cegah Penyelewengan, Babinsa Dampingi Pembagian Beras Rastra Yang Layak Konsumsi
Dokter Terkaya Amerika Serikat Beli Surat Kabar LA Times Rp 6,8 Triliun
Dandim 0716/Demak Panen Raya Di Ds. Mijen
Danramil 09/Karangtengah Berharap Pendistribusian Pupuk Tepat Sasaran
Danramil 03/Wonosalam Bersama Forkopimcam Panen Raya Padi
Presiden Joko Widodo Tinjau Proyek Padat Karya Di Dharmasraya
Pasar Saham Australia Dibuka Turun Tajam
5 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia
Penjualan Mobil Terbanyak Tahun 2017
Bebas Bea Masuk Belanja Dari Luar Negeri Naik
Menteri Kelautan Dan Perikanan Inginkan Kenaikan Gaji Pegawai KKP
Harga Minyak Dunia Turun
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Per 8 Desember 2017
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.177.185 Since: 07.04.14 | 0.5963 sec