YouTube Facebook Twitter RSS
13 Dec 2018, 0

Ekonomi

6 Poin Rekomendasi Faisal Basri Cs Soal BBM Bersubsidi

Sunday, 21 December 2014 | View : 442

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang diketuai oleh Faisal Batubara atau lebih dikenal sebagai Drs. Faisal Basri, M.A. mengeluarkan 6 poin rekomendasi terkait kebijakan BBM subsidi dan perhitungan harga patokan BBM.

Dalam konferensi Pers, bertempat di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan No.18, Jakarta, Minggu (21/12/2014), Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Batubara atau lebih dikenal sebagai Drs. Faisal Basri, M.A. mewakili para anggota tim tersebut untuk membacakan beberapa poin (6 poin) rekomendasi yang sudah diberikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT. Pertamina (Persero).

Konferensi pers tersebut yang dihadiri juga oleh anggota tim lainnya seperti Darmawan Prasodjo, Ph.D., Dr. Ir. Naryanto Wagimin, M.Si., dan Chandra Muhammad Hamzah, S.H., serta Dr. Ir. Djoko Siswanto, M.B.A.

6 poin rekomendasi tersebut antara lain yakni:

1. Menghentikan impor Ron 88 dan Gasoil 0,35% sulfur dan menggantikannya masing-masing dengan impor Mogas 92 dan Gasoil 0,25% sulfur.

2. Produksi minyak solar oleh kilang di dalam negeri ditingkatkan kualitasnya sehingga setara dengan Gasoil 0,25% sulfur.

3. Mengalihkan produksi kilang domestik dari bensin Ron 88 menjadi bensin Ron 92.

4. Besaran subsidi bensin (Ron 92) bersifat tetap, misalnya Rp. 500,- per liter.

5. Memerhatikan kebutuhan minyak solar untuk transportasi publik dan angkutan barang untuk kepentingan umum, kebijakan subsidi untuk minyak solar dapat menggunakan pola penetapan harga yang berlaku sekarang.

6. Pilihan kebijakan terkait dengan pengalihan produksi kilang domestik sehingga seluruhnya dapat memproduksi bensin Ron 92, maka harus dilakukan:

Dilakukan pembaruan kilang domestik sehingga produksi Bensin Ron 88 dapat digantikan dengan Bensin Ron 92, dengan masa transisi selama waktu tertentu.

Pengelolaan fasilitas kilang TPPI diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina untuk memungkinkan peningkatan produksi bensin Ron 92 dapat dilakukan maksimal.

Selama masa transisi, produk Ron 88 yang diproduksi dipasarkan di wilayah sekitar lokasi kilang atau diserahkan kepada kebijakan Pertamina.

Besaran subsidi per liter untuk Ron 88 lebih kecil dari subsidi untuk Mogas 92.

Fasilitasi Pemerintah untuk mempercepat pembaruan dan perluasan fasilitas kilang.

Harga patokan Bensin Ron 88 yang digunakan menggunakan HIP dengan formula perhitungan yang berlaku saat ini.

Dosen pada Program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), Program Pascasarjana Universitas Indonesia untuk mata kuliah Analisis Lingkungan Bisnis, Perdagangan Internasional, Keuangan Internasional, dan Makroekonomi untuk Manajer, Ekonomi Regulasi, Ekonomi Politik, dan Etika Perencanaan sejak tahun 1988 ini, Faisal Basri di waktu yang hampir bersamaan juga mengatakan bahwa impor Mogas 92 akan meningkat, sehingga dalam waktu dekat impor bahan bakar Ron 88 juga akan menurun.

Editorial Board, Jurnal Bisnis & Ekonomi Politik (Quarterly Journal of the Indonesian Economy), diterbitkan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) sejak tahun 1997 ini, Faisal Basri optimis bahwa langkah ini akan memberi efek positif jangka panjang.

"Jika rekomendasi ini dilakukan, dalam jangka pendek, impor Mogas 92 akan meningkat, namun disertai penurunan impor RON 88. Dampak keseluruhannya, terutama dalam jangka panjang, diperkirakan bakal positif. Selain itu, peningkatan produksi RON 92 bisa dilakukan dengan menambahkan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether) pada Pertamax Off untuk mengurangi kadar aromatic yang dihasilkan oleh kilang-kilang minyak Pertamina saat ini," tutup salah seorang keponakan dari mendiang Wakil Presiden RI Adam Malik ini, Faisal Basri yang pernah ikut menjadi salah satu pendiri Mara (Majelis Amanah Rakyat) yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN).

See Also

Babinsa 06/Wedung Lakukan Pemantauan Penyemaian Bibit Tanam Padi
Babinsa 09/Karangtengah Pastikan Harga Sembako Di Pasar Masih Relatif Stabil
Percepat Masa Tanam, Babinsa 09/Karangtengah Giat Dampingi Petani
Babinsa 05/Mijen Tunjukkan Peran Aktif Babinsa Terhadap Swasembada Pangan
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 07/Gajah Bantu Petani Siangi Rumput
Ciptakan Hubungan Yang Harmonis, Babinsa 01/Rembang Terjun Langsung Ke Lahan Pertanian
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Memotivasi Petani Dalam Menggarap Sawah
Babinsa 12/Mranggen Ikuti Sosialisasi Budidaya Sapi Potong
Babinsa 01/Demak Kota Bantu Percepatan Pertumbuhan Padi
Babinsa 02/Bonang Bersama Petani Bantu Persemaian Bibit Padi
Cegah Terjadinya Kelangkaan Pupuk, Babinsa Koramil 09/Karangtengah Cek Langsung Ke Pengecer
Wujudkan Swasembada Pangan, Babinsa 13/Karangawen Dampingi Petani Jagung Siangi Gulma
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Laksanakan Upsus Bersama Petani Menanam Jagung
Babinsa Koramil 13/Karangawen Pacu Petani Guna Swasembada Pangan
Sinergitas Babinsa 13/Karangawen Dengan PPL Saat Dampingi Petani Tanam Kedelai
Danramil 01/Demak Kota Hadiri Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Bersama Warga Bahu Membahu Buat Sumur Penampungan Air
Babinsa 03/Wonosalam Himbau Petani Untuk Segera Persiapkan Lahan Pertanian
Babinsa 01/Demak Kota Turun Langsung Ke Sawah Tebar Benih Padi
Finishing Pembuatan Jalan Beton TMMD Sengkuyung III Tahun 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Petani Tanam Padi Dengan Sistem Gogorancah MT1
Menjalin Keharmonisan, Babinsa Dan Masyarakat Laksanakan Kerja Bakti Pengecoran Jalan Desa
Babinsa Turun Ke Sawah Bantu Petani Siapkan Lahan Pertanian
Anggota Saka Wira Kartika Ikut Bantu Satgas TMMD Bangun Jalan
Babinsa Koramil 10/Guntur Bergotong Royong Bantu Rehab Rumah Warga
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.085.768 Since: 07.04.14 | 0.8325 sec