YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Editorial

Ibadah Natal Bersama GKI Yasmin Dan HKBP Filadelfia Di Depan Istana Presiden RI

Author : Opa Jappy | Friday, 26 December 2014 | View : 833

siarjustisia.com

Hari ini, Kamis (25/12/2014) ketika cerah ceria pagi yang sejuk dari Mentari Pagi di Hari Natal, kelompok-kelompok warga jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor mau memperingati Natal di “Tanah Gereja” milik mereka. Mereka hanya mau berdoa sejenak di sana.

Namun, apa yang terjadi. Kaki tangan Wali Kota Bogor ke-16 periode 2014-2019, Dr. Arya Bima Sugiarto, M.A. menghadang jemaat GKI Yasmin. Satpol PP Bogor atas perintah Wali Kota Bogor dan dibantu oleh kelompok massa intoleran melakukan penghadangan.

Perayaan Natal di GKI Yasmin, Kota Bogor, berakhir ricuh. Puluhan jemaat GKI Yasmin terlibat keributan dengan petugas Satpol PP Kota Bogor dan sekelompok orang yang tak setuju dengan adanya GKI Yasmin. Keributan terjadi, lantaran petugas Satpol PP dan sekelompok orang itu hendak membubarkan prosesi doa di depan gerbang Gereja, Kamis (25/12/2014).

Suasana makin memanas, ketika jemaat yang rata-rata didominasi oleh kaum wanita itu enggan membubarkan diri dari lokasi, setelah petugas meminta agar tak menggelar kegiatan di GKI Yasmin.

Bahkan, ketika warga jemaat mau melakukan ibadah Natal di tanah kosong depan “Halaman Gereja ” yang disegel, Satpol PP dan para intoleransist melakukan pemaksaan agar kegiatan tersebut dihentikan; mereka melakukan “ancaman” dalam kata dan perbuatan.

Bahkan, ada intoleransist yang dengan congkak serta arogan berkata, “Hei, mau apa lo semua ke sini. Di sini bukan tempat ibadah,” ucap salah satu warga yang menentang keberadaan GKI Yasmin dan juga ada warga yang satu lagi menimpali dengan kasar berkata, “Kalau enggak mau bubar dari sini, gue bubarin paksa.” 

Intimidasi dan kata-kata kasar terus terlontar dari sekelompok orang yang tidak setuju dengan adanya GKI Yasmin. Lebih dari itu, muncul kata-kata yang bersifat intimidasi dan kasar, dan tak sopan dari mereka, yang katanya beragama.

Nyaris terjadi adu fisik di lokasi. Aksi baku hantam pun nyaris terjadi, tatkala beberapa jemaat GKI Yasmin balik melawan.  Tak sedikit jemaat perempuan yang yang histeris dan menangis.

"Kami bukan teroris, kami hanya ingin beribadat," kata salah satu jemaah GKI Yasmin sambil berteriak. Sejumlah jemaat pun histeris seketika, bahkan sampai menitikan air mata akibat perlakuan intimidasi yang mereka terima.

Jemaat pun akhirnya terpaksa membubarkan diri dari lokasi, dan dikawal oleh petugas Kepolisian serta Satpol PP.

Jemaat GKI Yasmin mengalah; saling kontak dengan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Tambun Bekasi yang juga tak mendapat kesempatan melakukan ibadah Natal di lapangan terbuka, Tanah Gereja di Tambun, Bekasi.

Dari Bogor, warga Jemaat GKI Yasmin bergerak ke Jakarta; sementara dari Bekasi, warga jemaat HKBP Filadelfia, juga meluncur ke Jakarta. Semuanya bertemu di depan Istana Presiden RI.

Di depan Istana, Pohon Natal, dari 3.000 kertas origami,  setinggi lebih dari 2 meter dipasang.

Jemaat kedua Gereja tersebut memasang tenda. Polisi pun mulai melakukan koordinasi.

Ketika semuanya sudah selesai, ibadah Natal pun dimulai; dan dilanjutkan dengan Sakramen Perjamuan Kudus yang dilayani oleh 10 Pendeta yang hadir bersama jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia termasuk Ketua/Rektor Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, melayani Perjamuan Kudus. (opajappy)

See Also

Widjanarko, Dosen Fakultas Psikologi UMK Raih Doktor
UMK Rilis Buku Sedulur Sikep Menggugat
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan
Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Batik Print Yang Murah Meriah
Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated
Perkawinan Jangan Dikorbankan Demi Politik Pemilihan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.354 Since: 07.04.14 | 0.6049 sec