YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Nusantara

Jemaat GKI Yasmin Dan HKBP Filadelfia Terpaksa Ibadah Di Sekitaran Monas

Thursday, 25 December 2014 | View : 726

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kejadian ini terus berulang. Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Tambun, Bekasi tak bisa menjalankan ibadah Natal di Gerejanya masing-masing.

Jemaat kedua Gereja tersebut merasa terusir. Dari sengketa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) berujung pada penyegelan rumah ibadah jemaat dua Gereja itu oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Belum ada solusi untuk sengketa yang berkepanjangan ini.

Maka, puluhan jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia terpaksa beribadah natal di Monumen Nasional (Monas). Jemaat kedua Gereja ini terpaksa beribadah di sekitaran Monumen Nasional (Monas), Kamis (25/12/2014). Jemaat kedua Gereja ini menjalankan ibadahnya tepat di depan Istana Negara, Jakarta. “Kami terpaksa beribadah Natal disini, dua gereja ya GKI Yasmin dan Gereja Filadelfia, karena dua Gereja di Bogor dan Bekasi tersebut disegel secara illegal oleh masing-masing Kepala Daerah,” ungkap Juru Bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging saat ditemui awak media di kawasan Monumen Nasional (Monas), Kamis (25/12/2014).

Juru Bicara GKI Yasmin ini, Bona Sigalingging mengatakan jemaat dua Gereja itu merasa terusir. Padahal, sebagai umat, mereka wajib menjalankan ibadah di hari raya Natal. Sebenarnya, papar dia, tadi pagi jemaat GKI Yasmin sempat mencoba melaksanakan ibadah misa Natal di Gereja milik mereka, Bogor. Bona Sigalingging menyebut Gerejanya yang sah.

Tapi upaya percobaan tersebut gagal. Jemaat GKI Yasmin diusir oleh Satpol PP Bogor dan orang-orang yang Bona Sigalingging sebut kelompok intoleran.

"Kami mencoba beribadah di dalam Gereja, tetapi dilarang dan diusir oleh kelompok intoleran. Sehingga kami tidak bisa beribadah di Gereja sendiri," tutur Juru Bicara GKI Yasmin, Bona Sigalinging, ditemui di seberang Istana Negara.

Setelah berdiskusi, akhirnya mereka melakukan kewajibannya di Monas, sejak tadi pagi hingga sore.

Tempat itu dipilih agar menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkantor di Istana Kepresidenan. "Kami berharap pada Pak Jokowi, beliau itu Presiden baru dan saya kira rekam jejak beliau itu harusnya menunjukkan bahwa beliau punya perhatian terhadap penegakan konstitusi,” sambung Bona Sigalingging.

Bona Sigalingging menambahkan pelaksanaan ibadah di seberang Istana Negara juga dilakukan sebagai maksud untuk mengetuk pintu hati Pemerintah supaya bisa memberikan bantuan agar dapat beribadah di Gereja sendiri. “Saya berharap Presiden Joko Widodo dapat menegakkan UUD 1945 dan Pancasila. Dia mencari solusi dan jalan keluar supaya kami bisa beribadah di Gereja kami,” imbuh Bona Sigalingging.

Bona Sigalingging juga berharap, Presiden Joko Widodo (Jokowi) nantinya bisa menghentikan diskriminasi agama. "Kasus GKI Yasmin ini, sejak 2008. Padahal di Bekasi dan di Bogor kasusnya sudah dimenangkan di pengadilan. Tapi, pendirian rumah ibadah ini masalah Wali Kota atau Bupatinya," urai Bona Sigalingging.

Sebelumnya, setiap dua minggu sekali, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia melangsungkan ibadah di depan Istana Negara. Sedangkan ibadah di hari Natal 2014 ini, sudah ke-80 kalinya dilangsungkan di depan kantor Presiden tersebut. Jemaat Gereja itu kemudian menjalankan ibadah di jalan dan di tempat lain. Tapi selalu terintimidasi.

See Also

Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.831.518 Since: 07.04.14 | 0.6237 sec