YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Internasional

Banjir Malaysia Tewaskan 5 Orang Paksa 160.000 Warga Mengungsi

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Sejumlah regu penyelamat berjuang mendatangkan makanan dan pasokan lainnya ke kawasan timur laut Malaysia yang terendam banjir, pada Sabtu (27/12/2014). Sedikitnya lima orang tewas dan seorang bayi terseret air serta lebih dari 160.000 warga lainnya mengungsi akibat bencana tersebut.

Dari pantauan koresponden BBC di Kuala Lumpur, Jennifer Pak, banjir melanda beberapa daerah di Negara Bagian Kelantan, dekat perbatasan Malaysia-Thailand.

Sedemikian parahnya banjir itu, jalan-jalan ke sana tidak bisa dilalui truk dan mobil sehingga satu-satunya moda transportasi ialah helikopter.

Salah satu kota yang paling parah terendam banjir ialah Kota Bharu, negara bagian Kelantan. Tinggi air di sana mencapai atap-atap rumah.

Kondisi itu menyulitkan regu-regu penyelamat yang hendak mengantarkan bantuan makanan dan pasokan lainnya ke berbagai tempat pengungsian.

“Saya akui situasi ini menantang bagi regu penyelamat dan kami berupaya sebaik mungkin untuk memastikan makanan sampai kepada para korban,” kata Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin kepada harian the Star.

Di tengah bencana tersebut, foto-foto Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang tengah bermain golf bersama Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Hawaii muncul di media massa Malaysia.

Meski Najib Razak disebut-sebut mempersingkat kunjungannya ke Hawaii dan akan mengunjungi Negara Bagian Kelantan, Sabtu (27/12/2014), sejumlah warga Malaysia terlanjur marah. “Saya berang dengan mereka (pemerintah). Kami tidak peduli dengan politik mereka. Kami hanya ingin Pemerintah melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dan menolong kami,” ketus Farhana Suhada, salah seorang warga yang memadati tempat pengungsian di luar Kota Bharu, Kelantan kepada kantor berita AFP.

Sembari mendekap bayinya yang berusia enam bulan, perempuan berusia 28 tahun itu mengaku kesulitan makanan. “Untuk sarapan, saya hanya punya tiga biskuit dan teh. Air tidak cukup dan tiada makanan untuk bayi saya,” ungkap Farhana Suhada.

Farhana Suhada terpaksa meninggalkan rumahnya empat hari lalu setelah air meningkat hingga nyaris mencapai lehernya. “Saya kehilangan segalanya. Rumah saya, mobil, dan motor rusak parah,” beber Farhana Suhada di antara 200 orang yang memadati sekolah dua tingkat yang menjadi tempat pengungsian.

Banjir yang melanda lima negara bagian di Malaysia sejak 16 Desember 2014 lalu belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Menurut kantor berita Malaysia, Bernama, banjir dengan korban mengungsi 90.250 jiwa ini adalah yang terbanyak sepanjang sejarah negara tersebut. "Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu korban," janji Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Kamis (25/12/2014).

Akibat banjir, kegiatan sekolah pada awal tahun ajaran terpaksa diliburkan. Salah satunya adalah sekolah di Kelantan.

Pejabat Pendidikan Kelantan, Hussain Awang, menyatakan sekolah di Kelantan ditangguhkan hingga banjir mereda.

Banjir juga berdampak pada lumpuhnya fasilitas Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II di Kota Bharu, Kelantan. Akhirnya 157 pasien dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Sains Malaysia di distrik Kubang Kerian.

Pemerintah Malaysia meminta pengungsi menetap di tempat penampungan sementara yakni di Sekolah Menengah Beseri Mara, Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Abi, gelanggang Malau, gelanggang Beseri Dalam, dan gelanggang Seri Pilihan. (afp/bbc/utusan/bernama)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.100.144 Since: 07.04.14 | 0.5646 sec