YouTube Facebook Twitter RSS
20 Aug 2019, 0

Internasional

Malaysia Kena Banjir Terparah Sepanjang Sejarah Lebih Dari 30 Tahun

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Banjir di Malaysia terus meluas. Kini bencana banjir di negeri Jiran itu sudah mencapai wilayah Johor.

Sebanyak 214 orang terpaksa harus mengungsi karena rumahnya terendam banjir, khususnya di Distrik Kluang dan Muar negara bagian Johor.

Seperti dilansir Bernama, Jumat (26/12/2014), Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Malaysia (National Security Council/NSC) melaporkan pihaknya akan terus memberikan pertolongan kepada korban banjir di seluruh Malaysia.

Banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan yang melanda kawasan Semenanjung Timur Malaysia. Negeri jiran itu mencapai titik curah hujan tertinggi sejak 1971.

Pemerintah Malaysia mengatakan banjir yang melanda Malaysia ini adalah yang terparah dan terburuk sepanjang 30 tahun terakhir ini.

Musibah banjir juga menerjang wilayah Kelantan, Terengganu, dan Pahang.

Adapun negara bagian Kelantan menjadi penyumbang pengungsi terbanyak yakni 32.343 jiwa, disusul Terengganu (28.991), Pahang (24.316), dan Perak (4.335) serta Perlis (265).

Badan meteorologi setempat memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih akan mengguyur wilayah Malaysia.

Malaysia kini dilanda banjir khususnya di wilayah Terengganu. Sekitar 1.575 orang mengungsi, dan sekolah terpaksa diliburkan.

Empat distrik di wilayah Terengganu terendam banjir. Keempat wilayah tersebut adalah Trengganu, Hulu Trengganu, Setiu, dan Marang. Hal itu disebabkan meluapnya Sungai Nerus dan tingginya curah hujan di sana.

Seperti dilansir Channel News Asia, level ketinggian di Sungai Nerus mencapai 22 meter, ini merupakan level yang bahaya. Pemerintah setempat telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk yang berada di daerah rawan banjir.

Selain itu, banjir di wilayah Terengganu juga dikhawatirkan akan merusak jembatan di Chalok dan Pengkalan Berangan.

Pemerintah pun terus berupaya untuk melakukan evakuasi dan mendistribusikan bantuan kepada para korban banjir. Pemerintah Malaysia telah mengirimkan helikopter dan perahu boat ke wilayah yang diterjang banjir untuk mempermudah proses evakuasi dan pendistribusian bantuan.

Liburan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak di Hawaii, negara bagian Amerika Serikat (AS), harus berakhir lebih cepat. Sebab, ia mesti mengatasi masalah banjir yang sedang melanda negerinya.

Seperti diberitakan ABC News, Jumat (26/12/2014), pihak keamanan Malaysia mengevakuasi ratusan ribu warga dari desa dan kota di lima negara bagian yang dilanda banjir.

Pusat penanggulangan banjir menyatakan lebih dari 105.000 orang mengungsi ke sekolah, balai desa, dan posko bantuan.

PM Najib Razak memang sedang dikecam masyarakat Malaysia karena berlibur ke Hawaii. Dia terlihat asyik bermain golf dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Dia berjanji akan kembali ke Malaysia pada Sabtu (27/12/2014), langsung menuju negara bagian Kelantan yang sedang dilanda banjir.

Diperkirakan lebih dari 160.000 orang memaksa mereka untuk mengungsi dari rumah mereka dan meninggalkan rumah mereka akibat banjir di kawasan timur laut Malaysia. Jumlah itu ditengarai akan membengkak mengingat hujan akan terus mengguyur Negara Bagian Kelantan, Terengganu, dan Pahang dalam beberapa hari mendatang. (abc/bernama/channelnewsasia)

See Also

Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.267.877 Since: 07.04.14 | 1.1056 sec