YouTube Facebook Twitter RSS
19 Feb 2019, 0

Ekonomi

Harga Baru BBM Bersubsidi Diumumkan, Berlaku 1 Januari 2015

Wednesday, 31 December 2014 | View : 623

siarjustisia.com-JAKARTA.

Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Ron 88 alias Premium, Minyak Tanah, dan Diesel alias Solar sampai saat ini masih diatur oleh Pemerintah. Penghujung tahun 2014 ini, Pemerintahan Jokowi-JK mengeluarkan kebijakan yang cukup mengagetkan. Pemerintah tiba-tiba menurunkan harga BBM subsidi jenis Ron 88 alias Premium dan Diesel alias Solar. Padahal, sekitar 45 hari lalu pemerintah menaikkan harga Premium dan Solar masing masing sebesar Rp 2.000 per liter.

Pemerintah akhirnya memutuskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi turun. Penurunan harga BBM tidak lepas dari anjloknya harga minyak dunia.

Kini, Pemerintah menetapkan harga BBM jenis Ron 88 alias Premium sebesar Rp 7.600 per liter. Turun dibandingkan sebelumnya yaitu Rp 8.500 per liter. Sementara itu, untuk harga Diesel alias Solar ditetapkan menjadi Rp 7.250 per liter. Juga turun dari harga sebelumnya yaitu Rp 7.500 per liter. "Ini pertama kalinya nantinya akan dievaluasi pemerintah dengan begitu kita ingin Pertamina lebih efisien," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia ke-16 di Kabinet Kerja periode 2014-2019 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D. di Kantornya, Jakarta, Rabu (31/12/2014). Harga baru Premium dan Solar ini mulai berlaku tanggal 1 Januari 2015 pukul 00.00 WIB.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia ke-16 di Kabinet Kerja periode 2014-2019 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D. mengungkapkan Pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan baru terkait subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan ini akan diumumkan Rabu (31/12/2014) dan mulai berlaku 1 Januari 2015.

"Tadi kita sudah rapat dengan Menteri Keuangan, Menteri ESDM. Mudah-mudahan kebijakannya bisa diumumkan besok pagi dan berlaku pada 1 Januari 2015," ungkap Sofyan Djalil di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Alumnus Sarjana Hukum (SH), Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Jakarta, bidang studi Hukum Bisnis pada tahun 1984, Sofyan Djalil masih enggan menyebutkan kebijakan apa yang akan ditempuh pemerintah. "Tunggu saja dulu," ujarnya.

Namun intinya, lanjut Sofyan Djalil, Pemerintah akan menyesuaikan harga baru BBM di dalam negeri dengan perkembangan harga minyak dunia.

Menurut alumnus Master of Arts (M.A.), The Graduate School of Arts and Sciences, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), bidang studi Public Policy pada tahun 1989, memang perlu ada penyesuaian agar ada rasa keadilan kepada masyarakat.

"Prinsipnya, sesuai dengan perkembangan harga minyak dunia, tentu ada juga penyesuaian supaya pemerintah fair terhadap masyarakat. Sebab kalau harga naik, kita juga meminta masyarakat berkorban lebih banyak. Dengan harga minyak dunia ini, tentu akan disesuaikan," paparnya.

Alumnus Master of Arts in Law and Diplomacy (M.A.L.D.), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Economic Relation, tahun 1991, Sofyan Djalil tidak menyebutkan dengan jelas apakah harga BBM akan diturunkan mengikuti harga minyak dunia yang anjlok. "Amin," ucapnya kala ditanya apakah Pemerintah akan menurunkan harga BBM.

Alumnus Doctor of Philosophy (Ph.D), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Financial and Capital Market Law and Policy, tahun 1993, Sofyan Djalil menggarisbawahi bahwa harga BBM bersubsidi akan berubah. Sejak 18 November lalu, Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000/liter. Harga Premium menjadi Rp 8.500/liter, dan Solar Rp 7.500/liter.

"Pada saat Tahun Baru, masyarakat akan membeli BBM dengan harga baru. Per 1 Januari 2015," ungkap mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke-4 pada Kabinet Indonesia Bersatu dengan masa jabatan 9 Mei 2007-22 Oktober 2009, Sofyan Djalil.

Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019, Agus Hermanto pun juga tidak mau berspekulasi soal kemungkinan Pemerintah menurunkan harga BBM jenis premium pada awal Januari 2015.

Mantan DPR RI dari Partai Demokrat (2009-2014), Agus Hermanto menyarankan agar Presiden Jokowi harus segera memperbaiki tim ekonomi di kabinetnya.

Alumnus Magister Manajemen Institut Pengembangan Pariwisata Indonesia, Jakarta pada tahun 2000, melihat kebijakan-kebijakan energi yang dikeluarkan Pemerintah menunjukan lemahnya tim ekonomi Jokowi.

Mantan Ketua Komisi X yang menangani Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Kesenian, dan Kebudayaan pada periode 2004-2009, Agus Hermanto mencontohkan soal program bantuan sosial yang dikeluarkan Presiden Jokowi sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi.

Menurutnya program-program sosial Presiden Jokowi yang termanifestasi dalam bentuk kartu Indonesia sehat, kartu Indonesia pintar, dan sebagainya, tidak berbeda dengan program Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Cuma ganti nama saja," kritik Agus Hermanto di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/12).

Apalagi, imbuh Agus Hermanto, Jokowi tidak pernah menjelaskan kepada publik berapa biaya yang dikeluarkan Pemerintah untuk mencetak kartu-kartu tersebut. "Karena tidak transparan," ketus mantan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Antar-Lembaga DPP Demokrat (2005-2010), Agus Hermanto.

Politikus Partai Demokrat tersebut berharap wacana menurunkan harga BBM bukan sekadar pencitraan Pemerintahan Jokowi. Sebab menurutnya belum lama ini Pemerintah juga baru mewacanakan penghapusan BBM jenis Premium dari pasaran. "Pencitraan saja yang dilaksanakan sekarang. Memberi sinyal BBM akan turun, kita tunggu saja," pungkas mantan Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi Partai Demokrat (2006-2007) Agus Hermanto.

Senada dengan rekan sejawatnya Agus Hermanto, salah satu anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo pun ikut angkat bicara terkait kebijakan ini. Sartono Hutomo berharap penurunan harga BBM subsidi bukan pencitraan untuk menarik hati rakyat, apalagi menaikkan dan menurunkan harga BBM subsidi dilakukan dalam waktu lebih kurang satu bulan. "Yang penting kebijakan ini benar tulus tidak karena pencitraan," tegas Sartono Hutomo ketika dihubungi wartawan di Jakarta.

See Also

Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
Bursa Asia Ditutup Melemah Disusul Bursa Eropa Dibuka Tergerus
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Babinsa 06/Wedung Lakukan Pemantauan Penyemaian Bibit Tanam Padi
Babinsa 09/Karangtengah Pastikan Harga Sembako Di Pasar Masih Relatif Stabil
Percepat Masa Tanam, Babinsa 09/Karangtengah Giat Dampingi Petani
Babinsa 05/Mijen Tunjukkan Peran Aktif Babinsa Terhadap Swasembada Pangan
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 07/Gajah Bantu Petani Siangi Rumput
Ciptakan Hubungan Yang Harmonis, Babinsa 01/Rembang Terjun Langsung Ke Lahan Pertanian
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Memotivasi Petani Dalam Menggarap Sawah
Babinsa 12/Mranggen Ikuti Sosialisasi Budidaya Sapi Potong
Babinsa 01/Demak Kota Bantu Percepatan Pertumbuhan Padi
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.410.682 Since: 07.04.14 | 0.6329 sec