YouTube Facebook Twitter RSS
24 Feb 2018, 0

Internasional

Paus Fransiskus Angkat 20 Kardinal Baru

Monday, 05 January 2015 | View : 510

siarjustisia.com-ROMA.

Pemimpin Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara dari Negara Kota Vatikan, Paus ke-266, Paus Franciscus/Fransiskus yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio yang adalah seorang Imam Yesuit pertama dan orang Amerika Latin keturunan Italia pertama yang terpilih sebagai Paus pada Konklaf Kepausan 2013 hari kedua 13 Maret 2013, telah mengangkat 20 Kardinal baru yang masuk ke dalam kelompok hirarki Katolik Roma.

Penunjukkan terbaru ini diwarnai nama-nama pemimpin Gereja dari sejumlah negara berkembang.

Lima belas Kardinal baru juga berusia di bawah 80 tahun, ini artinya mereka berhak untuk bergabung dengan konklaf yang memilih Paus berikutnya.

Nama-nama tersebut mencakup Uskup Soane Patita Paini Mafi dari Tonga, Polinesia; dan Uskup Agung Charles Maung Bo dari Myanmar.

Lima belas Kardinal baru yang dipilih Paus Francis berusia di bawah 80 tahun, membuat mereka berhak untuk memilih Paus yang baru di masa mendatang.

Uskup Soane mengatakan, hal ini merupakan prestasi membanggakan, untuk bisa terpilih dari sebuah Gereja kecil di Pasifik. "Di satu sisi, itu bukan hanya untuk Tonga, tapi juga untuk Oceania. Senang bisa melihat perkembangan seperti ini dari Vatikan," ujarnya. Ia menambahkan, “Ada dua dari kami ada John Dew dari Keuskupan Agung Wellington yang juga ditunjuk sehingga kami berdua akan menjadi penyeimbang untuk mewakili Gereja-gereja di sini.”

Uskup Agung Thailand, Francis Xavier Kriengsak Kovithavanij, dan Uskup asal Vietnam, Pierre Nguyen Van Nhon, juga ada di antara para Kardinal baru yang ditunjuk Paus Franciscus.

Kardinal juga dipilih dari Ethiopia, Cape Verde, Meksiko, Panama, Uruguay, Italia, Spanyol, Argentina, Kolombia dan Portugal.

Hanya satu dari mereka yang baru terpilih berasal dari Kuria, wilayah administrasi Vatikan, yang sebelumnya dijanjikan Paus Francis untuk dirombak. Bulan lalu, Paus mengatakan, Kuria terinfeksi obsesi mengejar karir, sifat licik, keserakahan dan ‘Alzheimer’s spiritual’.

Para pengamat mengatakan, para Kardinal baru, yang akan resmi bertugas bulan depan, lebih mencerminkan keragaman dan persebaran Gereja, serta menunjukkan komitmen Paus terhadap orang miskin.

Ini adalah kali kedua Paus Francis menggunakan penunjukan Kardinal sebagai langkah untuk mereformasi 1,2 milyar Gereja anggotanya.

Penunjukkan 20 Kardinal baru ini meningkatkan peluang bahwa Paus berikutnya, seperti Paus Francis, kemungkinan berlatar belakang non-Eropa.

Paus Francis membacakan nama 20 kardinal baru itu di hadapan puluhan ribu orang di Lapangan Santo Petrus, saat melakukan khotbah minggunya.

Menurut Juru Bicara Vatikan, Pastor Federico Lombardi, ini adalah pertama kalinya bagi Kardinal asal Myanmar, Tonga dan Cape Verde ditunjuk.

Ia mengatakan, Paus ‘tak merasa terikat oleh tradisi’ bahwa beberapa kota besar di Italia, atau tempat lain di Eropa atau di Amerika Serikat, secara otomatis memiliki Kardinal untuk memimpin mereka.

Tidak ada Kardinal baru dari Amerika Utara yang terpilih karena jumlah mereka ‘sudah cukup besar’, kata Pastor Federico. Ada 15 Kardinal pemilih di Amerika Serikat dan Kanada.

Penunjukan yang diumumkan hari Minggu (4/1/2015) ini membuat jumlah total Kardinal menjadi 228 orang, 125 dari mereka adalah Kardinal pemilih dan 103-nya non-pemilih.

See Also

Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.408.745 Since: 07.04.14 | 0.689 sec