YouTube Facebook Twitter RSS
27 Jun 2019, 0

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Anjlok Di Bawah US 50, Saham-saham Rontok

Monday, 05 January 2015 | View : 574
Tags : Dunia, Minyak, Saham

siarjustisia.com-NEW YORK.

Meskipun sempat menunjukkan tanda pelambatan pada awal tahun harga minyak dunia kembali terjun hingga 6 persen dalam penutupan pasar, Senin (5/1/2015). Penurunan itu antara lain disumbang melimpahnya pasokan minyak serpih Amerika Serikat (AS) dan perubahan harga terus-menerus untuk permintaan global.

Naiknya produksi minyak Rusia dan Irak turut pula membuat harga minyak turun menyentuh angka di bawah US$ 50 per barrel.

Saham-saham besar jatuh nilainya pada perdagangan Senin (5/1/2015) waktu New York setelah harga minyak mentah terus turun hingga di bawah level psikologis US$ 50 per barrel dan nilai tukar Euro juga mengalami penurunan terbesar dalam sembilan tahun terakhir.

Setelah sebelumnya sempat rontok hingga US$ 49,77 per barrel, harga minyak mentah AS untuk pengiriman Februari belum mampu mencapai angka di atas US$ 50,04 per barrel. Terakhir kali harga minyak AS diperdagangkan di bawah US$ 50 per barrel pada April 2009.

Untuk pengiriman Februari, harga minyak mentah di pasar berjangka Brent ditutup turun sebesar US$ 3,31 menjadi US$ 53,11 per barrel.

Dibandingkan, dengan penjualan Juni tahun lalu, harga minyak mentah dunia anjlok hingga 55 persen. Saat itu harga minyak di pasar berjangka Brent mencapai lebih dari US$ 117 per barrel dan harga minyak mentah AS berada di atas US$ 107 per barrel.

Belum meredanya laju penurunan harga minyak dunia menyebabkan saham Eropa dan Asia merosot.

Perdagangan di lantai bursa Nikkei Jepang pun turun hingga 3 persen, terbesar dalam hampir 10 bulan terakhir, sementara saham Korea Selatan turun 1,7 persen ke level terendah satu setengah tahun terakhir.

"Sentimen risiko global telah terluka oleh saham dan pergeseran harga minyak. Itu menyebabkan persepsi bahwa ada kekurangan permintaan dan berimplikasi pada pertumbuhan global," kata Jeremy Stretch, Kepala Strategi mata uang di CIBC World Markets.

Saham-saham di Dow Jones dan S&P 500 masing-masing anjlok 1,9% dan 1,8%. Untuk Dow Jones, setara dengan kehilangan 331,34 poin. Ini pertamakalinya sejak 2013 saham-saham Dow Jones terus turun selama empat hari berturut-turut. Sementara itu, indeks saham Nasdaq juga turun 1,6%.

"Ketika saya melihat harga minyak turun 4% dan indeks saham Eropa turun 1%, 2%, 3%, ini hari yang suram," kata Andy Brooks, wakil presiden pialang bursa T. Rowe price.

S&P 500 kehilangan 38 poin menjadi 2020,58 sementara Nasdaq turun 74 poin menjadi 4652,57. Dow mengakhiri perdagangan dengan 17.501,65 poin.

Pada hari yang sama, harga minyak jenis light, sweet crude oil turun ke US$ 49,97 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.

Di tengah keterpurukan itu, para pejabat AS yang terus memantau penurunan harga minyak meyakini kondisi itu justru menguntungkan kinerja ekonomi AS. Hal itu dikemukakan Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest, Senin lalu, di Washington DC.

Saat ini, harga rata-rata bensin di negara Paman Sam itu jatuh hingga di bawah US$ 2 per galon. Penurunan itu dipercayai akan mendongkrak penjualan kendaraan di Amerika Serikat (AS) dan wilayah lain dalam beberapa bulan terakhir. (usatoday/afp/reuters)

See Also

Bursa Asia Bervariasi
Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
Bursa Saham AS Turun
12 Pelabuhan & Bandar Udara Deklarasi Zona Integritas
Rabobank Indonesia Resmi Hengkang Dari Indonesia
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.020.440 Since: 07.04.14 | 0.5449 sec