YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2018, 0

Hukum

PN Jakarta Utara Gagal Eksekusi Kompleks AL Kelapa Gading

Wednesday, 14 January 2015 | View : 2043

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kompleks Perumahan Angkatan Laut dan Pangkalan Utama Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) di Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara akan dieksekusi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut).

Rencananya eksekusi akan dilaksanakan hari ini, Rabu (14/1/2015) pukul 10.00 WIB. Eksekusi lahan seluas 20,5 hektare di wilayah itu mencakup 3 Rukun Warga (RW), yaitu RW 02, 03, dan 05.

Berbagai instansi pemerintah di wilayah kota Jakarta Utara mengadakan rapat koordinasi pada Selasa (13/1/2015) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, terkait pengosongan lahan seluas 20,5 hektare yang berada di lingkungan RW 02, 03, dan 05 Kompleks Kodamar Pomal (Polisi Militer Angkatan Laut) TNI AL, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading.

Rapat dihadiri pihak pemenang gugatan kepemilikian tanah (Drs. Sumardjono), tim juru sita dari PN Jakarta Utara, jajaran kepolisian dari tingkat Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polsek Kelapa Gading, Kodim 0502/JU, dan Wali Kota Jakarta Utara.

Hasil dari rapat koordinasi tersebut adalah melakukan eksekusi pengosongan lahan atas penetapan Ketua PN Jakarta Utara bernomor 42/Eks/2007/PN.Jkt.Ut, Jo No.77/Pdt.G/2004/PN.Jkt.Ut., Jo. No.271/PDT/2005/PT.DKI., Jo. No.1470K/PDT/2006., Jo No.322 PK/Pdt/2008, yang pada tanggal 27 Januari 2014 telah berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde).

Eksekusi pengosongan lahan akan dilakukan pada Rabu (14/1/2015) pukul 09.00 WIB, dengan titik kumpul di kantor Kecamatan Kelapa Gading.

Kepala Humas PN Jakarta Utara, Wisnu Wicaksono, mengatakan, eksekusi tanah bekas hak barat Ex. Eingendom Verponding Np 6525, No 11201, No 11202, No 11203, dan 11204 seluas 20,5 hektar yang dilakukan pada esok hari merupakan tindak lanjut hasil penetapan Ketua PN Jakarta Utara No.42/Eks/2007/PN.Jkt.Ut., Jo No.77/Pdt.G/2004/PN.Jkt.Ut., Jo. No.271/PDT/2005/PT.DKI., Jo. No.1470K/PDT/2006., Jo No.322 PK/Pdt/2008 pada tanggal 27 Januari 2014 telah berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde).

“Besok tim juru sita berjumlah tiga hingga lima orang dari PN Jakarta Utara bersama tim pengamanan dari pihak kepolisian dan TNI akan melakukan eksekusi sita terhadap tanah yang saat ini di atasnya berdiri berbagai bangunan TNI AL, di mana salah satu nya yakni Kantor Markas Komando Polisi Militer Angkatan Laut,” ungkap Wisnu Wicaksono, Selasa (13/1/2015) sore.

Selasa (13/1/2015), kawasan seluas 20,5 hektare yang akan dieksekusi Rabu (14/1/2015) besok, pada hari ini telah dijaga oleh ratusan pasukan bersenjata dari TNI AL.

Pintu masuk akses ke lahan sengketa yang ada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kel. Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara sudah ditutup oleh pihak keamanan dan setiap orang yang keluar masuk kawasan tersebut diperiksa oleh anggota TNI AL.

Sejumlah aparat TNI AL berseragam lengkap berjaga-jaga di 9 titik pintu masuk lokasi tersebut. Mereka mempersenjatai diri masing-masing dengan pentungan dan tameng.

Pada akses jalan masuk ke Pangkalan Utama POMAL di Jalan Boulevard Bukit Gading Raya Kelapa Gading Barat bahkan dijaga ketat.

Aparat TNI AL berpencar dan menutup akses jalan tersebut dengan membentuk pertahanan berlapis dengan membentuk beberapa kelompok, satu kelompok berjumlah sekitar 10 personel yang ditempatkan di sepanjang jalan tersebut. 

Aparat TNI AL bersiap untuk menghalau datangnya rombongan petugas eksekusi yang terdiri dari Satpol PP, polisi dan Pengadilan.

Anggota intel baik dari kepolisian maupun instansi terkait hilir mudik di sekitar lokasi tanah sengketa yang dikenal dengan komplek Kodamar tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol M. Iqbal mengatakan, dalam proses eksekusi harus mengedepankan tindakan persuasif dan humanis sehingga tidak menimbulkan korban ataupun gesekan. "Kita mengutamakan tindakan-tindakan persuasif dan mencegah benturan ataupun gesekan antara tim eksekusi ataupun masyarakat,” terang Kombes Pol. M. Iqbal, Rabu (14/1/2015) pagi.

Kombes Pol. M. Iqbal berharap dalam pengamanan tersebut semua personil gabungan tetap mengedepankan unsur kerja sama dalam satu komando. "Kita minta bimbingan dari Tuhan YME, agar dalam proses eksekusi ini semua berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti," harap Kombes Pol. M. Iqbal.

Kombes Pol. M. Iqbal mengungkapkan, sebenarnya pihak Polres Metro Jakarta Utara sudah merekomendasikan agar proses eksekusi ditunda. "Namun, pihak PN Jakarta Utara bersikeras melakukan eksekusi hari ini. Kita akan berupaya sebaik mungkin untuk mengawal dan menjaga kondisi keamanan masyarakat umum," tutup Kombes Pol. M. Iqbal.

Pada hari H nya, sebanyak 258 personil gabungan dari Polres Metro Jakarta Utara, Satpol PP, dan Kodim 0502JU melakukan apel pagi di kantor Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu (14/1/2015).

Apel gabungan tersebut dimaksudkan untuk mengamankan proses eksekusi lahan Polisi Militer TNI AL seluas 20,5 hektare.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara akan mengeksekusi tanah di Jalan Boulevard Bukit Gading Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tanah tersebut telah dikuasai TNI AL sejak tahun 1960.

Sebanyak 258 personil gabungan yang dikerahkan dalam proses eksekusi lahan Pomal TNI AL tersebut, yakni Kodim 75 orang, Polres Metro Jakarta Utara 25 orang, Polsek Kelapa Gading 38 orang, Pleton Polisi 27 orang, Satlantas Jakarta Utara 15 orang, Satuan Polisi Pamong Praja 50 orang, Pleton Perwira 11 orang, Propam 3 orang, Intel Kodamil, Korem, Kodim 13 orang.

Tim eksekusi dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara menuju lokasi sengketa lahan Polisi Militer TNI AL di Jalan Boulevard, Bukit Gading Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu (14/1/2015).

Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Sutriyono menemani juru sita PN Jakarta Utara untuk mengeksekusi lahan 20,5 hektare di Pomal TNI AL di Jalan Boulevard Bukit Gading Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Rabu (14/1/2015).

Rabu (14/1/2015), anggota PN Jakut sebelumnya mendatangi Jalan Boulevard Bukit Gading Raya untuk bersiap melakukan eksekusi pada pukul 09.00 WIB.

Eksekusi tanah berlangsung alot. Pelaksanaan eksekusi lahan Kompleks Perumahan Angkatan Laut dan Pangkalan Utama Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, gagal total.

Puluhan anggota Marinir bertameng dan membawa pentungan menjaga lahan di Jalan Bukit Gading Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pasukan ini menjaga lahan milik TNI AL yang akan dieksekusi Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Puluhan TNI AL berbaju loreng dan membawa senapan laras panjang berjaga-jaga di pintu masuk wilayah perkantoran dan Dinas TNI AL. Aparat TNI AL melarang setiap kendaraan yang akan memasuki wilayah Perkantoran dan Dinas TNI AL. Lalu lintas di sekitar lokasi pun dialihkan. Para anggota Marinir dan warga masih berjaga di tempat yang merupakan perkantoran serta tempat latihan TNI AL.

Suasana sempat mencekam di lokasi. Tampak pula beberapa anggota TNI AL menyandang senapan dan memperhatikan orang-orang yang melintas di jalan.

Pasukan TNI ini akhirnya menolak kedatangan pihak PN Jakarta Utara.

Rabu (14/1/2015) petugas dari PN datang ke lokasi bersama beberapa anggota polisi. Tim eksekusi dari PN Jakarta Utara yang hendak eksekusi lahan dihadang puluhan massa. Kedatangan tim eksekusi yang dipimpin Kepala Eksekusi Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dihadang pasukan TNI AL di Jalan Bukit Gading Raya yang sudah berjaga sejak pagi, Rabu (14/1/2015).

Sebanyak lima orang dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang hendak menuju lahan seluas 20,5 hektare melalui sisi utara, dihadang oleh puluhan massa yang menghadang tim eksekusi PN jalan tersebut pada pukul 10.00 WIB.

Aksi saling dorong terjadi. Setibanya di lokasi, petugas PN langsung diserbu oleh beberapa warga yang membawa pentungan dan pakai penutup wajah.

Beberapa juru sita yang mengenakan seragam dinas berwarna hijau tua pun menjadi sasaran amarah dari para pemuda tersebut. Bahkan, salah satu juru sita dari PN mendapat pukulan di kepala oleh massa yang terpancing emosinya ketika juru sita mendekati area Markas Polisi Militer TNI AL.

Melihat kondisi tersebut, Kapolsek Kelapa Gading, Kompol. Drs. Sutriyono berusaha menenangkan massa yang hendak melampiaskan emosinya lebih lanjut. "Sudah tenang-tenang semua, jangan ada yang anarkis," ujar Kompol Drs. Sutriyono.

Melihat kondisi semakin memanas, Polisi yang mendampingi kemudian langsung mengamankan petugas PN ke tempat aman. Tim juru sita dari PN Jakarta Utara langsung mundur dan kembali ke kantor PN Jakarta Utara. Beruntung keributan tidak meluas.

Kondisi berangsur tenang setelah pukul 12.00 WIB.

Usai kejadian tersebut, ratusan anggota pasukan TNI AL kembali memblokir akses masuk jalan dan beberapa kali terdengar suara dentuman keras dari lahan sengketa dan membuat sejumlah warga yang bertempat tinggal di sekitar tersebut mengerumuni dari jauh. (editor Joseph H. Gunawan)

See Also

Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.306.169 Since: 07.04.14 | 0.6543 sec