YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Hukum

Putusan Sidang Kasus Korupsi Bantuan Sosial

Monday, 19 January 2015 | View : 996

siarjustisia.com-BANJARMASIN.

Persidangan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Sekdarov Kalsel 2010, yang melibatkan pihak banyak kalangan eksekutif akan ditentukan hari ini, Senin (19/1/2015).

Sejumlah aparat kepolisian sudah berjaga memenuhi Pengadilan Negeri Banjarmasin. Hal tersebut guna melakukan pengamanan dalam berjalannya sidang.

"Dari Surat Perintah, ada 130 personil kepolisian yang mengamankan jalannya persidangan Bansos. Ini guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Kabag Ops Polresta Banjarmasin, Kompol Raymond yang juga di lokasi PN.

Dari agenda hari ini adalah sidang putusan akan dibacakan Majelis kepada enam terdakwa dari eksekutif yakni Muchlis Gafuri, Fitri Rifani, Anang Bahrani, Fauzan Saleh, Mahliana, dan Sarmili.

Seperti dikabarkan sebelumnya, pengunjung penuh sesaki ruang sidang Pengadilan Negeri Banjarmasin, Rabu (17/12/2014). Kali ini sidang pembacaan tuntutan salah satu terdakwa kasus Bansos Fauzan Saleh, mantan Kabiro Kesra Prov Kalsel.

Banyaknya orang di ruang sidang itu ditengara pendukung atau simpatisan Fauzan Saleh, dari Kabupaten Banjar.

Dalam sidang yang dilangsungkan di ruang garuda Tipikor PN Banjarmasin ini, Fauzan Saleh yang juga wakil bupati Banjar itu duduk di kursi persidangan menggunakan kemeja warna merah muda dan celana warna hitam.

"Sehat saja saya, Kawan sudah bedahulu nah dituntut, saya salat dulu," ujar Fauzan Saleh sebelum persidangan dimulai.

Sementara di saat persidangan, Fauzan Saleh terlihat sesekali merapikan kemeja di bagian lehernya. Sesekali menunduk dan serius mendengarkan pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Sedangkan, sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Bansos Muchlis Gafuri, ditunda.

Padahal di papan agenda sidang dijadwalkan putusan untuk mantan Sekda Prov Kalsel tersebut, Selasa (13/1/2015).

Namun setelah ditunggu, mendadak tersiar kabar ditundanya sidang putusan.

Terdakwa Muchlis Gafuri juga tampak keluar dari sel PN lalu menuju ke mobil kejaksaan dan dibawa ke LP.

Sidang kasus korupsi Rp 27,5 Miliar dana bantuan sosial tahun 2010 Biro Kesra Pemprov Kalsel berlanjut, Selasa (16/12/2014).

Tuntutan untuk Anang Bahranie, mantan Kepala Biro Kesra Kalsel lebih berat dibanding tuntutan untuk Muchlis Gafuri dan Fitri Rifani.

Dari pantauan di PN Banjarmasin, Jaksa menyebut jika Anang Bahrani terbukti dan dituntut lima tahun penjara denda Rp 50 juta subsider 6 bulan. Serta harus bayar uang pengganti Rp 12,8 miliar. Jika uang pengganti tidak dibayar harus diganti dengan penjara dua tahun.

Mantan Sekda Prov. Kalsel H.M. Muchlis Gafuri dan mantan asisten II Fitri Rifani sama-sama dituntut penjara dua tahun enam bulan, denda Rp 200 subsider 6 bulan.

Pada persidangan, seharusnya tidak hanya Muchlis Gafuri dan Anang Bahrani yang mendengar tuntutan. Staf bendahara biro kesra Sarmili juga seharusnya mendengar tuntutan, namun ditunda.

Rabu (17/12/2014), Sarmili akan jalani sidang tuntutan bersama Fauzan Saleh dan Mahliana. Akhirnya, Sarmili, mantan bendahara Biro Kesra dituntut 3,6 tahun, denda Rp 0 juta, atau subsider 6 bulan, dan uang pengganti Rp 9 miliar, atau bila tidak bisa bayar maka gantinya kurungan penjara 18 bulan.

Untuk Muchlis Gafuri dan Anang Bahrani akan kembali jalani sidang dengan agenda pledoi pada 23 Desember 2014.

Persidangan Bansos di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Banjarmasin terus berlanjut, yang mana pada hari ini Selasa (28/10/2014)  mendengarkan keterangan saksi saksi dari 4 orang mantan anggota DPRD Kalsel dan 8 orang dari penerima bansos kesra tahun 2010 untuk para terdakwa Sarmili. Anang Bakhranie dan Fitri Rifani

Saksi dari anggota DPRD yakni Faturrahman dari Partai PPP,  H Seoyono dari Partai  PDIP,  Midy Yusi dari partai PPP  dan H M Nur dari partai Gerinda. dalam keterangannya Faturrahman banyak tidak mengetahui masalah penyaluran dana yang dai serahkan, dan berapa yang diserahkan kepada penerima banyak lupa katanya didepan Majelis Hakim Chris Fajar SH MH.

Ketika ditanya Majelis Hakim kepada saksi H Seoyono  masalah kemana uang Rp. 75 Juta yang disalurkan kepada masyarakat untuk pembangunan jalan desa, H Seoyono mengatakan bahwa dia sudah menyalurkan dana tersebut sampai pengerasan sepanjang 600 meter, dan dana tersebut tidak mencukupi, akhirnya dana pembangunan jalan tersebut untuk agar tercapai saya pakai dana pribadi sekitar Rp. 84 Juta.

Beberapa saksi dari masyarakat penerima bantuan mengatakan dalam pencairan dana bansos, saat akan mengambil dana dari biro kesra mereka hanya menandatangani kwitansi kosong diatas materai, mereka tidak tahu berapa jumlah nominal yang mereka terima, salah satu saksi Wildan mengatakan bahwa dai sempat melihat jumlah nominal uang yang akan dikasihkan kepadanya sekitar Rp.12,5 Juta tetapi pada kenyataannya samapi ditangan hanya Rp.2 Juta saja.

" Saya melihat jumlah uang didalam kwitansi yang disodorkan kesra untuk ditanda tangani sejumlah Rp.12,5 Juta, tetapi sampai ketangan saya hanya Rp.2 Juta saja " kata Wildan.

Lain lagi dengan tiga saksi yang duduk dibelakang,  mereka tidak pernah membuat proposal untuk kegiatan didesanya, tetapi nama mereka ada di dalam penerima bantuan sosial kemasyarakatan, mereka bertiga sepakat mengatakan bahwa nama mereka dicatut oknum untuk mencairkan dana bansos.

Selain mereka bertiga diruang sidang lainnya terdakwa Mukhlis Gafuri Mantan Sekertaris Daerah Kalimantan selatan selama 2 periode juga dilangsungkan, persidangan dengan mendegarkan keterangan para saksi dari pihak masyarakat penerima dana bantuan sosial.

Sebanyak tiga orang saksi dihadirkan oleh JPU M Irwan dan Armadha dihadapan Majelis Hakim Tongani.

Dalam keterangannya saksi mengatakan masalah bantuan sosial yang disalurkan oleh H Seoyono dari fraksi PDIP kepada masyarakat desa untuk perbaikan jalan, tidak bisa dilanjutkan karena mereka tidak pernah mendapat bantuan perbaikan jalan sampai diaspal, mereka hanya mendapat bantuan dari H Seoyono perbaikan jalan hanya sampai pengerasan kata saksi - See more at: http://metrokalimantan.blogspot.com/2014/10/ada-saksi-namanya-dicatut-untuk.html#sthash.mPfzXl5K.dpuf

Persidangan Bansos di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Banjarmasin terus berlanjut, Selasa (28/10/2014)  mendengarkan keterangan saksi saksi dari 4 orang mantan anggota DPRD Kalsel dan 8 orang dari penerima bansos kesra tahun 2010 untuk para terdakwa Sarmili, Anang Bakhranie, dan Fitri Rifani.

Saksi dari anggota DPRD yakni Faturrahman dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP),  H. Seoyono dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP), Midy Yusi dari PPP  dan H. M. Nur dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerinda).

Dalam keterangannya Faturrahman banyak tidak mengetahui masalah penyaluran dana yang dia serahkan, dan berapa yang diserahkan kepada penerima banyak lupa katanya di depan Majelis Hakim Chris Fajar, S.H., M.H.

Ketika ditanya Majelis Hakim kepada saksi H Seoyono  masalah kemana uang Rp 75 Juta yang disalurkan kepada masyarakat untuk pembangunan jalan desa. H Seoyono mengatakan bahwa dia sudah menyalurkan dana tersebut sampai pengerasan sepanjang 600 meter, dan dana tersebut tidak mencukupi, akhirnya dana pembangunan jalan tersebut untuk agar tercapai saya pakai dana pribadi sekitar Rp 84 Juta.

Beberapa saksi dari masyarakat penerima bantuan mengatakan dalam pencairan dana bansos, saat akan mengambil dana dari biro kesra mereka hanya menandatangani kwitansi kosong diatas materai, mereka tidak tahu berapa jumlah nominal yang mereka terima, salah satu saksi Wildan mengatakan bahwa dai sempat melihat jumlah nominal uang yang akan dikasihkan kepadanya sekitar Rp 12,5 Juta tetapi pada kenyataannya samapi ditangan hanya Rp 2 Juta saja.

“Saya melihat jumlah uang didalam kwitansi yang disodorkan kesra untuk ditanda tangani sejumlah Rp 12,5 Juta, tetapi sampai ketangan saya hanya Rp 2 Juta saja," beber Wildan.

Lain lagi dengan tiga saksi yang duduk dibelakang,  mereka tidak pernah membuat proposal untuk kegiatan didesanya, tetapi nama mereka ada di dalam penerima bantuan sosial kemasyarakatan, mereka bertiga sepakat mengatakan bahwa nama mereka dicatut oknum untuk mencairkan dana bansos.

Selain mereka bertiga diruang sidang lainnya terdakwa Mukhlis Gafuri, mantan Sekertaris Daerah Kalimantan Selatan selama 2 periode juga dilangsungkan, persidangan dengan mendengarkan keterangan para saksi dari pihak masyarakat penerima dana bantuan sosial.

Sebanyak tiga orang saksi dihadirkan oleh JPU M Irwan dan Armadha dihadapan Majelis Hakim Tongani.

Dalam keterangannya saksi mengatakan, “masalah bantuan sosial yang disalurkan oleh H Seoyono dari fraksi PDIP kepada masyarakat desa untuk perbaikan jalan, tidak bisa dilanjutkan karena mereka tidak pernah mendapat bantuan perbaikan jalan sampai diaspal, mereka hanya mendapat bantuan dari H Seoyono perbaikan jalan hanya sampai pengerasan,” demikian kata saksi. (tri/jos)

See Also

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.193 Since: 07.04.14 | 0.6705 sec