YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Tim DVI Terima 76 Jazad, 64 Teridentifikasi

Monday, 02 February 2015 | View : 536

siarjustisia.com-PANGKALAN BUN.

Minggu (1/2/2015), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim belum berhasil mengidentifikasi 12 jenazah yang telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Surabaya.

Dari total 76 jenazah yang berhasil dievakuasi, belum termasuk enam jenazah yang baru ditemukan pagi ini, ada 64 jenazah yang sudah teridentifikasi.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim sama sekali tidak berhasil mengidentifikasi korban kecelakaan AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada hari Minggu (28/12/2014) pagi lalu. 

Penyebabnya, tim masih menunggu hasil tes DNA dari Mabes Polri. Hal tersebut diungkapkan Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Minggu (1/2/2015). 

Kombes Pol. Awi Setiyono mengatakan, dalam mengidentifikasi korban, DVI Polda Jatim lebih banyak menggunakan teknik body part. Sebab, jenazah korban ditemukan setelah sekian lama sehingga kondisinya tidak utuh lagi. 

“Yang dikirim ke kami sudah banyak yang tidak utuh. Sudah merupakan bagian-bagian,” papar Kombes Pol. Awi Setiyono, Senin (2/2/2015). 

Menurut Kombes Pol. Awi Setiyono, kondisi beberapa jenazah yang dikirim dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makasar tersebut sudah mengenaskan. Jenazah korban sudah tidak utuh lagi. “Selain hanya menerima pinggul ke bawah, beberapa jenazah yang baru tersebut ditemukan tidak berkepala. Jadi, DNA-nya ini yang kami ambil,” paparnya.

Kombes Pol. Awi Setiyono menjelaskan bahwa tim DVI masih memiliki tanggungan 12 jenazah yang belum  teridentifikasi. Jumlah itu termasuk jenazah yang terlebih dahulu masuk ke RS Bhayangkara Surabaya.

Hingga Minggu (1/2/2015), masih 12 jenazah korban AirAsia QZ8501 yang belum berhasil teridentifikasi. Sebab, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim masih menunggu hasil tes DNA dari Mabes Polri.

"Ke- 12 jenazah yang tersisa masih belum ada kecocokan antara DNA korban dengan keluarga yang sudah memberikan sampel DNA-nya ke tim DVI," jelas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Awi Setiyono dalam keterangan pers di Posko Crisis Center, Surabaya, Minggu (1/2/2015).

“Kami kesulitan mengindentifikasi jenazah dengan label B028 dan B044 yang sudah masuk itu karena beberapa kali sidik jari dan DNA tidak cocok,” ucap alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1992 tersebut.

Kombes Pol. Awi Setiyono menuturkan bahwa Polda Jatim memang tidak memiliki alat untuk mendeteksi DNA. Jadi, Polda Jatim harus mengirimkan sampel DNA korban langsung ke Mabes Polri. Tentu saja pengiriman tersebut membutuhkan waktu sehingga kinerja tim DVI pun menjadi lebih lama lagi.

“Kami masih tidak tahu akan selesai kapan pemerikasaan DNA tersebut. Jadi, kami di sini masih menunggu hasilnya,” ungkapnya.

Kombes Pol. Awi Setiyono menjelaskan, 12 jenazah yang belum teridentifikasi merupakan berlabel B028, B044, B063, B065, B069, B070, B071, B072, B073, B074, B075, dan B076. Sampai sekarang, lanjut dia, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim belum menerima kiriman body maupun body parts dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah maupun Majene, Sulawesi Barat.

Total korban AirAsia yang berhasil dievakusi sebanyak 76 jenazah. Di antara total 76 jenazah yang sudah diterima, tim DVI Polda Jatim berhasil mengidentifikasi 64 jenazah. Dari jumlah tersebut, yang sudah teridentifikasi ada 64 jenazah. Terdiri dari 29 perempuan dan 35 laki-laki.

Semua korban pesawat AirAsia QZ 8501 teridentifikasi sudah diambil keluarga, sedangkan 12 jenazah belum teridentifikasi. "Sisanya yaitu 12 masih berada di cold storege untuk dilakukan pemeriksaan," tandasnya.

Semua jenazah yang berhasil diidentifikasi itu sudah diserahkan ke keluarga masing-masing. Saat ini, ke-64 jenazah yang berhasil teridentifikasi sudah diserahkan pada keluarganya masing-masing.

Termasuk dua jenazah yang Sabtu (31/1/2015) lalu berhasil diidentifikasi. Yakni, Nanang Prio Widodo, warga Malang, serta Viona Florensa Abraham, warga Maluku. “Jenazah Nanang sudah diambil hari ini (kemarin) pukul 08.00 dan jenazah Viona diambil pukul 13.00,” terang mantan Wadirlantas Polda Jatim tersebut.

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.972.159 Since: 07.04.14 | 0.6689 sec