YouTube Facebook Twitter RSS
16 Nov 2018, 0

Nusantara

Hasil Pertemuan Makan Siang Presiden Bersama Petinggi TNI

Wednesday, 04 February 2015 | View : 592

siarjustisia.com-JAKARTA.

Para petinggi TNI ini diundang makan siang bersama dengan Presiden Indonesia ke-7 yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014 terpilih bersama Wakil Presiden Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK dalam Pemilu Presiden (pilpres) 2014, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (3/2/2015).

Para petinggi TNI yang tampak hadir antara lain Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya (Marsdya) TNI Agus Supriatna, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ade Supandi, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Ada pula para petinggi TNI yang datang yaitu Pangkostrad Mayjen TNI Mulyono, Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo, Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso, Komandan Korps Pasukan Khas Marsda TNI M Harpin Ondeh.

Selain dihadiri oleh para kepala staf TNI, acara makan siang juga dihadiri oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman.

Hadir juga Sekretaris Kabinet Andi Wdijajanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan. Tak hanya itu, hadir pula Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Mengawali jamuan makan siang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat berbincang-bincang sejenak dengan para tamunya tersebut. Sebagai tuan rumah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan para tamunya untuk menyantap makan siang yang disajikan secara prasmanan oleh koki Istana itu.

Namun, sejumlah pejabat Tentara Nasional Indonesia (TNI) tersebut tak mau menjabarkan apa isi pertemuan antara petinggi TNI itu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyampaikan bahwa kondisi negara saat ini masih aman. Presiden Joko Widodo merespons positif kondisi yang sedang berkembang saat ini. "Soliditas ini yang paling penting. Kalaupun terjadi dinamika politik, Presiden meminta agar TNI tidak berpengaruh dengan situasi yang berkembang," tegas Menhan Ryamizard Ryacudu.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), Marciano Norman.

Menurut Kepala Badan Intelijen Nasional, Marciano Norman, yang juga ikut dalam pertemuan itu mengatakan bahwa topik pembicaraan makan siang dengan Presiden Jokowi tadi, hanya membahas hal-hal umum. Terutama mengenai situasi keamanan saat ini.

Menurut Marciano Norman, pertemuan dengan Presiden Joko Widodo lebih banyak membicarakan masalah keamanan secara umum.

Marciano Norman menyampaikan kondisi negara saat ini kondusif sehingga program Pemerintah masih dapat berjalan seperti yang direncanakan. "Melaporkan kalau situasi di dalam negeri aman dan kondusif," kata Marciano Norman usai makan siang bersama Presiden Jokowi dan pejabat TNI lainnya.

Menurut dia, dalam pembicaraan itu sama sekali tidak menyinggung soal konflik KPK dan Polri. "Hanya bicara masalah keamanan secara umum. Di Indonesia kondusif, kegiatan-kegiatan semua dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan," lanjutnya.

Marciano Norman mengatakan, undangan makan siang ini, menurut Presiden Jokowi, perlu dilakukan setidaknya enam bulan sekali. Agar Presiden Jokowi bisa mengumpulkan semua petinggi TNI, di antaranya Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, termasuk didampingi oleh Seskab, Kepala Staf Kepresidenan, Menteri Pertahanan, termasuk Kepala BIN.

Pertemuan juga membahas kendala yang dihadapi Presiden Joko Widodo selaku Panglima Tertinggi TNI. Karena itu, Presiden Joko Widodo perlu dan berhak bertemu langsung dengan pimpinan TNI untuk mendengarkan masukan terkait situasi keamanan negara. "Untuk mendengarkan secara langsung kesiapan mereka dalam melaksanakan tugasnya," ujar Marciano Norman.

Tak hanya itu, Presiden juga perlu mengetahui mengenai kendala-kendala yang dihadapi TNI dalam menjalankan tugasnya. Sebab, Presiden adalah Panglima Tertinggi TNI.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko. Dirinya enggan berbicara banyak ketika tiba di Istana Negara, Jakarta. Di mana dia mengatakan bahwa Presiden Jokowi hanya ingin mengundang mereka makan siang. "Tadi ngomongin yang ringan-ringan aja kok," kata Jenderal TNI Dr. Moeldoko.

Jenderal TNI Dr. Moeldoko memastikan tidak ada pembicaraan khusus terkait polemik pimpinan Polri. Namun, Presiden Joko Widodo meminta agar TNI menjaga situasi negara tetap aman.

Presiden Joko Widodo menyarankan agar TNI terus menjaga sikap ini dalam kondisi apa pun.

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerangkan acara tersebut hanya diisi oleh jamuan makan siang. Tidak ada arahan khusus yang disampaikan Presiden Jokowi kepadanya dan para kepala staf TNI.

"Presiden pengin mengajak makan unsur pimpinan khususnya di Jakarta, itu saja. Tidak ada rekomendasi apa-apa. Saat ini situasi dalam keadaan baik," ucap Jenderal TNI Dr. Moeldoko.

Ia hanya mengungkapkan undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini hanya sebatas makan siang. "Ini cuma diundang untuk makan siang," tambah Jenderal TNI Dr. Moeldoko.

Jenderal TNI Dr. Moeldoko menegaskan acara tersebut hanya undangan makan-makan para petinggi TNI tersebut. "Tidak ada, nggak ada apa-apa, hanya makan-makan saja," pungkas Jenderal TNI Dr. Moeldoko.

Kemudian, TNI pun hanya melaporkan situasi keamanan saat ini. Di mana seluruhnya terkendali dengan baik.

TNI menjaga soliditas satuan. TNI tidak akan tergoda dengan tarik-menarik kepentingan yang berkembang saat ini.

Komitmen ini disampaikan unsur pimpinan tinggi TNI ketika bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2015).

Jenderal TNI Dr. Moeldoko berkomitmen, apa pun situasi politik yang berkembang, TNI akan tetap loyal terhadap pemerintahan.

Satu-satunya materi pembicaraan terkait situasi keamanan dan stabilitas nasional. Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyampaikan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan situasi saat ini. "Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, tenang-tenang saja," tandas Jenderal TNI Dr. Moeldoko.

"Situasi keamanan terkendali, stabilitas keamanan terjaga dengan baik, saya sampaikan ke Presiden. Masyarakat tidak usah ribut, tenang-tenang saja," tambah dia.

Pihak Istana belum memberikan penjelasan terkait pertemuan sejumlah pejabat TNI dengan Presiden. Sampai Selasa (3/2/2015), Andi Widjajanto dan Pratikno berada di dalam area Istana Kepresidenan.

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.960.158 Since: 07.04.14 | 0.6587 sec