YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Internasional

Menaker Malaysia Janji Cabut Iklan Lecehkan Indonesia

Thursday, 05 February 2015 | View : 368

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Iklan produk home appliance yang tersebar di kawasan Damansara, Kuala Lumpur (KL), Malaysia bisa jadi bakal memanaskan hubungan bilateral Malaysia dengan Indonesia. Iklan produk vacuum cleaner itu memuat pesan yang merendahkan derajat asisten rumah tangga asal Indonesia.

”Gunakan robovac, pecat asisten rumah tangga Anda yang berasal dari Indonesia. Sekarang.” Demikian pesan iklan yang dimuat pada sebuah T-banner itu.

Iklan yang tersebar di Malaysia yang isinya membandingkan bahwa robot rumah tangga Robovac lebih baik dibanding tenaga kerja asal Indonesia membuat resah banyak pihak.

Iklan ini dianggap merendahkan TKI di Malaysia. Bunyi iklan produk robovac tadi jelas menilai tenaga kerja asal Indonesia lebih rendah daripada produk mereka.

Iklan bernada menghina tersebut muncul hanya beberapa hari sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) hendak melakukan lawatan ke Malaysia.

Pemerintah Indonesia merasa terganggu dengan penerbitan iklan yang mencantumkan tulisan Fire Your Indonesian Maid Now” (Pecat Pembantu Indonesia) oleh sebuah perusahaan swasta di Malaysia.

Kementerian Luar Negeri turut mengecam iklan produk iRobot di Malaysia yang mencantumkan tulisan 'Fire Your Indonesian Maid Now'.

"Intinya kita tidak suka seperti itu dan pendekatan hukum akan kita lakukan artinya itu kita anggap tidak etis baik pada tataran pemerintahan maupun kepada lembaga itu yang memiliki iklan itu," tegas Wamenlu AM. Fachir di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Menurutnya, pemerintah Indonesia sudah meminta pemerintah Malaysia mencabut iklan itu. Indonesia, kata dia, juga sudah mengambil langkah hukum.

Semua langkah-langkah protes, papar A.M. Fachir, dilakukan melalui jalur diplomatik antarkedua negara, meski perusahaan yang mengiklankan adalah perusahaan swasta.

"Yang jelas kita sudah datangi kan. Kami akan mempertimbangkan langkah hukum. Kami meminta nasehat dari lawyer kita di sana," tegas A.M. Fachir.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir berharap hal itu tidak memengaruhi agenda tersebut. ”Yang perlu ditekankan itu adalah gimmick perusahaan swasta, bukan keputusan pemerintah,” tuturnya.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dakhiri menyatakan protes keras atas iklan yang melecehkan harga diri Indonesia itu.

Menaker Hanif Dakhiri mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Tenaga Kerja Malaysia sebagai bentuk protes atas iklan perusahaan pembuat alat pembersih, RoboVac itu. Pihak Malaysia, kata dia, akan membantu penyelesaian masalah iklan itu.

“Publik kita menganggap itu merendahkan. Saya menyampaikan kepada Menteri Tenaga Kerja Malaysia juga begitu, bahwa saya menyampaikan rasa ketidaknyamanan kami, bangsa Indonesia atas iklan tersebut,” tegas Menaker Hanif Dakhiri di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu, (4/2/2015).

Menaker Hanif Dakhiri mengaku pemerintah juga menerima banyak keluhan terkait dengan iklan itu.  Menteri Tenaga Kerja Malaysia, kata dia, telah berjanji dengan sungguh-sungguh akan membantu menyelesaikan masalah itu.

"Ini dianggap merendahkan bangsa Indonesia. Sehingga harus diselesaikan," tukas Menaker Hanif Dakhiri.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid melihat peristiwa tersebut dalam perspektif lain. 

”Kalau memang tak butuh TKI, ya silakan dipulangkan saja. Kalau melihat masyarakat Malaysia yang mempekerjakan TKI, ya silakan disanksi,” tegasnya. Nusron Wahid menuntut pemerintah Malaysia meminta maaf dan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang mengeluarkan iklan itu.

See Also

Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.177.143 Since: 07.04.14 | 0.6192 sec