YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Internasional

Menaker Malaysia Janji Cabut Iklan Lecehkan Indonesia

Thursday, 05 February 2015 | View : 420

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Iklan produk home appliance yang tersebar di kawasan Damansara, Kuala Lumpur (KL), Malaysia bisa jadi bakal memanaskan hubungan bilateral Malaysia dengan Indonesia. Iklan produk vacuum cleaner itu memuat pesan yang merendahkan derajat asisten rumah tangga asal Indonesia.

”Gunakan robovac, pecat asisten rumah tangga Anda yang berasal dari Indonesia. Sekarang.” Demikian pesan iklan yang dimuat pada sebuah T-banner itu.

Iklan yang tersebar di Malaysia yang isinya membandingkan bahwa robot rumah tangga Robovac lebih baik dibanding tenaga kerja asal Indonesia membuat resah banyak pihak.

Iklan ini dianggap merendahkan TKI di Malaysia. Bunyi iklan produk robovac tadi jelas menilai tenaga kerja asal Indonesia lebih rendah daripada produk mereka.

Iklan bernada menghina tersebut muncul hanya beberapa hari sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) hendak melakukan lawatan ke Malaysia.

Pemerintah Indonesia merasa terganggu dengan penerbitan iklan yang mencantumkan tulisan Fire Your Indonesian Maid Now” (Pecat Pembantu Indonesia) oleh sebuah perusahaan swasta di Malaysia.

Kementerian Luar Negeri turut mengecam iklan produk iRobot di Malaysia yang mencantumkan tulisan 'Fire Your Indonesian Maid Now'.

"Intinya kita tidak suka seperti itu dan pendekatan hukum akan kita lakukan artinya itu kita anggap tidak etis baik pada tataran pemerintahan maupun kepada lembaga itu yang memiliki iklan itu," tegas Wamenlu AM. Fachir di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Menurutnya, pemerintah Indonesia sudah meminta pemerintah Malaysia mencabut iklan itu. Indonesia, kata dia, juga sudah mengambil langkah hukum.

Semua langkah-langkah protes, papar A.M. Fachir, dilakukan melalui jalur diplomatik antarkedua negara, meski perusahaan yang mengiklankan adalah perusahaan swasta.

"Yang jelas kita sudah datangi kan. Kami akan mempertimbangkan langkah hukum. Kami meminta nasehat dari lawyer kita di sana," tegas A.M. Fachir.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir berharap hal itu tidak memengaruhi agenda tersebut. ”Yang perlu ditekankan itu adalah gimmick perusahaan swasta, bukan keputusan pemerintah,” tuturnya.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dakhiri menyatakan protes keras atas iklan yang melecehkan harga diri Indonesia itu.

Menaker Hanif Dakhiri mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Tenaga Kerja Malaysia sebagai bentuk protes atas iklan perusahaan pembuat alat pembersih, RoboVac itu. Pihak Malaysia, kata dia, akan membantu penyelesaian masalah iklan itu.

“Publik kita menganggap itu merendahkan. Saya menyampaikan kepada Menteri Tenaga Kerja Malaysia juga begitu, bahwa saya menyampaikan rasa ketidaknyamanan kami, bangsa Indonesia atas iklan tersebut,” tegas Menaker Hanif Dakhiri di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu, (4/2/2015).

Menaker Hanif Dakhiri mengaku pemerintah juga menerima banyak keluhan terkait dengan iklan itu.  Menteri Tenaga Kerja Malaysia, kata dia, telah berjanji dengan sungguh-sungguh akan membantu menyelesaikan masalah itu.

"Ini dianggap merendahkan bangsa Indonesia. Sehingga harus diselesaikan," tukas Menaker Hanif Dakhiri.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid melihat peristiwa tersebut dalam perspektif lain. 

”Kalau memang tak butuh TKI, ya silakan dipulangkan saja. Kalau melihat masyarakat Malaysia yang mempekerjakan TKI, ya silakan disanksi,” tegasnya. Nusron Wahid menuntut pemerintah Malaysia meminta maaf dan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang mengeluarkan iklan itu.

See Also

Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.069.853 Since: 07.04.14 | 0.6042 sec