YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Pesawat Garuda Tergelincir Di Lombok Sudah Dievakuasi

Friday, 06 February 2015 | View : 1051

siarjustisia.com-MATARAM.

Pesawat komuter ATR 72-600 milik Garuda Indonesia tersebut dengan nomor penerbangan GA-7040 rute Denpasar-Lombok tergelincir di Bandara Internasional Lombok, Praya, NTB. Pesawat itu keluar landasan dan tergelincir di rerumputan. Kejadian itu terjadi sesaat setelah mendarat di Bandara Lombok Praya pada Selasa (3/2/2015), pukul 17.03 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Pesawat Garuda GA7040 Denpasar-Lombok tergelincir di runway 13. Akibatnya, pesawat keluar dari bahu runway sejauh 20 meter arah selatan.

Bandara Internasional Lombok ditutup. Menurut General Affair & Communication Section Head Angkasa Pura I di BIL Moch. Albar Wahyudi, dalam sehari, Bandara Internasional Lombok melayani 40 pesawat yang lepas landas dan 40 pesawat yang mendarat. Akibat penutupan tersebut, hanya satu pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Lombok pada Rabu (4/2/2015) kemarin, pukul 20.00 WITA.

Pesawat Garuda Indonesia GA7040 yang tergelincir di Bandar Udara Internasional Lombok mulai dievakuasi pagi ini, Kamis (5/2/2015). “Karena adanya pesawat yang tergelincir tersebut, tidak dapat dilakukan pendaratan dan lepas landas di Bandara Internasional Lombok,” kata General Affair & Communication Section Head Angkasa Pura I di BIL Moch. Albar Wahyudi, Kamis (5/2/2015).

Pesawat ATR 72-600 milik Garuda Indonesia yang tergelincir pada Selasa (3/2/2015) lalu di Bandara Internasional Lombok, Praya, NTB akhirnya selesai dievakuasi. Pesawat terbang komuter ATR 72-600 Garuda Indonesia yang tergelincir di ujung kanan landas pacu Bandara Internasional Lombok sudah disingkirkan alias dievakuasi, Kamis. Itu hasil kerja gabungan tim PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., dan Badan SAR Nasional (Basarnas).

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. akhirnya berhasil memindahkan pesawat GA7040 rute Denpasar-Lombok yang keluar landasan saat mendarat di Bandara Lombok Pray, Nusa Tenggara Barat pada Selasa (3/2/2015) lalu.

VP Corporate Communications PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Pujobroto menjelaskan upaya pemindahan pesawat baru rampung pada pukul 14.30 waktu setempat. Menurut VP Corporate Communication PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Pujobroto, pesawat bernomor penerbangan GA7040 itu berhasil dievakuasi pukul 14.30 WITA atau 13.30 WIB.

"Pesawat Garuda Indonesia GA7040 rute Denpasar-Lombok yang mengalami kejadian keluar landasan telah berhasil dievakuasi," ucap VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto, Kamis (5/2/2015).

VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto menjelaskan upaya pemindahan pesawat baru rampung pada pukul 14.30 waktu setempat.

"Pesawat Garuda Indonesia GA7040 rute Denpasar-Lombok yang mengalami kejadian keluar landasan telah berhasil dievakuasi," ucap VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto, Kamis (5/2).

- See more at: http://www.jpnn.com/read/2015/02/05/285813/Keluar-Landasan,-Pesawat-Garuda-Indonesia-Berhasil-Dievakuasi#sthash.ZwHVXzel.dpuf

Tim dari PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok dan tim teknis maskapai penerbangan Garuda Indonesia dibantu Badan SAR Nasional berhasil mengevakuasi pesawat Garuda Indonesia GA-7040 yang tergelincir keluar landasan pacu.

PT Garuda Indonesia akhirnya berhasil memindahkan pesawat GA7040 rute Denpasar-Lombok yang keluar landasan saat mendarat di Bandara Lombok Pray, Nusa Tenggara Barat pada Selasa (3/2) lalu. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2015/02/05/285813/Keluar-Landasan,-Pesawat-Garuda-Indonesia-Berhasil-Dievakuasi#sthash.ZwHVXzel.dpuf

"Tim berhasil mengevakuasi pesawat tergelincir itu sekitar pukul 14.10 WITA," kata Manajer Operasional dan Teknis Perseroan Terbatas (PT.) Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok Adhi Utomo, yang dihubungi dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (5/2/2015).

Ia menjelaskan proses evakuasi berhasil dilakukan dengan alat berat yang didatangkan dari Bali. Manajer Operasional dan Teknis PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Adhi Utomo, mengatakan, "Proses evakuasi berhasil dilakukan dengan alat berat yang didatangkan dari Bali. Setelah ini maka aktivitas bandara dibuka kembali untuk penerbangan dan pendaratan pesawat." "Sekarang sedang persiapan keberangkatan pesawat, kalau pendaratan pesawat yang datang dari luar daerah akan dimulai pada 16.30 WITA," tambahnya.

Upaya pemindahan pesawat dengan nomor registrasi PK-GAG tersebut sempat mengalami kendala mengingat kondisi rerumputan di sekitar landasan memiliki kontur tanah yang lembek. Sehingga tim teknis evakuasi gabungan dari Basarnas, Angkasa Pura I, Garuda Indonesia, ATR maupun instansi terkait perlu melakukan upaya melalui pemasangan Air Balloon pada badan dan sayap pesawat serta upaya perluasan lebar permukaan pelat baja untuk memudahkan proses pengangkatan dan penarikan pesawat dari rerumputan.

Dengan berhasilnya proses evakuasi, aktivitas bandara dibuka kembali untuk penerbangan dan pendaratan pesawat. Bandara akhirnya dibuka dan bisa beroperasi normal setelah pesawat dievakuasi. "Sekarang sedang persiapan keberangkatan pesawat, kalau pendaratan pesawat yang datang dari luar daerah akan dimulai pada 16.30 WITA," paparnya.

Dengan berhasilnya proses evakuasi pemindahan pesawat, lanjut Pujobroto, maka mulai pukul 15.30 waktu setempat, Bandara Lombok Praya kembali beroperasi secara normal seperti sediakala. Aktivitas Bandara Internasional Lombok per hari ini sudah mulai berangsur pulih. "Dengan telah berhasil dievakuasinya pesawat tersebut, maka pada hari ini mulai pukul 15.30 waktu setempat Bandara Lombok Praya telah kembali beroperasi secara normal seperti sediakala," demikian imbuh Pujobroto dalam rilis yang diterima, Kamis (5/2/2015).

Untuk itu, atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh stakeholders perseroan.

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh stakeholders perusahaan, khususnya para pengguna jasa yang mengalami penundaan dan pembatalan penerbangan, berkaitan dengan proses evakuasi pesawat yang memakan waktu sehingga Bandara Lombok Praya mengalami penutupan. "Kami mohon maaf, khususnya bagi para pengguna jasa yang mengalami penundaan dan pembatalan penerbangan karena proses evakuasi pesawat memakan waktu, sehingga Bandara Lombok Praya mengalami penutupan," tandasnya.

Untuk mengangkut penumpang yang sebelumnya tidak dapat melakukan penerbangan akibat kondisi tersebut, maka pada hari ini PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. akan mengoperasikan tiga pesawat berbadan lebar jenis A330-300 menggantikan pesawat narrow body B737-800NG yang biasanya digunakan untuk melayani penerbangan tersebut.

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. akan mengoperasikan dua pesawat A330-300 tersebut untuk melayani rute penerbangan Jakarta-Lombok pp (GA430/GA433) dan satu pesawat A330-300 untuk melayani rute Denpasar-Lombok pp (GA436/GA437).

Dengan berhasilnya proses evakuasi pemindahan pesawat, lanjut Pujo, maka mulai pukul 15.30 waktu setempat, Bandara Lombok Praya kembali beroperasi secara normal seperti sediakala. Untuk itu, atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh stakeholders perseroan.

"Kami mohon maaf, khususnya bagi para pengguna jasa yang mengalami penundaan dan pembatalan penerbangan karena proses evakuasi pesawat memakan waktu, sehingga Bandara Lombok Praya mengalami penutupan," tandasnya.

- See more at: http://www.jpnn.com/read/2015/02/05/285813/Keluar-Landasan,-Pesawat-Garuda-Indonesia-Berhasil-Dievakuasi#sthash.ZwHVXzel.dpuf

Pesawat Garuda Indonesia GA-7040 rute Denpasar-Lombok-Ujung Pandang yang mendarat di Bandara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (3/2/2015), sekitar pukul 17.03 WITA, mengalami kejadian keluar landasan (sebelah kanan) bandara.

Insiden keluar dari pandas pacu saat mendarat menimpa pesawat terbang Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-7040 rute Denpasar-Lombok-Ujung Pandang, di Bandara Internasional Lombok, pada pukul 17.03 WITA, Selasa (3/2/2015). Pesawat jenis ATR72-600 PK-GAG tersebut keluar landasan dan berhenti di rerumputan sesaat setelah pesawat melakukan landing di Bandara Internasional Lombok.

PT. Garuda Indonesia (Persero) telah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, untuk pemindahan pesawat.

Selain melakukan investigasi internal, PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menyerahkan proses investigasi penyebab Serious Incident PK-GAG di Bandara Lombok Praya kepada Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) sesuai dengan ketentuan penerbangan sipil yang berlaku.

VP Corporate Communications PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pujobroto membenarkan pesawat Garuda Indonesia GA7040 rute Denpasar-Lombok tergelincir di Bandara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, sekitar pukul 17.03 WITA. Pesawat jenis ATR 72-600 PK-GAG tersebut ke luar landasan dan berhenti di rerumputan sesaat setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Lombok.

Pesawat jenis ATR72-600 PK-GAG itu membawa sebanyak 29 pemakai jasa, terdiri atas 28 orang penumpang dewasa dan satu orang bayi. Semua orang dalam keadaan selamat dan tidak ada yang mengalami luka. Seluruh penumpang turun secara normal dan bisa keluar melalui tangga dan pintu pesawat terbang.

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan pesawat jenis ATR72-600 PK-GAG tersebut diterbangkan dan diawaki oleh pilot Capt Richard Willems Alfon, kopilot Andri Pranowo Bakti, kopilot Rheza Ridwan, kru kabin Nuning Ayuni Zubair, dan kru kabin Stefani Ariesta Limenas. Selain itu, pesawat Garuda GA7040 membawa 28 orang penumpang dan satu bayi. Tidak ada korban jiwa akibat tergelincirnya pesawat tersebut.

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.972.230 Since: 07.04.14 | 0.6772 sec